SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan Sunnah Rutin Dan Amalan Sekali-kali


Ikhwan (Jakarta)
5 years ago

Assalamu'alaikum...

Ustad Apa ada amalan yang tergolong di lakukan sekali kali dan amalan di rutinkan?
klo ada ustad tolong di beritahu mana mana saja yang tergolong amalan yang harus di rutinkan? dan amalan yang dilakukan sekali kali? (untuk amalan yang di lakukan sekali kali contohnya tidak mengapa sedikit)

syukran, barakallahufik
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Amalan yang wajib harus selalu dilaksanakan pada waktunya (semampu mukallaf) dan tidak boleh hanya dilaksanakan sekali-kali. Adapun amalan sunnah ada yang perlu dibiasakan atau dirutinkan dan ada amalan sunnah yang hanya perlu dilaksanakan sekali-kali.

Contoh sebagian amalan yang perlu dirutinkan:
1. Shalat sunnah empat raka'at sebelum Dzuhur dan dua raka'at sebelum shalat Fajar, mengingat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. Aisyah radhiyallahu ta'ala anha menerangkan,"

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَدَعُ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْغَدَاةِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan shalat sunnat empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat sebelum shalat subuh”.HR. Bukhari no.1182

2. Shalat Dhuha
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menerangkan," Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak selalu melaksanakan shalat Dhuha dengan alasan supaya tidak memberatkan ummatnya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam kadang meninggalkan suatu amalan meski beliau suka mengamalkannya, ini karena beliau khawatir akan memberatkan ummatnya, Namun sunnah qauliyah (yang berupa ucapan) bahwa membiasakannya dan selalu melaksanakannya hukumnya sunnah muakkadah. Fatawa Nur Ala ad-Darbi 10/397

Berikut ini sebagian amalan yang dilakukan sekali-kali saja:
1. Tidak memakai alas kaki ketika berjalan. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ بُرَيْدَةَ، أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحَلَ إِلَى فَضَالَةَ بْنِ عُبَيْدٍ وَهُوَ بِمِصْرَ، فَقَدِمَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: أَمَا إِنِّي لَمْ آتِكَ زَائِرًا، وَلَكِنِّي سَمِعْتُ أَنَا وَأَنْتَ حَدِيثًا مِنْ رَسُولِ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَوْتُ أَنْ يَكُونَ عِنْدَكَ مِنْهُ عِلْمٌ، قَالَ: وَمَا هُوَ؟ قَالَ: كَذَا وَكَذَا، قَالَ: فَمَا لِي أَرَاكَ شَعِثًا وَأَنْتَ أَمِيرُ الْأَرْضِ؟ قَالَ: «إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْهَانَا عَنْ كَثِيرٍ مِنَ الإِرْفَاهِ» ، قَالَ: فَمَا لِي لَا أَرَى عَلَيْكَ حِذَاءً؟ قَالَ: «كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا أَنْ نَحْتَفِيَ أَحْيَانًا»

“Dari Abdullah bin Buraidah: Bahwasanya ada seorang sahabat Rasulullah yang pergi menuju Fadhalah bin Ubaid, sedangkan Fadhalah ketika itu berada di Mesir (menjadi gubernur), lalu sahabat tersebut datang kepada Fadhalah, lalu berkata:”Adapun kedatangan saya ini sebenarnya bukanlah untuk kunjungan akan tetapi aku dan engkau pernah mendengar dari Rasulullah sebuah hadits, dan saya berharap engkau mempunyai ilmu tentangnya”, Fadhalah berkata:”Apa bunyi haditsnya? Sahabat taersebut menjawab:”bunyi haditsnya seperti ini…(sahabat tersebutpun menceritakan hadits yang dimaksud)”. Dia lantas berkata:”Mengapa rambutmu terlihat acak-acakan? Fadhalah menjawab:”Rasulullah melarang kita banyak-banyak bermewahan (sering-sering menyisir rambut)”. Dia berkata lagi:”Mengapa aku melihatmu tidak memakai sandal? Fadhalah menjawab: “Rasulullah memerintahkan kita untuk terkadang-kadang tidak bersendal”. HR. Abu Daud no.4160. Dinyatakan shahih oleh al-Albani

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com