SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pasang Behel Untuk Merapikan


Akhwat (jambi)
5 years ago

Assalamualaikum ustadz,,gigi saya kurang rapi dan agak k depan,sya kurang percaya diri jadinya. Apakah saya boleh pasang behel? Apa hukum nya?
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Merapikan gigi dilihat tujuan dan alasannya. Apabila itu dimaksudkan untuk alasan kesehatan atau menghilangkan aib misalnya sebagian gigi menonjol sekali sehingga menjadi bahan hinaan orang maka itu tidak masalah. Apabila tonjolan sebagian gigi sebenarnya biasa saja namun seseorang merapikan supaya lebih cantik maka ini bermasalah.
Syekh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya: Apa hukum merapikan gigi? Beliau menjawab : “Merapikan gigi ada dua kategori :
Kategori yang pertama: Apabila maksud dan tujuannya untuk menambah keindahan dan kecantikan, maka hal ini haram dan tidak dibolehkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Ala alihi Wasallam telah melaknat para perempuan yang merenggangkan giginya guna menambah kecantikan, yang merubah ciptaan Allah. Meski sesungguhnya kaum perempuan dituntut untuk mempercantik dirinya dan memang identik dengan perhiasan. Adapun kaum lelaki maka pelarangan bagi mereka lebih ditekankan dalam hal ini.

Kategori yang kedua: Apabila merapikannya itu karena cacat atau aib maka tidak jadi masalah dan dibolehkan, karena sebagian orang kadang ada di antara gigi-giginya yang menonjol, ada kalanya gigi depannya atau gigi lain dengan bentuk tonjolan yang amat buruk. Sekiranya kalau orang lain melihatnya maka dia akan menjelekkannya. Maka dalam kondisi semacam ini seseorang dibolehkan meratakan dan merapikan gigi. Karena sesungguhnya hal ini menghilangkan cacat dan bukan bertujuan untuk menambah keindahan. Dan dalil yang menunjukkan akan hal ini adalah sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam :

أمر الرجل الذي قطع أنفه أن يتخذ أنفا من ورق أي فضة ثم أنتن فأمره أن يتخذ أنفا من ذهب

"Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan seseorang yang terputus hidungnya agar menjadikan hidung dari bahan perak kemudian lambat laun berbau hidungnya lalu Beliau memerintahkan untuk mengganti hidungnya dengan bahan emas."

Karena yang demikian ini adalah menghilangkan aib dan cacat dan bukan bertujuan menambah keindahan dan kecantikan. Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 17/22-23

Wallahu a'lam

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com