SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Satu Makam Untuk Dua Orang


Akhwat (Jakarta)
5 years ago

Assalamualaikum Ustadz, saya mau bertanya apabila seorang suami sudah meninggal 28 th yang lalu, bolehkah bila sang istri meninggal di kuburkan dalam satu liang bersama. syukron ustaddz atas jawabannya.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hukum asalnya setiap mayat dikuburkan di tempat terpisah dengan mayat lainnya kecuali dalam keadaan darurat. Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Di beberapa daerah di bagian selatan orang-orang menggali kuburan dengan panjang dua meter, dan lebar lebih kurang satu meter. Kuburan ini dinamakan 'suqyah'. Biasanya selalu digali oleh yang paling besar dalam suatu keluarga dan bentuknya datar. Apabila dia atau salah satu anggota keluarganya meninggal mereka dikuburkan di kuburan itu. Jangka waktu minimal adalah enam bulan. Namun kadang-kadang mereka terus menguburkan jumlah yang banyak. Kuburan ini bisa menampung lebih kurang lima belas orang baik laki-laki maupun perempuan, dari anggota keluarga tersebut. Saya mohon Anda memberi saya fatwa tentang pertanyaan ini. Jika memang tindakan tersebut tidak boleh, maka saya harap Anda mengingatkan orang-orang tentang hal seperti ini melalui media massa, dengan harapan agar orang yang melakukan hal ini dapat meninggalkannya.

Mereka menjawab: Setiap mayat wajib dikubur di kuburannya masing-masing secara terpisah. Masing-masing dibuatkan lahad, kemudian lahad itu ditutupi dengan batu bata atau yang semisalnya. Mayat tidak dikuburkan secara berkelompok dalam satu kuburan kecuali jika ada hal yang sangat memberatkan ketika manguburkannya secara terpisah, mungkin karena jumlah orang yang meninggal banyak akibat wabah penyakit atau pembunuhan dan sebagainya. Tidak ada larangan menguburkan dua atau tiga mayat dalam satu kuburan. Orang yang lebih baik agamanya diletakkan paling depan menghadap kiblat, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Abdullah bin Ghadyan selaku Anggota
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua Komite
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 8/435 NO. Fatwa 6455
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com