SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menagih Hutang Setiap Hari


Akhwat
5 years ago

Assalamualaikum Ustadz

Ana mau bertanya apakah berdosa jika kita setiap hari menagih hutang kepada yang berhutang dimana yang berhutang berjanji akan membayar tetapi setelah jatuh pada tanggal yang dia janjikan tidak juga membayar lalu kita tagih terus uang kita.itu dilakukan.

Jazakillah khoir

Barokallahu Fiykum
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila memang sudah jatuh tempo pembayaran sedangkan orang yang berhutang sengaja menunda pembayaran meski dia memiliki harta yang bisa digunakan untuk melunasi maka orang yang berhutang telah berbuat kedholiman. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

«مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ»

Menunda-nunda pembayaran hutang padahal mampu, termasuk kedholiman”.[HR. Bukhori, no. 2400 dan Muslim no.1564]

Dalam hadits lain disebutkan,"

لَيُّ الْوَاجِدِ يُحِلُّ عِرْضَهُ وَعُقُوْبَتَهُ

"Penundaan (pembayaran) yang dilakukan oleh orang mampu menghalalkan harga diri dan memberikan sanksi kepadanya" HR. Abu Daud no.3628 dan an-Nasa'i no.4689 dan Ibn Majah no.2427 dan Ahmad 29/465 dan yang lainnya. Dihasankan oleh al-Albani

Oleh karena dia telah berbuat dhalim maka kita harus menolongnya. Apabila kita mendapati orang yang berhutang kepada kita melakukan penundaan pembayaran padahal dia mampu maka kita harus menolongnya dari kedholimannya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

«انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا»

Tolonglah saudaramu dalam keadaan dia dhalim atau didhalimi. HR. Bukhari no.2443 dan yang lainnya.

Cara kita untuk menolongnya adalah menasehati dan menagih kepadanya secara langsung atau tidak langsung supaya dia segera melunasi hutangnya. Selanjutnya adalah kita tidak memberinya hutang lagi bila ia masih belum berubah dari kebiasaan penundaannya supaya kedholimannya tidak bertambah.

Apabila orang yang berhutang sedang dalam kesusahan sehingga belum mampu untuk melunasi hutangnya maka seharusnya ia diberi tempo. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 280:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.

Memberi tempo kepada orang yang mengalami kesulitan dalam membayar merupakan amalan yang pahalanya besar. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ: ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قُلْتُ: سَمِعْتُكَ يَا رَسُولَ اللهِ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ "، ثُمَّ سَمِعْتُكَ تَقُولُ: " مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "، قَالَ لَهُ: " بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ "

Dari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya, berkata,"Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”.
Dia berkata, kemudian aku mendengar beliau bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.”
Aku bertanya, “Ya Rasulullah, saya mendengar Anda bersabda, “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya”. Kemudian saya mendengar Anda bersabda: “Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan (dalam membayar utang), maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya?.”
Beliau menjawab: “Dia mendapat ganjaran sedekah yang sebanding dengannya” yaitu sebelum sampai waktu membayar utang, apabila telah sampai waktu membayar utang, lalu dia menangguhkannya, maka pada setiap hari dia mendapat ganjaran sedekah dua kali lipat darinya.“ HR Ahmad 38/153 no. 23046. Dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 1/170 no.86

Apabila orang yang memberi hutang membebaskan orang yang berhutang dari hutangnya maka itu lebih baik sebagaimana disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 280 di atas. Di samping itu orang yang membebaskan orang yang berhutang dari hutangnya saat dia kesulitan maka Allah akan membebaskannya dari dosa-dosanya ketika dia bertemu dengan Allah azza wa jalla. Dalam salah satu riwayat disebutkan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: " كَانَ الرَّجُلُ يُدَايِنُ النَّاسَ، فَكَانَ يَقُولُ لِفَتَاهُ: إِذَا أَتَيْتَ مُعْسِرًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ، لَعَلَّ الله أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا، قَالَ: فَلَقِيَ الله فَتَجَاوَزَ عَنْهُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Pernah ada satu orang yang menghutangi orang-orang, dia berkata kepada pembantunya jika engkau dapati orang yang berhutang mengalami kesusahan (bayar hutang), maka bebaskan hutang darinya, semoga Allah membebaskan (memaafkan) kita, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda maka Allah pun membebaskan (memaafkan) dosa darinya.” HR. Bukhari No.3480 dan Muslim no.1562 dan yang lainnya

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com