SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bila Imam Shalat Tarawih Cepat


Ikhwan (Jakarta)
5 years ago

Assalamu'alaikum warrohmatullohiwabarokaatuh Ustadz, afwan sebelumnya ana mau tanya.. bagaimana hukum mengikuti imam yang membaca bacaan sholat dan mengikuti gerakannya yang cepat (terburu-buru) ? Mohon penjelasannya ustadz, sebab saya khawatir apabila sholat saya tidak diterima. Sekian ustadz, Jazakallahukhayronkatsiir... Wassalamu'alaikum warrohmatullohiwabarokaatuh
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Sebelum kami menjawab pertanyaan penanya layak kiranya kami menerjemahkan nasehat untuk para imam tarawih secara khusus dan imam shalat lain secara umum dari syaikh Utsaimin:
Dan paling penting dalam masalah ini adalah seorang imam pada saat shalat malam Ramadhan seharusnya thuma’ninah kala shalat: dalam Ruku’, Sujud, berdiri, Duduk dan Tasyahhudnya supaya orang-orang bisa thuma’ninah dalam melaksanakan shalat malam tersebut….

Dan ahli ilmu menjelaskan bahwasanya imam dimakruhkan untuk mempercepat gerakannya sehingga semua ma’mum atau sebagian mereka tidak sempat melaksanakan sunnah-sunnah dalam shalat, apalagi jika kecepatan gerakan imam sampai menjadikan ma’mum atau sebagian mereka tidak sempat untuk melaksanakan hal-hal yang diwajibkan dalam shalat. http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_7870.shtml

Apabila imam gerakan shalatnya sangat cepat sampai-sampai dia dan makmum tidak tuma'ninahndalam shalat dan sampai-sampai dzikir sholat tidak bisa terbaca walau sekali maka seharusnya makmum mencari jama'ah lain mengingat tuma'ninah dalam shalat adalah termasuk rukun shalat. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عن رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ فِي المَسْجِدِ يَوْمًا، قَالَ رِفَاعَةُ وَنَحْنُ مَعَهُ: إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ كَالبَدَوِيِّ، فَصَلَّى فَأَخَفَّ صَلَاتَهُ، ثُمَّ انْصَرَفَ، فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَرَجَعَ فَصَلَّى، ثُمَّ جَاءَ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: «وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَفَعَلَ ذَلِكَ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا، كُلُّ ذَلِكَ يَأْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيُسَلِّمُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَقُولُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«وَعَلَيْكَ، فَارْجِعْ فَصَلِّ فَإِنَّكَ لَمْ تُصَلِّ» ، فَخَافَ النَّاسُ وَكَبُرَ عَلَيْهِمْ أَنْ يَكُونَ مَنْ أَخَفَّ صَلَاتَهُ لَمْ يُصَلِّ، فَقَالَ الرَّجُلُ فِي آخِرِ ذَلِكَ: فَأَرِنِي وَعَلِّمْنِي، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ أُصِيبُ وَأُخْطِئُ.

Dari Rifaa’ah bin Raafi’ : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk di dalam masjid pada suatu hari. Pada waktu itu kamu bersama beliau ketika datang seorang laki-laki Badui kepada beliau. Ia lalu shalat dengan cepat. (Setelah selesai.pent), lalu berpaling dan mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Hendaknya kamu kembali ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat”. Ia pun mengulanginya sampai dua atau tiga kali, dimana setiap selesai shalat, ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan beliau pun menjawab : “Kembalilah ulangi shalatmu, karena kamu belum shalat”. Orang-orang menjadi khawatir dan menjadi besarlah perkara itu bagi mereka, bahwasannya barangsiapa yang paling cepat shalatnya, maka dianggap belum melakukan shalat. Orang tersebut berkata pada akhirnya : “Nasihatilah aku dan ajarkanlah kepadaku, karena aku hanyalah manusia yang kadang benar dan kadang pula salah”. HR. Tirmidzi no. 302. Dishahihkan oleh Albani

Dengan begini kita tahu akan tahu urgensi dari thuma’ninah shalat. Kalau seandainya imam tidak thuma’ninah dalam shalatnya sampai dia tidak memberikan gerakan shalat haknya dan diperkirakan dia tidak sempat membaca dzikir-dzikir shalat karena saking cepatnya maka tidak sepantasnya kita menjadi ma’mum dari imam tersebut.

Dan seharusnya jama’ah masjid menasehati dan tidak tinggal diam jika mendapati imam yang tidak thuma’ninah dalam shalatnya. Kalau seandainya imam suatu masjid tidak layak diikuti karena shalat yang begitu cepat maka hendaknya ma’mum tersebut mencari masjid lain yang imamnya tenang dan bagus shalatnya. Jadi tidak buru-buru shalat sendiri, mengingat begitu besarnya keutamaan shalat malam Ramadhan (secara khusus) secara berjama’ah

Wallahu a’lam
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com