SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Memegang-megang Pacar


Ikhwan (jakarta)
5 years ago

ustad saya pacaran sampai tingkat pegang pegang kemaluan dan saya berinisiatif mau nikahin dia.. kami sama sama sudah ngenal sunnah, dia sejak kecil kenal sunnah dan sekarang dia sudah hafidzah sementara saya baru 1 tahun ngenal dakwah yang haq ini.
apakah dia istri yang baik bagi saya atau saya tidak baik bagi dia? ataukah saya harus mencari orang lain yang pengen di nikahin?? apakah rumah tangga saya nanti akan bahagia??? tolong jawabannya ustad.
syukran.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

Inna lillahi wa Inna Ilaihi rajiuna. Perbuatan anda berdua telah jauh melenceng dari ajaran Islam. Bersegeralah untuk bertaubat kepada Allah azza wa jalla. Sudahilah hubungan pacaran tersebut dan sampaikan pula kepada wanita tersebut untuk segera bertaubat. Perbuatan anda tersebut termasuk zina (meski derajatnya dibawah zina kemaluan) Rasulullah shallallahu alihi wa sallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ.

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.”HR. Muslim no.2657

Dalam riwayat lain disebutkan cara bertaubat dari perbuatan seperti yang anda lakukan

عَنْ عَلْقَمَةَ، وَالْأَسْوَدِ، عَنْ عَبْدِ اللهِ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي عَالَجْتُ امْرَأَةً فِي أَقْصَى الْمَدِينَةِ، وَإِنِّي أَصَبْتُ مِنْهَا مَا دُونَ أَنْ أَمَسَّهَا، فَأَنَا هَذَا، فَاقْضِ فِيَّ مَا شِئْتَ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: لَقَدْ سَتَرَكَ اللهُ، لَوْ سَتَرْتَ نَفْسَكَ، قَالَ: فَلَمْ يَرُدَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَيْئًا، فَقَامَ الرَّجُلُ فَانْطَلَقَ، فَأَتْبَعَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا دَعَاهُ، وَتَلَا عَلَيْهِ هَذِهِ الْآيَةَ: {أَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ، إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ} [هود: 114] فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: يَا نَبِيَّ اللهِ هَذَا لَهُ خَاصَّةً؟ قَالَ: «بَلْ لِلنَّاسِ كَافَّةً»

dari ['Alqamah] dan [Al Aswad] dari ['Abdullah] dia berkata; dari Abdullah, dia berkata; "Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu dia berkata; 'Ya Rasulullah! Aku telah berdosa, karena aku bermesraan dengan seorang perempuan di pinggir kota Madinah. Aku telah berbuat dosa dengannya selain bersetubuh. Maka hukumlah aku dengan hukuman apa saja yang anda hendaki. Maka Umar bin Khaththab berkata kepadanya; 'Seandainya engkau menutup rahasia dirimu, niscaya Allah telah menutupi kesalahanmu itu.' Kata Abdullah; 'Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak membantah sedikitpun ucapan Umar tersebut.' Maka berdirilah laki-laki itu kemudian pergi. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menyuruh seseorang menyusul dan memanggilnya kembali. Kemudian beliau bacakan kepadanya ayat ini: 'Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya segala perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) segala perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.' (QS Hud: 114). Maka bertanyalah seseorang dari suatu kaum yang hadir; 'Ya Nabiyullah! Apakah ayat itu ditujukan khusus baginya? ' Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: 'Bahkan untuk seluruh umat manusia.' HR. Muslim no.2763 dan yang lainnya

Apabila anda telah bertaubat dan wanita tersebut juga bertaubat, dan anda berdua masih ada rasa cinta maka tidak masalah menikah. Bila dua orang sudah benar-benar saling mencintai maka tidak ada jalan keluar yang benar untuk menyatukan keduanya kecuali pernikahan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Kami tidak pernah mengetahui sesuatu yang terbaik untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”HR. Ibnu Majah no.1847. Dishahihkan oleh Al-Albani

Apabila anda telah bertaubat sedangkan wanita tersebut belum maka sebaiknya carilah wanita lainnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

تُنْكَحُ المَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ، تَرِبَتْ يَدَاكَ

"Wanita itu dinikahi karena empat hal, karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung. HR. Bukhari no.5090 dan Muslim no.1466

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com