SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Antara Pacaran, Nonton Porno Atau Onani


Ikhwan (kendari)
5 years ago

assalamu'alaikumu wa rahmatullahi wa barakatuh. apa yang saya harus pilih ketika saya tak mampu nikah karena penghasilan saya dibawah 900rb,, tapi saya dihadapi dua masalah menjelang bulan ramadhan,, *pilihan saya tetap pacaran sama akhwat tapi gak sampai berzina atau *saya memilih menonton film porn dan onani tapi memutuskan akhwat tadi agar gak pacara,,,??? syukron jazakullah khairan
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Pacaran, nonton porno dan onani hukumnya haram dilakukan dalam Islam sehingga hukum asalnya dia tidak boleh dijadikan opsi yang dipilih.

Apabila dorongan syahwat dari penanya kuat maka silahkan tempuh jalur pernikahan, dan jangan jadikan penghasilan bulanan yang sekarang sebagai penghalang untuk menikah.

Apabila kita merujuk ke zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu ta'ala anhum kita akan dapati bahwa tidak semua sahabat Nabi radhiyallahu anhum dalam keadaan berkecukupan kala menikah. Dalam salah satu riwayat yang shahih disebutkan:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ: إِنِّي وَهَبْتُ مِنْ نَفْسِي، فَقَامَتْ طَوِيلًا، فَقَالَ رَجُلٌ: زَوِّجْنِيهَا إِنْ لَمْ تَكُنْ لَكَ بِهَا حَاجَةٌ، قَالَ: «هَلْ عِنْدَكَ مِنْ شَيْءٍ تُصْدِقُهَا؟» قَالَ: مَا عِنْدِي إِلَّا إِزَارِي، فَقَالَ: «إِنْ أَعْطَيْتَهَا إِيَّاهُ جَلَسْتَ لاَ إِزَارَ لَكَ، فَالْتَمِسْ شَيْئًا» فَقَالَ: مَا أَجِدُ شَيْئًا، فَقَالَ: «التَمِسْ وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ» فَلَمْ يَجِدْ، فَقَالَ: «أَمَعَكَ مِنَ القُرْآنِ شَيْءٌ؟» قَالَ: نَعَمْ، سُورَةُ كَذَا، وَسُورَةُ كَذَا، لِسُوَرٍ سَمَّاهَا، فَقَالَ: «قَدْ زَوَّجْنَاكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ

Dari Sahl bin Sa'd ia berkata; Ada seorang wanita datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, "Sesungguhnya aku menghibahkan diriku." Wanita itu berdiri agak lama, lalu seorang laki-laki pun berkata, "Nikahkahkanlah aku dengannya, jika memang Anda tidak berhasrat padanya." Beliau bertanya: "Apakah kamu memiliki sesuatu untuk maharnya?" laki-laki itu berkata, "Aku tidak punya apa-apa kecuali kainku ini." Beliau bersabda: "Jika kamu memberikannya maka kamu duduk tidak berkain. Carilah sesuatu." Laki-laki itu menjawab, "Aku tidak mendapatkan sesuatu." Beliau bersabda lagi: "Carilah, meskipun hanya berupa cincin besi." Namun laki-laki itu ternyata tak mendapatkan sesuatu, akhirnya beliau bertanya: "Apakah kamu hafal sesuatu dari Al Qur`an?" laki-laki itu menjawab, "Ya, yaitu surat ini dan ini." Ia menyebutkannya. Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya aku menikahkanmu dengan wanita itu dengan mahar hafalan Al Qur`anmu." HR. Bukhari no.5135 dan Muslim no.1425 lafadz ini adalah lafadz Bukhari dan diriwayatkan oleh yang lainnya.

Penanya seharusnya menguatkan keimanannya, berprasangka baik terhadap Allah ta'ala (maha pemberi rizki) dan memilih wanita yang agamanya baik sebagai pendamping hidup. Semoga Allah ta'ala memberikan kecukupan ketika dia menikah. Dalam al-Qur'an Allah ta'ala berfirman (an-Nur:32) :

وَأَنكِحُواْ ٱلۡأَيَٰمَىٰ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنۡ عِبَادِكُمۡ وَإِمَآئِكُمۡۚ إِن يَكُونُواْ فُقَرَآءَ يُغۡنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui

Penanya juga seharusnya berusaha lebih keras dalam mencari rizki, bertawakal dan menjadikan pernikahan sebagai jalan untuk membentengi diri dari perbuatan keji serta sebagai jalan untuk mendapatkan karunia Allah ta'ala, diharapkan dengan demikian Allah ta'ala akan membantu penanya dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Dalam salah satu hadits disebutkan,"

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمُ الْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ‏

Telah mengkhabarkan kepada kami Qutaibah, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Muhammad bin 'Ajlan dari Sa'id dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga golongan yang merupakan hak atas Allah 'azza wajalla untuk membantu mereka, yaitu; sahaya yang mengadakan perjanjian pembebasan dirinya yang ingin menunaikan kewajibannya, orang yang menikah ingin menjaga kesucian dirinya, dan orang yang berjihad di jalan Allah."HR. At-Tirmidzi no.1655 dan An-Nasa’i no.3218 dan yang lainnya. Lafadz di atas adalah lafadz Nasa'i

Imam al-Bukhari rahimahullah telah membuat dalam kitab beliau satu bab yang berjudul menikahkan orang yang dalam keadaan tidak lapang ini berdasarkan Firman Allah ta’ala (an-Nur:32)

( إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمْ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ )

Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.

Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menerangkan: perkataan imam Bukhari:
ini berdasarkan Firman Allah ta’ala (an-Nur:32)

( إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمْ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ )

Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya.

Adalah pemberian alasan untuk hukum penjelasan bab. Kesimpulannya kemiskinan saat sekarang tidaklah menghalangi pernikahan mengingat adanya kemungkinan menjadi berkecukupan di masa yang akan datang. Fath al-Bari 9/131

Ibnu Katsir rahimahullah menukil perkataan Abdullah bin Mas’ud: carilah kecukupan dalam pernikahan. Tafsir Ibnu Katsir 6/51

Semoga Allah ta'ala mudahkan penanya dan kita semua untuk melaksanakan apa yang Allah ta'ala perintahkan dan menjauhkan kita dari perbuatan dosa dan maksiat.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com