SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Istri Selingkuh


Ikhwan (Tangerang)
4 years ago

Assalamualaikum

Ustadz, saya sudah berumah tangga dari tahun 1997 dan dikaruniai 2 putra, namun pada tahun 2006, saya mengetahui sms di HP istri dengan kata kata mesra, kmudian saya bertanya dan istri membenarkan ada hubungan perselingkuhan dengan rekan kantornya, akhirnya istri meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.
Namun ternyata mereka masih terus beromunikasi,,dan sms atau percakapannya selalu dihapus hingga saya tidak pernah menemukan smsnya.
kemudian setelah lama, akhirnya saya berhasil menemukan sms dgn ata kata mesra ada di HPnya , saya banting HP dan saya memutuskan pisah ranjang kemudian istri meminta Maaf.dan saya memaafkan.
Tapi empat bulan kemudian kembali saya menemukan sms yg sama , kami bertengar, HP , laptop dan alat komunikasi saya hancurkan, istri saya pergi meninggalkan rumah dengan membawa satu orang anak dan meminta kakanya untuk memproses gugatan Cerai.
Saya menyempatkan mengunjungi saudaranya, dan menceritakan apa yg terjadi, namun karena lebih mempercayai istri saya. dan mendukung istri saya tinggal dirumahnya , tetapi mereka memberi waktu kepada kami untuk menenangkan diri masing masing.
Dalam masa itu saya tidak sengaja membuka email istri saya, dan menemukan kiriman foto dari PIL nya dan mengatakan foto itu adalah foto bulan madunya, ( di tempat penginapan , berpose di atas tempat tidaur )
saya marah dan meminta penjelasan istri, istri saya menerangkan benar mereka menginap disitu meski membantah melakukan perzinahan,
Dari hal tersebut:
Akhrnya saya mengetahui istri saya beberapa kali menginap bareng disuatu tempat dengan PILnya dengan bebohong meminta ijin untuk silatuahim ke keluarganya.
namun karna saya punya anak 2 yg masih harus dibimbing oleh kedua orangtuanya, saya memutuskan menerima kembali istri saya untuk meneruskan rumah tangga ini.
Pertanyaan:
Meskipun tidak ada saksi atas perbuatan Zinah Muhson Istri saya ( hanya foto di tempat tidur ), saya menganggap sudah masuk kategori mukadimah Zina.

Apa hukumnya jika saya meneruskan rumah tangga dengan istri yg telah berzinah dengan Orang lain?

Apakah saya termasuk laki lakai Ad Dayuts??

Saya harap menerima jawaban ini, karena dr semenjak istri saya kembali kerumah dan berkumpul bersama lagi, saya masih di hantui rasa takut,

Terimakasih

Assalamualaikum
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Semoga Allah ta'ala memberi hidayah kepada istri Anda sehingga bisa menjadi istri yang sholehah dan mentaati arahan suami yang tidak menyelisihi syariat. Mintalah dia bertaubat dengan taubat nasuha dan mintalah dia untuk berkomitmen dengan sungguh-sungguh. Anda juga perlu melakukan introspeksi diri serta menjauhi hal-hal yang tidak disukai oleh istri (selama keinginannya tidak menyelisihi syariat). Jagalah istri anda jangan sampai dia terjatuh kembali ke dosa tersebut. Apabila anda tidak mampu menjaga dia maka anda seharusnya mentalak dia. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: إِنَّ امْرَأَتِي لَا تَمْنَعُ يَدَ لَامِسٍ قَالَ: «غَرِّبْهَا» قَالَ: أَخَافُ أَنْ تَتْبَعَهَا نَفْسِي، قَالَ: «فَاسْتَمْتِعْ بِهَا

Seorang laki-laki datang menghadap Nabi dan berkata: Istri saya tidak menolak menolak sentuhan tangan lelaki lain. Nabi menjawab: asingkanlah dia (ceraikan.pent). Laki-laki itu berkata: Saya khawatir diri saya masih sayang. Nabi berkata: Kalau begitu, bersenang-senanglah dengannya (pertahankan). Hadits riwayat (HR) Abu Daud no.2049; an-Nasai no.3229 dan yang lainnya

Dalam riwayat Syafi'i disebutkan,"

أَتَى رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ الله، إِنَّ لِيَ امْرَأَةٌ لَا تُرَدُّ يَدَ لَامِسٍ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَطَلِّقْهَا» . قَالَ: إِنِّي أُحِبُّهَا، قَالَ: «فَأَمْسِكْهَا إِذًا»

Seorang laki-laki datang menghadap Rasul shallallahu alaihi wa sallam dan berkata: Istri saya tidak menolak sentuhan tangan lelaki lain. Nabi menjawab: ceraikan dia. Laki-laki itu berkata: Tapi saya mencintainya. Nabi berkata: Kalau begitu, pertahankan.

Syaikh Ali al-Qari menerangkan perihal riwayat tersebut,"
(Istri saya tidak menolak sentuhan tangan lelaki lain) Dia tidak menjaga dirinya dari orang yang ingin berbuat kekejian dengannya
(Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata," talaklah dia" Dia berkata," saya mencintainya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"kalau begitu pertahankan") maksudnya jagalah dia supaya dia tidak berbuat kekejian. Hadits ini menunjukkan bahwa mentalak perempuan semacam ini lebih utama sebab Nabi shallallahu alaihi wa allam mendahulukan opsi mentalak dari mempertahankan. Bila susah untuk mentalaknya misalnya karena mencintainya atau memperoleh anak darinya yang susah terpisah dari ibunya, atau si suami punya hutang kepada istri tersebut dan belum mampu melunasinya, bila demikian boleh baginya untuk tidak mentalaknya namun dengan syarat dia bisa menjaga istrinya dari perbuatan keji, bila dia tidak mampu menjaganya dari perbuatan keji maka dia telah berbuat maksiat dengan tidak mentalaknya. Mirqat al-Mafatih Syarh Misykat al-Mashabih 5/2171

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com