SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apakah Sah Qurbannya Bila Dia Memotong Rambut dan Kukunya


Akhwat (Bekasi)
5 years ago

Assalamualaikum...

Ustad, apakah sah qurban seseorang jika yang berkurban memotong rambutnya malah sampai botak, karena ada teman saya yang akan berqurban tapi membotaki rambutnya dengan alasan itu kan hanya sunnah dan tidak wajb..

Mohon pencerahannya ustad,

Terimakasih, semoga ustad semua selalu diberkahi kemudahan dalam mengamalkan ilmu agama yang di ridhoi ini.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini kami nukilkan keterangan dari Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi terkait masalah yang ditanyakan. Mereka pernah ditanya," ada Hadits, "Orang yang hendak berkurban atau orang lain berkurban atas namanya, ia tidak boleh memotong rambut, kulit dan kukunya sedikitpun, sejak awal bulan Dzulhijjah sampai ia berkurban". Apakah larangan ini bersifat umum mencakup Ahlul Bait seluruhnya? baik yang sudah besar ataupun masih kecil, atau hanya untuk yang besar saja dan tidak berlaku untuk yang masih kecil?

Mereka menjawab: Kami tidak mengetahui bahwasanya teks hadis adalah sebagaimana yang disebutkan oleh penanya. Teks yang kami ketahui dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Jamaah (Bukhari, Muslim, Nasai, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad ) kecuali Bukhari, dari Ummu Salamah radhiyallahu `anha bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

إذا رأيتم هلال ذي الحجة وأراد أحدكم أن يضحي فليمسك عن شعره وأظفاره

Jika kalian telah menyaksikan bulat sabit Dzulhijjah (telah memasuki satu Dzulhijjah) dan salah seorang dari kalian ingin berkurban, maka hendaklah menahan diri (dari memotong) rambut dan kukunya. Teks dalam Abu Dawud dan (Lafalnya) dari Muslim dan Nasa'i juga

من كان له ذبح يذبحه فإذا أهل هلال ذي الحجة فلا يأخذ من شعره وأظفاره حتى يضحي

Barangsiapa memiliki hewan kurban untuk dia sembelih, maka apabila telah masuk bulan Dzulhijjah jangan sekali kali dia memotong rambut dan kukunya sedikit pun sampai dia selesai dari menyembelih

Hadis ini menunjukan adanya larangan memotong rambut dan kuku setelah masuknya hari kesepuluh bulan Dzulhijjah bagi orang yang hendak berkurban.

Dalam riwayat pertama terdapat perintah dan larangan, secara hukum asal perintah berarti wajib hukumnya, dan sepengetahuan kami tidak ada alasan yang mengeluarkan hukum asal ini. Riwayat kedua di dalamnya terdapat larangan untuk memotong, dan secara hukum asal berarti haram yakni haram memotong, dan sepengetahuan kami tidak ada alasan yang mengeluarkannya dari hukum asal ini. Dari sini jelaslah sudah bahwa hadis ini khusus bagi orang yang hendak berkurban saja. Adapun orang yang kurbannya dilakukan oleh orang lain, baik ia sudah besar maupun masih kecil maka tidak ada larangan baginya untuk memotong rambut, kulit dan kuku berdasarkan hukum asal dalam memotong yaitu boleh, karena kami tidak menemukan dalil yang bertentangan dengan hukum asal ini.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi 11/426-427 pertanyaan ketiga dari fatwa no1407

Namun bila seseorang yang berkurban dengan sengaja memotong rambutnya maka ini tidak menjadikan kurbannya tidak sah bila rukun dan syaratnya terpenuhi. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya," Bagaimana hukum hewan kurban yang ditunaikan untuk kedua orang tuanya, sedangkan dia mencukur jenggotnya dan memotong kuku pada sepuluh hari bulan Dzulhijjah?

Mereka menjawab," Kurbannya sah, baik untuk dirinya maupun kedua orang tuanya. Mencukur jenggot dan memotong kuku pada sepuluh hari Dzulhijjah, sebelum atau ketika menyembelih kurban tidak membatalkan kurbannya. Namun begitu, memotong kuku pada hari tersebut telah berbuat keburukan dan memotong jenggot adalah perbuatan munkar kapan saja dilakukan terlebih pada hari-hari tersebut.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 11/428. Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 4312

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com