SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Cara Masuk Surga? Perhitungan Amal?


Ikhwan (makassar sul sel)
6 years ago

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu
barakallahu fiik
1. bagaimana cara masuk surga?
2. apakah masuk surga seperti matematika contoh membuat amal 1000 dan dosa 900 berarti amal lebih banyak dari pada dosa. berarti kita masuk surga.?
jazakullahu khairan syukran
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Wa fiikum baarakallahu
1. Untuk masuk surga kita perlu mentaati Allah ta'ala dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam dalam hal perintah maupun larangan. Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى» ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:“Setiap umatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan untuk memasukinya. Ada seseorang yang bertanya, siapakah orang yang enggan tersebut wahai Rasulullah ? Beliau bersabda, “Barangsiapa mentaatiku maka ia akan masuk surga, barangsiapa tidak taat kepadaku sungguh dia orang yang enggan untuk masuk surga“ HR. Bukhari no.7280 dan yang lainnya

2. Ada penimbangan jumlah kebaikan dan keburukan seorang hamba di hari kiamat kelak. Apabila kebaikannya lebih berat dari keburukannya maka dia akan dimasukkan ke surga, sebaliknya apabila keburukannya lebih berat maka dia adalah orang-orang yang merugi. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menerangkan:

Tingkatan kesebelas:
Tingkatan kaum-kaum yang mencampurbaurkan amalan yang baik dengan amalan lain yang buruk, mereka mengerjakan kebaikan dan juga mengerjakan dosa besar. Mereka mendatangi Allah dalam keadaan masih belum bertaubat dari dosa itu, namun kebaikannya lebih banyak dibanding keburukannya. Apabila ditimbang maka kebaikannya maka timbangan kebaikannya akan lebih berat, mereka orang yang selamat dan beruntung Allah berfirman (al-A'raf 8-9):

وَالْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (٨)وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَظْلِمُونَ (٩

8. timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), Maka Barangsiapa berat timbangan kebaikannya, Maka mereka Itulah orang-orang yang beruntung.

9. dan siapa yang ringan timbangan kebaikannya, Maka Itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, disebabkan mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.

Hudzaifah, Abdullah bin Mas'ud dan sahabat lainnya berkata: manusia akan dihimpun pada hari kiamat menjadi tiga kelompok:
- siapa yang kebaikannya lebih berat dibanding keburukannya meski cuma satu kebaikan (lebih beratnya) maka ia akan masuk surga.
- siapa yang keburukannya lebih berat dibanding kebaikannya meski cuma satu keburukan (lebih beratnya) maka ia akan masuk neraka.
- siapa yang kebaikan dan keburukannya seimbang maka dia termasuk ahli A'raf.

Penimbangan ini dilakukan setelah qishas dan orang-orang yang ia dhalimi memperoleh hak mereka berupa limpahan kebaikan darinya. Apabila masih tersisa kebaikannya maka itu ditimbang dengan keburukannya. Thariq al-Hijrataini wa Babu as-Sa'adataini 380/381

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com