SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadiah Orang Yang Bermuamalah Dengan Riba


Ikhwan (Jawa Tengah)
4 years ago

Bismillah
Ustadz, ana ingin bertanya bagaimanakah hukumnya dan bagimanakah sikap kita yang baik menurut syari'at ketika seseorang berkunjung ke rumah saudara atau kerabat kemudian makan dari makanan yang telah disuguhkan dan terkadang pula anak anak diberikan uang saku, sedang mengetahui pekerjaan saudara/kerabatny hanyalah di bank konvensional yg bermuamalah dengan riba.
Jazakallahu khoir atas jawabannya.
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

Ada pandangan berbeda dalam masalah ini, diantaranya: Ibnu Taimiyyah ditanya tentang laki-laki yang melakukan riba dan dia meninggalkan warisan harta dan anak laki-laki sedangkan anak tersebut tahu. Apakah harta tersebut halal untuk si anak melalui warisan ataukah tidak?

Beliau menjawab," adapun nominal yang diketahui oleh si anak bahwa itu adalah riba maka itu dikeluarkan, bisa dengan cara dikembalikan ke pemiliknya jika memungkinkan atau mensedekahkannya. Sedangkan sisanya tidak diharamkan atasnya. Adapun sejumlah uang yang masih samar maka dianjurkan untuk ditinggalkan. Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyyah 29/307

Berbeda dengan beliau syaikh Utsaimin pernah ditanya," Ada seorang laki-laki bekerja di bank yang bermuamalah dengan riba. Kemudian dia mengunjungi kerabatnya seraya membawa hadiah berbentuk makanan dan pakaian untuk mereka. maka bagaimana hukum mereka menggunakan pakaian itu dan mengkonsumsi makanan tersebut. Apakah itu diharamkan atau dihalalkan?

Beliau menjawab," Dihalalkan bagi mereka untuk mengkonsumsinya, sebab, orang yang memperoleh harta dengan cara yang haram sedangkan dzatnya tidak haram maka boleh bagi orang yang mengambilnya dari orang yang bekerja tersebut (bila cara perpindahan kempemilikannya dengan cara yang syar'i) untuk mengkonsumsinya, mereka memperoleh itu dari dia dengan cara yang syar'i yaitu hadiah. Namun bila mereka tidak mau menerima hadiah, itu menjadi sebab dia menjauh dari riba maka kala itu wajib bagi mereka untuk mengembalikan hadiah itu, dan hendaknya mereka menjelaskan kepadanya bahwa mereka mengembalikan hadiah hanya disebabkan dia bermuamalah dengan riba, ini tujuannya supaya dia bertaubat.
Bila dia tidak akan meninggalkan perbuatan ribanya maka boleh bagi mereka untuk menerima hadiahnya, kita telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerima hadiah orang Yahudi, dan di Khaibar Rasul menerima hadiah seorang wanita yang menghadiahkan daging kambing...http://binothaimeen.net/content/731

Apabila seseorang berhati-hati dan tidak mau menerima hadiah dari orang yang bermuamalah dengan riba maka dia telah berusaha menjauh dari sesuatu yang diharamkan

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com