SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Pembantu Tidak Bekerja Sebulan


Akhwat (bekasi)
3 years ago

assalamu'alaikum...
ustadz...saya mau tanya...ada khadimat yang sudah sebulan tidak dapat bekerja di majikannya karena mengurus anaknya yang sedang sakit. apabila majikannya tidak memberi gaji, apakah itu termasuk perbuatan mendzolimi khadimat? pertimbangan tidak memberi gaji karena memang khadimat selama sebulan penuh tidak berkerja.
mohon nasehatnya
jazakallah
Redaksi salamdakwah.com
3 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang pembantu termasuk al-Ajiir (yang disewa). Orang yang disewa untuk suatu pekerjaan (yang bukan al-Ajiir al-khoos) kemudian dia tidak melaksanakan pekerjaan tersebut maka hukum asalnya dia tidak berhak atas upahnya. al-Imam al-Mawardi menulis," Maksud dari al-Ajiir adalah dia melakukan pekerjaan yang menjadi hak si penyewa dengan timbal balik adanya pengganti (upah.pent) selama tidak ada pekerjaan yang dilaksanakan maka tidak wajib diberi timbal balik (ganti). Al-Haawi al-Kabiir 6/530

Apabila pembantu ini digolongkan kepada al-Ajiir al-Khoos maka dalam kasus ini dia juga tidak berhak memperoleh upah satu bulan saat dia total sibuk mengurus anaknya mengingat dia tidak menghadirkan dirinya di hadapan si penyewa dalam rangka melaksanakan apa yang diminta oleh penyewa. Seorang Ulama' dalam madzhab Hanbali yang bernama Musthofa bin Sa'd ar-Ruhaibani menerangkan," al-Ajiir al-Khoos berhak atas upah bila dia menyiapkan dirinya untuk melaksanakan pekerjaan baik kala itu dia melakukan pekerjaan atau tidak melakukan pekerjaan (tidak ada pekerjaan yang diminta oleh penyewa.pent) sebab dia telah melakukan kewajibannya." Mathalib Uli an-Nuha 3/674

Apabila majikan berkenan memberikan upah bulan tersebut atau memberikan bantuan dana untuk pengobatan anaknya maka sungguh itu merupakan kebaikan dan pertolongan terhadap kaum muslimin yang kesusahan dan ini berpahala. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا، نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ، يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا، سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ»

Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. Tidaklah sekelompok orang berkumpul di suatu masjid (rumah Allah) untuk membaca Al Qur'an, melainkan mereka akan diliputi ketenangan, rahmat, dan dikelilingi para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang kurang amalannya, maka nasabnya tidak meninggikannya di sisi Allah ta'ala." HR.Muslim no.2699 dan yang lainnya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2019 - Www.SalamDakwah.Com