SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagian Bawah Menara Masjid Dijadikan Toko


Ikhwan (lombok timur, ntb)
5 years ago

assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
ustad saya ingin menanyakan beberapa hal
bolehkah jual beli dilakukan didalam masjid?, soalnya di masjid kampung saya dibangun menara masjid dan dibagian bawahnya di manfaatkan sebagai toko menjual baju muslim/ah, keuntungan penjualan separuhnya dijadikan sebagai kas masjid untuk pembangunan masjid nantinya.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila menara tersebut di dalam pagar masjid atau termasuk di tanah yang diwakafkan untuk dibangun bangunan masjid maka ini termasuk jual-beli di dalam masjid. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya,"
Banyak masjid di Amerika terdiri dari ruangan khusus untuk salat, dan beberapa ruangan lain yang menyatu dengan masjid. Apakah boleh melakukan transaksi jual beli di dalam ruangan-ruangan tersebut guna kepentingan masjid? Dan apakah boleh melakukan transaksi jual beli di ruangan khusus untuk salat, atau mempromosikan barang dagangan dan jasa di sana?

Mereka menjawab,"
Tidak boleh melakukan transaksi jual beli dan mempromosikan barang dagangan di ruangan yang dikhususkan untuk salat jika ruangan tersebut termasuk bagian masjid. Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda,

" إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي المَسْجِدِ، فَقُولُوا: لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ،

'' Jika kalian melihat orang menjual atau membeli di masjid maka katakanlah, "Semoga Allah tidak memberi keuntungan pada daganganmu." HR. At-Tirmidzi no. 1321 dan yang lainnya. Dishahihkan al-Albani

Dan beliau Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda, ''

مَنْ سَمِعَ رَجُلًا يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَلْيَقُلْ لَا رَدَّهَا اللهُ عَلَيْكَ

Barangsiapa mendengar seseorang mencari (mengumumkan) barangnya yang hilang di masjid, hendaklah dia berkata, "Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu". (HR. Muslim no.568 dan yang lainnya)

Tentang ruangan lain yang tidak dikhususkan sebagai tempat salat, rinciannya sebagai berikut:

Jika dia berada di dalam pagar masjid maka statusnya sama dengan masjid, dan hukum transaksi jual beli di sana sama dengan hukum transaksi jual beli di ruang salat. Adapun jika dia berada di luar pagar masjid sekalipun pintunya menempel pada pagar masjid maka statusnya bukanlah masjid, karena rumah Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam yang dihuni Aisyah radhiyallahu `anha pintunya berada di dalam masjid, dan tidak dihukumi sebagai masjid.
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/286 pertanyaan ketiga dari fatwa no.11967

Diantara dalil dilarangnya jual beli di masjid adalah riwayat,"

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الشِّرَاءِ وَالْبَيْعِ فِي الْمَسْجِدِ، وَأَنْ تُنْشَدَ فِيهِ ضَالَّةٌ، وَأَنْ يُنْشَدَ فِيهِ شِعْرٌ، وَنَهَى عَنِ التَّحَلُّقِ قَبْلَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ»

Dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang jual beli di masjid, melarang pengumuman barang hilang di dalamnya, melarang pembacaan syair di dalamnya serta melarang membuat halaqah sebelum shalat pada hari Jum'at. HR. Ahmad 11/257 dan Abu Daud no.1079 dan yang lainnya. Dihasankan oleh al-Albani

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com