SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menjawab Iqamat dan Shalat Qabliah Isya


Ikhwan (medan)
5 years ago

Assalamua'laikum...
"Diantara dua adzan ada shalat"
1. Apakah hadist ini bisa dimasukkan untuk shalat qobla isya ?
2. Apakah hadist ini bisa dimasukkan untuk menjawab iqomat? Karena dalam hadist adzan dan iqomat tidak dibedakan!
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jawaban pertama:
Apabila maksud anda itu digolongkan kedalam shalat sunnah rawatib yang biasa dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka ini belum tepat. Maksudnya itu bukanlah dalil yang memasukkannya ke dalam rawatib yang biasa dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Berikut inibeberapa riwayat terkait Rawatib,"

Pertama: Riwayat Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma

حَفِظْتُ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِي بَيْتِهِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ.

“Aku menghafal sesuatu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa shalat sunnat sepuluh raka’at yaitu; dua raka’at sebelum shalat zuhur, dua raka’at sesudahnya, dua raka’at sesudah shalat maghrib di rumah beliau, dua raka’at sesudah shalat isya’ di rumah beliau, dan dua raka’at sebelum shalat subuh. HR. Bukhari no.1180 dan yang lainnya

Kedua: Riwayat Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu anhuma yang menunjukkan tambahan raka'at sebelum Dhuhur

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”. HR. Bukhari no.1182 dan yang lainnya

Meski demikian bukan berarti pelaksanaannya sebelum Isya' tidak disyariatkan, hadits yang disebutkan penanya cukup menjadi dasar pelaksanaannya diantara adzan dan iqamat, baik itu sebelum Ashar, Maghrib atau Isya'.

Jawaban kedua:
Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan," Sunnahnya orang yang mendengar iqamat mengucapkan apa yang diucapkan oleh orang yang mengumandangkan iqamat sebab iqamat adalah adzan kedua sehingga iqamat dijawab sebagaimana adzan dijawab. Ketika mendengar ucapan (dalam iqamat)

(ِحَيَّ عَلىَ الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلىَ الفلَاَح)

Pendengar mengucapkan

ِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إلِاَّ بِالله

Ketika mendengar

(ُقَدْ قَامَتْ الصَّلاَة)

Pendengar mengucapkan sebagaimana yang didengar, dan dia tidak mengucapkan kala itu

أَقَامَهَا اللهُ وَأَدَامَهَا

Mengingat hadits yang mendasarinya lemah. Telah ada riwayat shahih dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda,"

«ُإِذَا سَمِعْتُمْ المُؤَذِّنَ فَقُوْلوُا مِثْلَ مَا يَقُوْل »

Bila kalian mendengar muadzdzin maka katakanlah sebagaimana yang dia katakan

Hadits ini meliputi adzan dan iqamat karena keduanya dinamakan adzan. kemudian setelah orang yang mengumandangkan iqamat melafalkan,"

(ُلاَ إِلهَ إلِاَّ الله)

Pendengar bershalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan melafalkan

اللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التاَّمَّة وَالصَّلاَةِ القاَئِمَة

Dan seterusnya sebagaimana yang diucapkan selesai adzan

Kami tidak mengetahui adanya dalil shahih yang menunjukkan dianjurkannya menyebutkan sesuatupun dari doa-doa antara selesainya iqamat dan sebelum takbiratul ihram selain dari yang disebutkan di atas

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi
Fatwa ini ditandantangani oleh
Abdullah bin Qu'ud selaku anggota
Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/92-93 Fatwa no.2801

والله تعالى اعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com