SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Malu Membayar Hutang Karena Lama Belum Membayar


Ikhwan (Bekasi)
4 years ago

Assalamu'alaikum Ustadz,

Dulu saat saya masih sekolah, saya pernah indekos, namun saya belum bisa bayar uang makannya ( Uang makan indekos ), dan sang pemilik rumah berkata "Bayar saja kalau sudah ada uang". Sekarang sudah lama sekali, saya hendak membayar utang tersebut yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Tapi saya malu, bagaimana cara terbaik untuk membayarnya? Bolehkah saya titipkan pada seseorang yang kenal? Atau saya simpan di depan rumahnya?
Redaksi salamdakwah.com
4 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Silahkan membayarnya segera supaya anda terbebas dari tanggungan. Apabila anda menunda-nunda padahal anda mampu maka dikhawatirkan anda termasuk dalam hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam,"

، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ»

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata,” sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Penundaan pembayaran hutang oleh orang-orang yang mampu adalah suatu kezhaliman. Dan jika salah seorang diantara kalian diikutkan kepada orang yang mampu, maka hendaklah dia mengikutinya” HR. Bukhari no.2287 dan Muslim no. 1564

Apabila sampai orang yang hutang meninggal sedangkan hutang belum terbayar (karena selalu menunda-nunda) maka urusannya akan berlanjut. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

: «نَفْسُ المُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ»

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” HR. At-Tirmidzi no.1078 dan Ibnu Majah no.2413 dan yang lainnya. Dishahihkan oleh al-Albani

Syaikh Ali al-Qari menerangkan:
Ruhnya tertahan karenanya…maknanya: tidak mencapai tujuannya dari memasuki surga, kedudukan yang tinggi atau berkumpul dengan Kumpulan hamba Allah yang shaleh. Mirqatul Mafatih 5/1959

Kalau bisa anda membayar sendiri uang itu sambil meminta maaf atas waktu pembayaran yang begitu lama maka lakukanlah. Apabila anda merasa tidak nyaman membayar secara langsung maka anda bisa menitipkan ke orang lain yang bisa dipercaya. Apabila anda melebihkan pembayaran dari nilai hutang yang anda ambil sebelumnya sebagai bentuk terima kasih atas pertolongan dalam bentuk hutang itu maka itu lebih baik

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan,"
Jika peminjam melebihkan bayarannya tanpa ada pensyaratan atau kesepakatan atas penambahan terlebih sebelumnya, maka hukumnya juga boleh, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam

«إِنَّ خِيَارَ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ قَضَاءً »

Sesungguhnya manusia yang paling baik adalah yang paling baik dalam membayar hutangnya...Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah 14/113 Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 19173

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com