SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Meragukan Taaruf


Akhwat
4 years ago

ustad bagaimana cara menjelaskan kepada org2 awam terkait dengan taaruf yg ditakutkan nanti nya setelah menikah sang suami suka melakukan kdrt dll keburukan2 yg lain.. mohon penjelasannya ustd
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

Silahkan diinformasikan bahwa mungkin ada salah faham terkait ta'aruf, bisa jadi ada yang memahami bahwa proses ta'aruf dalam Islam hanya ketika sekilas seorang laki-laki menyukai wanita dia langsung mendatangi orang tuanya kemudian berbincang-bincang dengan walinya. Apabila wali dan si wanita tidak menyukai laki-laki yang datang itu maka bisa langsung ditolak dan apabila wali dan wanita yang akan dinikahi suka dengan laki-laki tersebut maka terjadilah pernikahan, dan karena hanya mengenal secara singkat maka banyak hal tersembunyi yang tidak diketahui oleh si wanita dan walinya. Dan akhirnya ini menimbulkan masalah besar setelah pernikahan bila memang si laki-laki tersebut bermasalah.

Padahal kenyataannya tidaklah demikian, seseorang yang meninggalkan metode pacaran untuk (mencari jodoh dan mengenal lebih dalam calon pasangan hidupnya) dan beralih ke metode ta'aruf tidaklah berarti dia harus mendapatkan informasi yang sangat minim terkait calon pasangan hidupnya. Dalam Islam tidak ada larangan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang calon pasangan hidup dari pihak-pihak yang bisa dipercaya sehingga seseorang siap menghadapi baik-buruk dari calon pasangan hidupnya bila memang dia sudah berkenan menikah dengannya berdasarkan informasi valid yang dia terima terkait calon pasangan hidupnya. Apabila dia merasa calon pasangan hidupnya bermasalah baginya berdasarkan informasi yang sampai kepadanya maka dia bisa membatalkan sehingga bisa terhindar dari masalah yang kemungkinan besar akan menimpanya bila dia tetap berniat melanjutkan ke jenjang pernikahan. Ini di luar istikharah yang dilakukan oleh seseorang yang akan menikah, yang diharapkan Allah akan menuntunnya kepada pasangan hidup yang terbaik baginya. Bisa jadi juga dengan metode ini informasi yang didapatkan lebih objektif (bila sumber informasinya bisa dipercaya) dibanding bila melalui pacaran mengingat bisa saja seseorang yang berpacaran hanya menampakkan yang bagus-bagus dan enak-enak saja.

Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ، أَنَّ أَبَا عَمْرِو بْنَ حَفْصٍ طَلَّقَهَا الْبَتَّةَ، وَهُوَ غَائِبٌ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهَا وَكِيلُهُ بِشَعِيرٍ، فَسَخِطَتْهُ، فَقَالَ: وَاللهِ مَا لَكِ عَلَيْنَا مِنْ شَيْءٍ، فَجَاءَتْ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لَهُ، فَقَالَ: «لَيْسَ لَكِ عَلَيْهِ نَفَقَةٌ» ، فَأَمَرَهَا أَنْ تَعْتَدَّ فِي بَيْتِ أُمِّ شَرِيكٍ، ثُمَّ قَالَ: «تِلْكِ امْرَأَةٌ يَغْشَاهَا أَصْحَابِي، اعْتَدِّي عِنْدَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ رَجُلٌ أَعْمَى تَضَعِينَ ثِيَابَكِ، فَإِذَا حَلَلْتِ فَآذِنِينِي» ، قَالَتْ: فَلَمَّا حَلَلْتُ ذَكَرْتُ لَهُ أَنَّ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ، وَأَبَا جَهْمٍ خَطَبَانِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَمَّا أَبُو جَهْمٍ، فَلَا يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوكٌ لَا مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ» فَكَرِهْتُهُ، ثُمَّ قَالَ: «انْكِحِي أُسَامَةَ» ، فَنَكَحْتُهُ، فَجَعَلَ اللهُ فِيهِ خَيْرًا، وَاغْتَبَطْتُ بِهِ

Dari [Fatimah binti Qais] bahwa Abu 'Amru bin Hafsh menjatuhkan talak ba'in kepadanya, padahal dia sedang berada di Syam. Lalu Abu Amru mengutus wakilnya untuk mengirimkan gandum kepadanya, hingga menjadikan Fatimah marah kepada. Abu Amru berkata, "Demi Allah, kamu tidak berhak atas apapun dariku." Fatimah bin Qais lantas mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan mengkisahkan kejadian itu kepada beliau. Beliau lalu bersabda: "Kamu tidak berhak mendapatkan nafkah darinya." Kemudian beliau menyuruhnya untuk menunggu masa iddahnya di rumah Ummu Syarik. setelah itu beliau bersabda: "Dia adalah wanita yang sering dikunjungi oleh para sahabatku. Maka tunggulah masa iddahmu di rumah Abdullah bin Ummi Maktum, dia adalah seorang yang buta, sehingga kamu dapat meletakkan pakaianmu di sisinya. Jika masa iddahmu telah selesai maka beritahukanlah kepadaku." Fatimah berkata, "Ketika masa iddahku telah selesai, aku ceritakan kepada beliau bahwa Mu'awiyah bin Abu Sufyan dan Abu Jahm bin Hisyam telah melamarku. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda: "Jahm itu seorang laki-laki yang tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya, sedangkan Mu'awiyah adalah seorang laki-laki miskin yang tidak mempunyai harta. Nikahlah dengan Usamah bin Zaid." Fatimah berkata, "Sebenarnya aku tidak menyukainya." Kemudian beliau berkata lagi: "Nikahlah dengan Usamah bin Zaid." Maka aku pun menikah dengannya, dan ternyata Allah menjadikan kebaikan di dalam pernikahan itu, hingga aku merasa bahagia."HR. Muslim 2/114 no.1480

Untuk mengambil faedah lebih banyak terkait langkah seseorang yang sedang jatuh cinta dan ketika seseorang ingin ta'aruf silahkan menyaksikan video beberapa ustadz berikut

1. Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc:
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/taaruf-pra-wedding.html
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/merayakan-cinta-bersamamu.html
http://www.salamdakwah.com/videos-detail/ketika-aku-jatuh-cinta.html

2. Ustadz Firanda, LC, MA
http://salamdakwah.com/videos-detail/taaruf-yang-nyunnah.html


3. Ustadz Badrusalam, Lc
www.salamdakwah.com/videos-detail/ketika-aku-jatuh-cinta.html

Semoga bermanfaat dan bisa meluruskan pemahaman bila ada yang salah.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com