SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Campur Aduk Antara Uang Kantor dan Uang Pribadi


Ikhwan (jakarta)
4 years ago

assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.
ustad saya sebagai administrasi keuangan di sebuah lembaga yang baru berdiri 5 bulan yang lalu. uang kantor yang saya pegang selalu tercampur sama uang pribadi ana. jadi ketika beli perlengkapan kantor saya uang saya juga terikut beli perlengkapan kantor tersebut, dan sebaliknya kadang saya membeli makanan atau untuk ngemil saya pakai uang kantor! tapi kalau setiap minggu penyetoran uang pemasukkan dan pengeluaran semuanya uang kantor saya kembaliin normal sesuai data pemasukkan dan perkantoran tak ada satu rupiah pun yang saya kurangi dan saya tambah.

Apakah tercampurnya uang saya dan kantor itu perbuatan dosa?
dan Apakah dengan penyetoran normal yang saya lakukan itu masih bukan termaksud amanah?
syukran.
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Layak kiranya bila penanya membaca arahan dari syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin," Wakil adalah orang yang diberi amanah sebab barang/sesuatu berada di tangannya dikarenakan adanya izin dari orang yang mewakilkan, dan kapan amanah itu terangkat darinya?

Amanah itu terangkat darinya bila dia melampaui batas atau lalai, dan kala itu tangannya tidak dianggap menjaga amanah. Contohnya bila saya menitipkan 10.000 riyal kepada seseorang kemudian uang itu diletakkan di kotak yang ditaruh di hadapannya. Keadaan uang itu tetap demikian tanpa dia utak-atik, kala itu dia adalah seorang yang menjaga amanah, sebab uang itu berada dalam kepemilikannya dengan izin dari pemiliknya.

Pada suatu hari laki-laki ini perlu uang kemudian ia meminjam uang yang diamanahkan pada dirinya dan digunakan untuk membeli suatu keperluan, selanjutnya pada hari yang sama dia mengembalikan uang yang dia pinjam ke dalam kotak kala itu dia tidak lagi dianggap bersikap amanah sebab tangannya tidak lagi menjaga amanah itu, dia telah melakukan pengendalian harta tanpa izin dari pemiliknya sehingga ini dikatakan sebagai bentuk melampaui batas.

Apabila ada yang mengatakan," bukankah dia mengambil 10.000 kemudian mengembalikannya pada hari yang sama dan pada kotak yang sama?!."
Kami katakan," namun dia tidak berhak untuk mengutak-atik/ mengendalikan dzat barang orang lain kecuali bila mendapat izin darinya sedangkan dia kala itu belum memperoleh izin

Seandainya kotak itu terbakar dan harta yang berada di dalamnya rusak termasuk uang 10.000 Riyal (setelah dia gunakan dan kembalikan lagi) maka dia harus menanggungya sebab dia tidak lagi bersikap amanah dengan perbuatannya menggunakan uang tersebut. Adapun bila uang tersebut dia biarkan dan tidak dia apa-apakan kemudian kotaknya terbakar maka ia tidak wajib menanggungya sebab dia menjaga amanah. Perhatikanlah kaidah-kaidah ini karena itu bermanfaat sekali. Asy-Syarh al-Mumti' 9/390-391

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com