SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Jamak dan Qashar di Tempat Kerja


Ikhwan (makassar sul sel)
4 years ago

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
barakallahu fiik ustadz
saya tugas didaerah jarak rumah dimakassar dengan tempat kerja kurang lebih 180 km perjalanan kurang lebih 3,5 jam. setiap minggu saya pulang kerumah dimakassar. setiap sabtu saya pulang kerumah dimakassar dan balik ketempat kerja hari senin.
1. apakah saya bisa jamak sholat saya selama saya berada dilokasi/tempat kerja?
2. apakah dilaksanakan 2 rakaat yang rakaat 4 rakaat?
3. yang mana lebih utama dikasar atau dijamak?
syukran jazakullahi khairan
2.
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
وفيكم بارك الله

Dari pertanyaan yang disampaikan bisa difahami bahwa anda menetap lebih dari empat hari ditempat kerja. Menurut Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi bila seseorang bersafar kemudian dia berniat ingin menetap di suatu tempat lebih dari empat hari maka dia tidak boleh mengqashar shalatnya dan tidak pula bisa menjamak shalat (kecuali bila ada alasan lain yang membolehkan jamak bagi orang yang menetap). Mereka menerangkan dalam salah satu jawabannya," Musafir jika telah berniat untuk menetap di suatu tempat lebih dari empat hari, maka dia wajib menyempurnakan salat dan tidak boleh mengqasar atau menjamak menurut mayoritas ulama.
Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 8/154 Fatwa no.13289

Dalam jawaban lain disebutkan," Jika kalian mengadakan perjalanan wisata kemudian berniat menetap lebih dari empat hari di suatu tempat maka kalian wajib menyempurnakan rakaat shalat dan mengerjakannya tepat waktu. Jika kalian adakan di suatu tempat dan kurang dari empat hari, maka qasarlah shalat empat rakaat dan laksanakanlah shalat itu tepat pada waktunya, atau lakukanlah jamak antara Dzuhur dan Ashar di salah satu waktu keduanya, dan lakukanlah jamak antara Magrib dan Isya pada salah satu waktu keduanya. Dalam mengerjakan hal ini ada keluasan. Akan tetapi, yang terbaik adalah melaksanakan shalat tepat pada waktunya dalam kondisi seperti ini. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Fatwa ini ditandatangani oleh
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 8/92-93 fatwa no.4766

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
غفوا وبارك الله فيكم
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com