SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Asuransi


Akhwat (Semarang)
6 years ago

Assalamualaikum wr. wb. Ustadz saya ingin menanyakan bagaimana Islam memandang asuransi dan hukumnya menurut Al Qur'an. Mohon penjelasannya. Terimakasih
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Berikut ini keterangan hukum asuransi secara global yang dinyatakan oleh Ulama' yang duduk di Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi. Mereka ditanya:
Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalalllahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba'du:

Sesungguhnya sudah terbit keputusan dari Haiah Kibar Ulama (Dewan Ulama’ Senior) tentang haramnya asuransi konvensional dengan berbagai jenisnya, karena mengandung bahaya dan resiko tinggi, serta memakan harta manusia dengan cara yang batil. Hal itu termasuk perkara-perkara yang diharamkan oleh syari'at yang suci dan melarangnya dengan larangan yang tegas. Sebagaimana Hai'ah Kibar, Ulama juga telah menetapkan bolehnya ta'min ta'awuni yang merupakan sumbangan dari para dermawan dan ditujukan untuk menolong orang yang membutuhkan dan mendapat musibah, dan tidak kembali sedikitpun untuk para peserta (tidak dari modalnya, tidak dari keuntungan dan tidak pula sesuatu yang kembali sebagai investasi) karena tujuan para peserta adalah untuk mendapat pahala dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan menolong orang yang membutuhkan dan tidak ada tujuan duniawi sama sekali. dan hal itu termasuk dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS. al-Maidah:2)

Dan termasuk dalam sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

قال رسول الله : وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ

"Dan Allah subhanahu wa ta’ala selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya."

Ini sangat jelas, tidak ada masalah padanya. Akan tetapi akhir-akhir ini muncul penyamaran dari beberapa lembaga dan perusahaan terhadap calon nasabah dan memutarbalikkan fakta, di mana mereka menamakan ta'min tijari (asuransi komersial) sebagai ta'min ta'awuni (tolong menolong/sukarela) , dan mereka menyandarkan pendapat bolehnya asuransi tersebut kepada Hai'ah Kibar Ulama (dewan Ulama’ Senior) untuk menipu masyarakat dan untuk mempropagandakan perusahaan mereka, sedangkan Hai'ah Kibar Ulama berlepas diri tindakan ini, karena keputusannya sangat jelas dalam membedakan di antara ta'min tijari (asuransi komersial) dan ta'min ta'awuni, dan mengubah nama tidak bisa mengubah hakikat yang sebenarnya. Dan untuk menjelaskan kepada manusia dan mengungkap kepalsuan dan kebohongan terbitlah penjelasan ini. semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalalllahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/268-269 fatwa no.19406

Dalam kesempatan lain mereka ditanya:
Apa hukum asuransi? Misalnya asuransi kendaraan, barang niaga, karyawan, dan pabrik. Terkadang asuransi memang dibuat atas permintaan pribadi. Ada pula yang membuat asuransi karena terpaksa sebab itu syarat dari penjual, misalnya jika Anda membeli mobil secara kredit, maka penjual memberi syarat agar mobil itu diasuransikan. Begitu pula, seseorang yang mengirimkan barang kepada Anda dari luar negeri. Adakah jenis asuransi yang mubah dan haram? Apakah asuransi merupakan jenis riba?

Mereka menjawab:
Keterangan yang disebutkan dalam pertanyaan merupakan asuransi komersial. Asuransi komersial hukumnya haram karena mengandung penipuan dan ketidakjelasan yang tidak dapat ditolerir. Di dalamnya juga terdapat prinsip adu nasib, serta memakan harta secara batil dan riba. Semua ini telah ditunjukkan oleh dalil-dalil yang mengharamkannya. Penanya menyebutkan bahwa terkadang seseorang dipaksa untuk melakukannya. Perlu diketahui bahwa dalam asuransi komersial tidak ada paksaan bagi seseorang, tetapi dia masuk ke dalamnya berdasarkan keinginan sendiri. Sangat dimungkinkan baginya untuk--misalnya--membeli sebuah mobil tanpa keharusan membayar asuransi, atau saat membeli barang yang diserahkan di pelabuhan. Ini adalah cara yang dilakukan oleh para pelaku bisnis untuk menjaga diri dari transaksi haram.
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 15/249 pertanyaan kedua dari fatwa 2233

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com