SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Nasyid


Akhwat (Jakarta)
4 years ago

Assalamuallaikum Ustadz, saya ingin bertanya kalau musik dan lagu kan tidak diperbolehkan, bagaimana dengan nasyid ? kan tidak ada musiknya, boleh atau tidak.
syukron ustadz atas jawabannya.
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini kami terjemahkan fatwa dua Ulama' terkait nasyid semoga kita bisa mengambil faedah dari keterangan mereka. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada syaikh Utsaimin terkait nasyid,"
Saya mendengar beberapa nasyid-nasyid islami itu berisi nada yang menyerupai nada nyanyian namun tanpa musik, itu dinyanyikan dengan suara yang indah. Apa hukumnya?

Beliau menjawab,"

الحمد لله رب العالمين وأصلي وأسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين

Nasyid-nasyid yang ditanyakan ini (yang dinamai dengan nasyid islami) telah dimasuki apa yang perlu dijauhi diantaranya adalah
- itu dilantunkan dengan model nyanyian para penyanyi yang bernyanyi dengan nyanyian yang hina
- itu dinyanyikan dengan suara yang indah dan menarik hati
- kadang-kadang itu disertai dengan tepuk tangan atau ketukan atas baskom atau semacamnya

Yang disebutkan dalam pertanyaan nasyidnya tidak mengandung tepukan tangan dan tidak mengandung pukulan atas baskom dan semisalnya namun penanya mengatakan bahwa itu dilantunkan dengan nada seperti nyanyian yang hina serta dinyanyikan dengan suara indah yang menarik hati dengan demikian kami berpandangan bahwa nasyid semacam itu tidak didengarkan karena mengandung fitnah dan meniru-niru nada-nada nyanyian yang tidak ada rasa malunya

Lebih baik dari itu, seseorang mendengarkan ceramah bermanfaat yang bersumber dari al-Qur'an, Sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, perkataan para sahabat, para imam dari kalangan ahli ilmu dan agama. Itu sudah memperkaya diri dan mencukupi diri dari selainnya. Seseorang bila terbiasa tidak menerima nasehat kecuali dari hal tertentu semacam nada-nada nyanyian maka dia tidak bisa menerima nasehat dalam bentuk lain sebab dirinya telah jinak/terbiasa tidak mengambil nasehat kecuali nasehat dalam bentuk ini

Ini mengkhawatirkan, ini bisa menuntun kepada sikap merasa cukup dari nasehat al-Qur'an al-Karim, sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dan ucapan Ulama' dan para imam. Saya menasehatkan supaya seseorang mendengarkan nasehat-nasehat yang mengandung al-Qur'an, Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, perkataan sahabat serta imam kaum muslimin setelah mereka. https://www.youtube.com/watch?v=HDzzrPeDtro

Syaikh Sholeh al-Fauzan juga pernah ditanya," Apa pandangan syaikh terkait hukum nasyid Islami berjamaah yang tidak diiringi duf (semacam rebana) dan tidak diiringi sound efek?

Beliau menjawab," Kami tidak mengetahui adanya dasar untuk perbuatan itu, ini perkara yang baru, apabila ini disandarkan kepada Islam dan dikatakan nasyid islami, ini berarti Islam mensyariatkan, padahal ini tidak ada dasarnya, di sisi lain bila nasyid-nasyid ini dianggap bentuk ketaatan dan taqarrub kepada Allah maka ini termasuk syiar sufiyah, merekalah yang membuat nasyid dan menjadikannya sebagai bentuk ibadah kepada Allah azza wa jalla. Kesimpulannya seorang muslim selayaknya tidak menengok ke amalan itu.

Ya, memang benar ada pembacaan syair yang bermanfaat dan berfaedah yang dibolehkan, pembacaan itu dilakukan sendirian dan tidak berjamaah serta tidak didendangkan dan tidak dinyanyikan. Itu hanya syair yang dibaca satu orang, dia mengambil faedah dan diambil faedah darinya. Sebagaimana para penyair di sisi Rasul shallallahu alaihi wa sallam. Mereka membaca syair-syair mereka sedangkan Rasul shallallahu alaihi wa sallam menyimaknya. Begitu pula di saat kerja dan di saat bosan dengan pekerjaan mereka melagukan syair (bahar rajaz) untuk menyemangati mereka dalam bekerja dan ini tidak dinamakan nasyid-nasyid. Ini hanyalah potongan-potongan untuk menyemangati mereka dalam bekerja. Itu tidak dilakukan dalam paduan suara yang didendangkan dan tidak ada grup khusus nasyid, hal semacam itu termasuk perkara baru.

Bila nasyid-nasyid tersebut tidak disandarkan kepada Islam maka itu termasuk kesenangan. Dan apabila disandarkan kepada Islam maka ini termasuk bid'ah. http://www.box.net/shared/ypmyx30gbm24hfxetlxh

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com