SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Membedakan Hak Istri Yang Punya Anak Denga Istri Yang Tidak Punya Anak


Akhwat (tangerang)
5 years ago

Assalamu'alaikum pak ustadz,jika seorang suami yang mempunyai istri lebih dari satu tp dia membedakan hak2nya dikarnakan istri pertama sudah mempunyai anak dan yang kedua belum,?dulu dgn istri pertama dimulai dari nol (tidak punya apa),karena sekarang sudah dibilang sukses jadi ketika menikah yang kedua apakah harus sama juga mengikuti seperti dulu dengan istri pertamanya sedangkah waktu ijab qabul sudah menjadi tanggung jawabnya nafkahpun dibatasi harus mengikuti seperti dulu pertama nikah dengan istri pertama harus dimulai dengan nol,jaman istri pertama dan kedua beda,apakah suami boleh melakukan seperti itu pak ustadz..?Mohon penjelasannya ya pak ustadz
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila maksud anda dengan hak di sini adalah hak nafkah harta maka perlu diketahui bahwa seorang suami wajib untuk memberi nafkah istri-istrinya dengan ukuran yang sama sesuai dengan kemampuannya. Apabila mampu memberi banyak maka tidak boleh dia bakhil ke salah satunya dengan dalih menyamakan keadaan sekarang yang lapang rizki dengan keadaan masa lampau yang dalam keadaan kekurangan. Allah ta'ala berfirman dalam surat ath-Thalaq ayat 7,"

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerangkan hukuman bagi seseorang yang tidak adil pada istri-istrinya dalam hal yang ia mampu lakukan,"

مَنْ كَانَ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ

“Siapa yang memiliki dua istri lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan satu sisi tubuhnya miring.”HR. Abu Daud no.2133, an-Nasai no.3942 dan yang lainnyya. Dishahihkan oleh al-Albani

Al-Imam ash-Shan'ani menerangkan,"
Hadits tersebut merupakan dalil wajibnya seorang suami untuk berlaku sama terhadap para istri. Dan haram atasnya untuk condong/cenderung kepada salah satu dari mereka. Allah ta'ala telah berfirman,”

فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ

Janganlah kalian terlalu cenderung/condong (kepada yang kalian cintai,pent).An-Nisa':29

Maksudnya condong ke salah satu dalam hal menggilir dan memberi nafkah. Bukan dalam hal rasa cinta...Subulussalam 2/238

Terkait pemberian harta lebih kepada istri yang sudah memiliki anak maka ini tidak masalah bila pemberian lebih ini dimaksudkan memberi nafkah kepada anaknya juga mengingat secara umum seorang ayah wajib memberi nafkah kepada anaknya. Dalam salah satu riwayat disebutkan,"

عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ هِنْدَ بِنْتَ عُتْبَةَ، قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبَا سُفْيَانَ رَجُلٌ شَحِيحٌ وَلَيْسَ يُعْطِينِي مَا يَكْفِينِي وَوَلَدِي، إِلَّا مَا أَخَذْتُ مِنْهُ وَهُوَ لاَ يَعْلَمُ، فَقَالَ: «خُذِي مَا يَكْفِيكِ وَوَلَدَكِ، بِالْمَعْرُوفِ»

Dari Aisyah radhiyallahu anha bahwa Hinda binti Utbah berkata, "Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, Abu Sufyan adalah seorang laki-laki yang pelit. Ia tidak memberikan kecukupan nafkah padaku dan anakku, kecuali jika aku mengambil dari hartanya dengan tanpa sepengetahuannya." Maka beliau bersabda: "Ambillah dari hartanya sekadar untuk memenuhi kebutuhanmu dan juga anakmu secara wajar."HR. Bukhari no.5364 dan Muslim no.1714 Lafadz ini adalah lafadz Bukhari

Jadi bila seorang suami memberi istri yang sudah mempunyai anak nafkah harta yang lebih (pemberian itu sebagian untuk istri dan sebagian untuk keperluan anaknya) sedangkan kalau dihitung bagian istri tersebut sama dengan istri lain yang tidak punya anak maka ini bukanlah masalah.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com