SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Infaq Pada Orang Tua Yang Tidak Shalat


Ikhwan (Semarang)
4 years ago

Setelah baca informasi, Sedekah diutamakan pd keluarga, terutama orang tua.
Suami sy memiliki ayah kandung yg kurang mampu, rmhnya cukup jauh (sejak remaja suami sy dibesarkan dan dibiayai oleh ayah tiri). Sejak sy menikah dgn suami sy, sy tdk pernah melihat ayah kandungnya shalat, demikian pula dengan keluarga (istri dan anak2nya) di sana. Sy dan suami kadang berkunjung untuk memberi uang. Pemberian Itu termasuk kewajiban,sedekah, ataukah tidak sah.
Setiap kali sy mendapat rezeki berlebih, sy ingat ayah kadung suami sy, tapi... Gimana ya?? Dia sama sekali tdk shalat. Apakah sedekah kami selama ini diterima oleh Allah SWT.
Apa ada sedekah yg lebih utama.?
Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Ulama' berbeda pendapat terkait hukum orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa ada udzur. Ada yang mengatakan dia telah kafir dan ada yang mengatakan dia masih muslim kecuali bila tidak melaksanakan shalat sama sekali dan ada perincian lain untuk hukum ini yang tidak bisa kita singgung semuanya pada kesempatan kali ini. Silahkan melihat jawaban kami sebelumnya di link http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/hukum.html dan di link http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/istri-sering-melalaikan-sholat.html

Apabila yang anda tahu bahwa mertua anda tidak shalat sejak awal maka bisa jadi ada kemungkinan memang mereka bukan orang Islam sejak awal dan secara umum orang tua yang asalnya belum masuk Islam wajib diberi nafkah oleh anaknya. Dalam salah satu riwayat shahih disebutkan,"

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَتْ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ االله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

Dari [Asma' binti Abi Bakr radliallahu 'anhuma] berkata; Ibuku menemuiku saat itu dia masih musyrik pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu aku meminta pendapat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Aku katakan; "Ibuku sangat ingin (aku berbuat baik padanya), apakah aku harus menjalin hubungan dengan ibuku?" Beliau menjawab: "Ya, sambunglah silaturrahim dengan ibumu."HR. Bukhari no.2620; Muslim no.1003 dan yang lainnya.

Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan di kitab beliau Fath al-Baari,"al-Khattabi berkata," dalam hadits itu rahim wanita kafir disambung dengan harta dan semacamnya sebagaimana wanita muslimah disambung." Ibnu Hajar berkata,"bisa diambil hukum darinya wajibnya memberi nafkah ayah dan ibu yang kafir meski anaknya berstatus muslim. Fath al-Baari 5/234

Ada kemungkinan juga bahwa mertua anda muslim namun kemudian mereka tidak mau melaksanakan shalat sama sekali ketika itu menurut pendapat yang mengatakan bahwa seorang muslim menjadi kafir bila tidak melaksanakan shalat sama sekali maka dia dihukumi murtad dan bila orang tua suami anda murtad setelah sebelumnya beragama Islam maka sebagian Ulama' menerangkan tidak wajib bagi anak untuk menafkahinya mengingat darahnya tida terjaga. Sulaiman bin Umar al-Ujaili menerangkan dalam kitabnya Futuhat al-Wahhab,"Wajib menafkahi budak yang murtad namun tidak dengan kerabat yang murtad sebab yang mewajibkan nafkah di sini adalah kepemilikan dan itu ada pada budak dan disana ada rasa simpati terhadap kerabat adapun orang yang darahnya tidak terlindungi (murtad) maka dia tidak termasuk orang yang berhak memperoleh simpati. Hasyiah al-Jumal 4/523

Bukan berarti kami mendorong anda dan keluarga sibuk dengan menghukumi dan melabeli mertua anda dengan kekafiran atau yang semacamnya. Sibukkanlah diri anda dan keluarga dengan mendakwahinya. Silahkan lihat pembahasan kami sebelumnya di link http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/orang-tua-bapak-tak-sholat.html

Terkait masalah ini secara khusus syaikh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya," Saya seorang laki-laki yang melaksanakan shalat dan berpuasa namun ayah saya tidak melaksanakan shalat kecuali sebulan sekali dan itu dilaksanakan bertepatan pada hari Jum'at. Saya menasehati Beliau supaya melaksanakan shalat namun ia menyanggah: Sesungguhnya setiap amalan hanya tergantung niat-niatnya. Saya taat kepada beliau didasari hukum taat kepada kedua orang tuanya. Bagaimana fatwa dalam masalah itu ?

Beliau menjawab," Tidak bermanfaat ketika dia melaksanakan shalat pada hari Jum'at atau pada hari Jum'at melaksanakan semua shalat, ini semua tidak bermanfaat baginya sebab dia wajib untuk bertaubat dari perbuatan buruknya dan terus menerus melaksanakan shalat kemudian istiqomah dalam hal itu. Namun apa yang perlu dilakukan kepada ayahnya dalam keadaan ini? Jawabannya adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Alah ta'ala dalam masalah hak kedua orang tua (surat Luqman ayat 15)

وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفا

Dan pergaulilah keduanya dengan cara yang sesuai.

Kedua orang tua yang kafir pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang sesuai, berlemah lembutlah kepadanya, nasehati dan arahkanlah dia kepada kebaikan semoga Allah memberinya phidayah melalui dia. Sebab kedua orang tua urusannya besar bagi anak. Seandainya keduanya mengajak dia untuk berbuat kesyirikan maka dia tidak boleh taat kepadanya namun dia tetap berlemah lembut kepada keduanya dan bergaul dengan keduanya di dunia dengan ma'ruf (sesuai) semoga kedua orang tua diberi hidayah oleh Allah melalui dia. http://www.binbaz.org.sa/node/9349

Oleh karena itu apabila infaq kepada orang tua yang tidak melaksanakan shalat itu membantu sampainya dakwah ke hati orang tua yang tidak melaksanakan shalat tersebut maka alangkah baiknya bila nafkah itu tetap diberikan. Semoga Allah ta'ala memberi hidayah mertua anda dan keluarganya sehingga mereka bertaubat dan diberi karunia istiqomah di jalan Allah ta'ala.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com