SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Selalu Meminta Bantuan Keluarga Istri


Akhwat (jambi)
5 years ago

Assalamualaikum ustadz,,suami ku kalau lagi kesusahan dlm keuangan selalu mnta sya meminjam ke keluarga saya. Dia gak pernah mau minjam uang ke keluarganya sndiri. Pernah saya tnya alasan nya,dia marah2. Kr keluarga dia sebenarnya jauh lebih baik ekonomi nya d bandingkan keluarga saya. Bagaimana sikap saya seharusnya menghadapi masalah ini dg suami saya? Kr saya merasa suami pada saat susah,ngadu ke keluarga saya. Tapi saat kami memiliki uang yang di ingat keluarganya saja.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Untuk mencari solusi dasar masalah yang berkaitan dengan sikap suami anda yang dianggap tidak adil perlu komunikasi yang dilakukan oleh istri ke suaminya dalam kondisi si suami tenang, bahagia dan fokus supaya istri bisa mendapatkan jawaban yang sesungguhnya terkait alasan dia bersikap "tidak adil". Apabila sudah diperoleh jawaban sesungguhnya dari si suami baru solusi selanjutnya bisa dicari. Bila dalam proses pencarian jawaban itu suami bersikeras meminta tolong istri berhutang ke keluarganya maka si istri layaknya bersikap husnudhdhon kepada suami dan berusaha membantu suami mencarikan hutang. Kala itu bila keluarga istri memang ada kelebihan harta dan suami adalah orang yang menepati janji saat hutang serta bersemangat dalam membayar hutang maka bisa diambil sisi positif dalam masalah ini dengan meyakini bahwa keluarga istri sedang mendulang banyak pahala dan sedang menunggu balasan Allah yang baik dengan cara memberikan hutang kepada laki-laki tersebut dan menolongnya kala membutuhkan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. HR.Muslim no.2699 dan yang lainnya.

Dalam hadits lain beliau bersabda mengenai pahala orang yang memberikan hutang,"

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ: ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قُلْتُ: سَمِعْتُكَ يَا رَسُولَ اللهِ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، ثُمَّ سَمِعْتُكَ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ لَهُ: " بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, berkata,"Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”.

Dia berkata, kemudian aku mendengar beliau bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.”

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, saya mendengar Anda bersabda, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”. Kemudian saya mendengar Anda bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya?.”

Beliau menjawab: “Dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya” yaitu sebelum sampai waktu membayar utang, apabila telah sampai waktu membayar utang, lalu dia menangguhkannya, maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.“ HR Ahmad 38/153 no. 23046. Dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 1/170 no.86

Bila memang tanpa diduga laki-laki itu menunggak karena alasan yang logis dan tidak dibuat-buat serta bukan karena kelalaiannya maka ini bisa menjadi lahan pahala lainnya dengan cara memberikan tempo. Sebagaiamana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam di hadits yang telah lalu.

Apabila suami anda adalah tipe orang yang hobi hutang tapi tidak hobi untuk membayar, dalam artian suka menunda-nunda pembayaran meski memiliki uang atau dia suka lalai dan tidak perhatian dalam pembayaran hutangnya (padahal sudah dinasehati dan diperingatkan) maka anda tidak usah membantunya untuk berhutang karena dikhawatirkan dia akan melakukan kedholiman terhadap keluarga anda dengan cara ingkar janji dalam pembayaran hutang. Kala itu tolaklah permintaan suami anda dengan cara yang bijak sehingga tidak ada masalah yang bersumber dari urusan ini, misalnya anda minta dia sendiri yang berbicara dengan anggota keluarga anda namun sebelumnya anda menginfokan kepada anggota keluarga tersebut tabiat suami anda yang tidak baik tersebut, dan ini bukanlah termasuk ghibah yang terlarang silahkan melihat pembahasan kami sebelumnya di http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/membicarakan-orang-lain-dalam-obrolan-suami-istri-apakah-termasuk-ghibah--.html.

Apabila dia tidak menghutangi ketika suami anda meminta hutang maka itu hak dia, dan suami anda tidak berhak protes ke dia serta protes ke anda selaku istri. Apabila anggota keluarga tersebut tetap menghutangi maka itu juga merupakan hak dia, dan dia pun siap dengan resiko tidak dibayar atau pembayaran yang ditunda-tunda.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com