SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Amalan 1000 x Untuk Menikah Dengan Yang Disukai


Ikhwan (yogyakarta)
5 years ago

Assalamualaikum wr wb

Pak ustad saya ingin istiqarah amalan shlawat nabi sebanyak 1000x,
Setelah sholat saya membaca wirid lalu membaca doa kedua orang tua 3x, lalu membaca surat al ikhlas 3x, lalu membaca surat alam nasyrah 3x, lalu membaca istighfar 100x, lalu membaca dzikir 100x setelah it membaca shlawat 100x (kcuali mgrib dan subuh 1000x) lalu menbaca doa selamat,

1. Dari yang saya lakukan apakah ada kekurangan pak ustad,..?
2. Dan saya dengar jika kita membaca sholawat doa kita akan dikabulkan, oleh sebab it bagaimana cara sholawat yg tepat dan benar,?
Saya biasa membaca sholawat: Allohumma Sholli wa Sallim 'Alaa NABIYYINAA Muhammad
3. Pak ustad saya sekarang sedang mencintai seseorang dan saya berdoa agar allah memberikan jalan dan mengizinkan saya untuk dia, jdi saya membaca sholawat sambil melihat pada foto wanita tersebut, pertanyaan saya, APAKAH cara yg saya lakuan benar atau salah, dan jika salah maka bgaimana cara yang benar...

Mohon atas jawabanya pak ustad,
Karena saya ingin menjadi lebih baik
Terimakasih
Wassalamualaikum wr wb
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه

Semoga penanya dan para pengunjung salamdakwah.com selalu diberkahi oleh Allah ta'ala dan selalu dibri taufiq oleh Allah ta'ala.

Pertama, bila berkenan penanya kami harapkan menyampaikan dalil yang shahih dan tegas untuk amalan yang disebutkan di kolom pertanyaan. Kami pribadi tidak mengamalkan dan tidak berpandangan disyariatkannya amalan tersebut mengingat kami belum mengetahui adanya dalil yang shahih dan tegas yang bisa dijadikan sandaran untuk amalan tersebut sedangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mewanti-wanti kepada ummatnya untuk tidak membuat ajaran baru dalam Islam tanpa ada dalil yang mendasari. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang tidak berdasarkan urusan (agama) kami, maka perbuatan tersebut tertolak. HR. Muslim no.1718

Dan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari urusan agama kami, maka perkara itu tertolak. HR. Bukhari no.2697 dan Muslim no.1718

Apabila kami mendapatkan ilmu baru melalui penanya yang membawakan dalil untuk amalan yang disampaikan maka kami sangat berterima kasih, sebab kami memperoleh ilmu baru yang belum sampai ke kami karena keterbatasan kami.

Jawaban pertanyaan kedua, Termasuk wasilah diterimanya do'a adalah mengikutsertakan shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dalam salah satu hadits disebutkan, "Abdullah bin Mas’oud radhiyallahu ‘anhu berkata:

كُنْتُ أُصَلِّي وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَأَبُو بَكْرٍ ، وَعُمَرُ مَعَهُ ، فَلَمَّا جَلَسْتُ بَدَأْتُ بِالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، ثُمَّ الصَّلاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، ثُمَّ دَعَوْتُ لِنَفْسِي ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : سَلْ تُعْطَهْ ، سَلْ تُعْطَهْ

Aku pernah sholat, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, Abu Bakr, dan ‘Umar sedang bersama. Ketika aku duduk, aku mulai memuji (mengagungkan) Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian bershalawat ke atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berdoa untuk diriku. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Mintalah kamu akan diberi. Mintalah, kamu akan diberi.” (Hadis Riwayat at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi 2/488 no. 593 Imam Tirmidzi mengatakan: Hadis hasan sahih. Al-Albani mengatakan,” sanadnya hasan” Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 7/620

Dalam silsilah al-Ahadits ash-Shahihah syaikh al-Albani menukil riwayat dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu:

كُلُّ دُعَاءٍ مَحْجُوبٌ حَتَّى يُصَلِّي عَلَى النَّبِي صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Setiap do'a terhalang sampai shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wa sallam diucapkan.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mukhollad di al-Muntaqo min Ahaditsihi 1/76 dan al-Ashbahani di at-Targhib 2/171 dari sallam bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Qais dari Abi Ishaq dari al-Harits dari Ali secara marfu'...

Aku katakan: ini dihukumi marfu' sebab riwayat semacam ini tidaklah bersumber dari pemikiran sebagaimana yang dikatakan oleh as-Sakhawi. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 5/54-55

Untuk bentuk-bentuk shalawat silahkan melihat sebagiannya di keterangan yang disampaikan oleh syaikh Ibnu Baz di jawaban kami sebelumnya di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/kata-sayyidina-dalam-shalawat.html

Jawaban ketiga, kami juga belum mengetahui adanya dalil bolehnya amalan bershalawat sambil melihat wajah lawan jenis yang disukai. Sebaliknya, yang kami ketahui hukum asalnya seorang laki-laki seharusnya menundukkan pandangannya dari melihat wanita yang bukan mahram. Allah ta'ala berfirman dalam surat An-Nur ayat 30-31:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ.

“Katakanlah kepada laki – laki yang beriman :”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya

Nasehat kami kepada penanya apabila anda menyukai seorang muslimah yang shalihah dan anda memiliki kemampuan dalam pernikahan maka kumpulkanlah informasi penting terkait muslimah tersebut sebanyak mungkin yang bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk melanjutkan ke pernikahan atau tidak. Jangan lupa melaksanakan shalat istikhoroh, untuk dalil dan doanya silahkan membuka pembahasan kami sebelumnya di http://salamdakwah.com/baca-pertanyaan/tanya-jawab-3.html. Apabila sudah mantap bersegeralah menghubungi laki-laki mahram dari wanita tersebut untuk melanjutkan ke proses yang serius seperti lamaran dan pernikahan. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

“Kami tidak pernah mengetahui sesuatu yang terbaik untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”HR. Ibnu Majah no.1847. Dishahihkan oleh Al-Albani

Semoga Allah ta'ala memudahkan penanya untuk memperoleh pasangan hidup yang baik baginya menurut Allah ta'ala. Wallahu ta'ala a'lam
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com