SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Ayah Saya Baik dan Suka Menolong Namun DIa Menjual Miras


Ikhwan
5 years ago

Assalamualaikum wr wb pak ustadz, ayah saya seorang penjual miras ayah saya sama semua orang baik suka menolong peduli sama org lain dll. Pertanyaannya saya sebagai anak harus gimana pak ustadz? Mau negur gk berani, pernah negur 1kali tpi lewat sms gaberani ngomong lgsung, trus tiap sholat tiap malem mau tidur berdoa terus sampai nangis nangis, pengen bgt ayah saya kerja yg lain yg halal. Terimakasih pak ustadz, wasalamualaikum wr wb
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Menjual minuman keras adalah perbuatan dosa besar yang pelakunya dilaknat. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Apakah diperbolehkan berdagang minuman keras dan babi kalau tidak dijual kepada orang Islam?

Mereka menjawab:
Tidak diperbolehkan memperdagangkan apa yang diharamkan oleh Allah baik makanan atau lainnya. Seperti minuman keras, babi. Meskipun penjualan itu kepada orang kafir. Sebab:
- telah ada riwayat dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhanya Allah ketika mengharamkan sesuatu, maka Dia mengharamkan harganya.” HR. Ahmad, no. 2564. Shoheh Al-Jami’, 5107.
- Nabi shallallahu alaihi wa sallam

لَعَنَ الخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَبَائِعَهَا وَمُشْتَرِيْهَا وَحَامِلَهَا وَالمَحْمُوْلَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا

Melaknat minuman keras, konsumen, penjual, pembeli, pembawa (yang menyuguhkan), yang dibawakan kepadanya (pemesannya), pemakan hasil penjualan, pemeras (pembuat) dan orang yang memerintahkan untuk memproduksinya. Fatawa AL-Lajnah Ad-Daimah, 13/49. Pertanyaan kesebelas dari fatwa no.12087

Oleh karena itu sebagai anak Anda wajib untuk menasehati ayah anda dan mendakwahinya dengan cara yang paling baik. Syaikh Sholeh al-Fauzan pernah ditanya:
Allah memerintahkan hambanya kaum mukminin untuk melaksanakan Amar makruf dan nahi munkar, apakah menasehati orang tua bila Salah seorang Dari mereka terjatuh dalam kesalahan termasuk kedurhakaan. Jawablah kami terkait hal itu. Semoga Allah memberkahi anda sekalian ?

Beliau menjawab:
Ya. Allah memerintahkan Amar makruf nahi mungkar sebisa mungkin. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"

«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ»

"Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu maka hendaknya dia ubah dengan lisannya. Jika tidak mampu maka hendaknya dia ubah dengan hatinya dan itulah iman yang paling lemah” HR. Muslim no. 49 dan yang lainnya

Dan dalam riwayat lain

(( وَلَيْسَ وَرَاءَ ذلِكَ مِنَ اْلإِيْمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ ))

“Dan tidak ada sesudahnya sebiji sawi pun dari iman.” (HR. Muslim, Kitab Al-Iman, Bab Bayanu Kurhin Nahyi Anil Mungkar).

Kedua orang tua dan selainnya hukumnya sama dalam masalah ini. Mereka wajib diingkari bila mereka melaksanakan maksiat, dan mereka selayaknya diberi nasehat kala itu, ini adalah termasuk bentuk berbakti yang paling utama. Ini bukanlah termasuk kedurhakaan sebagaimana yang disangka oleh penanya, bahkan ini adalah termasuk bakti kepada keduanya, sebab anda ingin keduanya selamat serta berlepas diri dari neraka

Anda menndengar firman Allah ta'ala terkait Nabi Ibrahim kekasih Allah, dia memulai dengan menasehati ayahnya(Maryam 42-45):

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَاأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا
يَاأَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا
يَاأَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَنِ عَصِيًّا
يَاأَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ الرَّحْمَنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا

42. Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat mencukupi kamu sedikitpun?
43. Wahai bapakku, Sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, Maka ikutilah Aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.
44. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan yang Maha Pengasih.
45. Wahai bapakku, Sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa adzab dari Tuhan yang Maha pengasih, Maka kamu menjadi kawan bagi syaitan".

Ini Nabi Ibrahim kekasih Allah ta'ala, beliau menasehati ayahnya, mendakwahinya ke jalan Allah ta'ala dan berusaha menyelamatkannya dari neraka, ini menunjukkan bahwasanya menasehati para orang tua termasuk kewajiban yang paling ditekankan, dan seseorang memulai dengan mendakwahi mereka sebelum mendakwahi orang lain. Ini termasuk berbakti dan bakti yang paling agung bagi keduanya. Namun dakwah itu harus dengan hikmah (ilmu. Lih. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 12/245 no.16024.pent), mauidhah hasanah (memperingatkan dengan dalil yang menyemangati dan mengandung ancaman.pent), perkataan yang lembut, cara yang baik, dakwahnya juga harus dakwah yang paling halus, semoga Allah memberi mereka berdua hidayah. Majmu' Fatawa Fadhilatu asy-Syaikh Shaleh al-Fauzan 2/587-588

Yakinkan kepada ayah anda bahwasanya Allah ta'ala akan mempermudah urusan dan rizkinya bila dia mau bertakwa dan meninggalkan maksia yang ia kerjakan sekarang. Allah ta'ala berfirman:

Allah subhanahu juga berfirman (ath-Thalaq:2-3)

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا}

Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar

{وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ}

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.

Allah ta'ala juga berfirman (ath-Thalaq:4)

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.

Semoga Allah ta'ala memberi hidayah ayah anda dan memberinya rizki yang halal.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com