SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Aurat Sesama Wanita


Akhwat (Majene Sulawesi Barat)
6 years ago

Assalamu'alaikum
Dari Abu Said al Khudri ra. Dia berkata "Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda Janganlah seorg perempuan melihat aurat perempuan lain, dan janganlah dia bersentuhan badan dgn perempuan lain dalam satu kain...
Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim
Pertanyaannya
1). Dimana batas aurat wanita yg bisa di lihat oleh wanita lain.??
2). Dimana pula batas aurat wanita yg bisa di lihat oleh saudara perempuan.??
Jazakallahu khoiran ustad...
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Dalam masalah perempuan melihat aurat perempuan lain status saudara perempuan sama dengan status wanita muslimah lainnya jadi tidak diperinci. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi menerangkan:
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, kepada keluarganya dan para sahabatnya seluruhnya.

Pada periode awal Islam, kaum mukminat telah mencapai puncaknya dalam hal kesucian, pemeliharaan diri, rasa malu dan sikap hati-hati, karena keberkahan iman mereka kepada Allah dan RasulNya dan mengikuti petunjuk al-Qur’an dan as-Sunnah, dimana pada masa itu mereka memakai pakaian yang menutupi aurat dan tidak mempertontonkan lekuk-lekuk tubuh saat berkumpul baik di hadapan kaum mukminat lainnya maupun di hadapan mahramnya. Dan kebiasaan baik ini terus diamalkan oleh wanita muslimah – segala puji bagi Allah- selama beberapa abad hingga masa yang dekat dengan sekarang; kemudian tibalah masa dimana kerusakan dalam berpakaian dan akhlaq telah menimpa banyak wanita disebabkan beberapa faktor yang sekarang bukan waktu untuk membahasnya (lebih detail.pent).

Melihat banyaknya permintaan fatwa ke Lajnah ad-Da'imah mengenai batasan kebolehan pandangan seorang wanita terhadap wanita lainnya serta apa yang harus dilakukannya dalam hal berpakaian, Komite ingin menjelaskan kepada kaum muslimat secara umum bahwa hal yang wajib dilakukan seorang wanita muslimah adalah:
Berakhlaq dengan akhlaq malu sebagaimana telah ditegaskan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bahwa rasa malu itu adalah bagian atau cabang dari iman,

Termasuk pemeliharaan rasa malu yang diperintahkan menurut syari’at serta kebiasaan islami adalah bahwanya seorang wanita muslimah harus menutup auratnya, menjaga kesopanan dan berakhlak dengan akhlak yang menjauhkannya dari fitnah dan hal-hal yang meragukan.

Dhohir al-Qur’an menjelaskan bahwa seorang wanita muslimah tidak boleh memperlihatkan bagian anggota tubuhnya kepada wanita yang lainnya selain bagian anggota tubuh yang boleh diperlihatkan kepada mahramnya, yaitu bagian anggota tubuh yang biasa dibuka ketika berada di rumah dan ketika sedang bekerja, sebagaimana hal itu ditegaskan oleh Allah ta'ala dalam firmanNya,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ

Dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam." (An-Nur: 31)

Jika ini yang dinashkan oleh al-Qur’an dan ditunjukkan oleh as-Sunnah, niscaya perbuatan itulah yang dilakukan oleh para isteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para isteri sahabatnya dan para wanita muslimah yang mengikuti perilaku mereka dengan baik hingga masa kita sekarang.

Kemudian bagian anggota tubuh yang biasa dibuka di hadapan orang-orang yang disebutkan dalam ayat al-Qur’an di atas hanyalah bagian anggota tubuh yang nampak pada umumnya ketika sedang berada di rumah dan saat melakukan aktifitas kerja di rumah dan apa yang susah bagi mereka untuk menutupinya kala itu, seperti tersingkapnya kepala, dua tangan, leher dan dua kaki.

Adapun buka-bukaan dengan bebas, maka tidak ada satu pun dalil yang membolehkannya baik yang bersumber dari al-Qur’an atau dari as-Sunnah. Hal itu juga termasuk jalan yang menghantarkan kepada fitnah bagi wanita yang memakainya, dan menimbulkan fitnah bagi wanita sesama jenisnya. Fitnah ini terjadi di antara mereka.

Ini juga menjadi teladan buruk bagi wanita lainnya. Hal itupun termasuk perbuatan menyerupai wanita kafir, wanita durhaka dan wanita seronok dalam cara berpakaian mereka sebagaimana hal itu ditegaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam dalam sabdanya,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

"Barangsiapa menyerupai suatu kaum, niscaya ia termasuk dari mereka." (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud). (Abu Daud, bab Pakaian (4031); Ahmad (5093, 5094 dan 5634))

Kemudian di dalam kitab shahih Muslim yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amr -radiyallahu 'anhuma- bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya mengenakan dua buah pakaian Mu'ashfar (berwarna kuning tertentu.pent) , maka Nabi shallallahu bersabda,

إِنَّ هذِهِ مِنْ ثِيَابِ الْكُفَّارِ فَلاَ تَلْبَسْهَا

"Sesungguhnya pakaian ini adalah pakaian orang-orang kafir, karena itu janganlah memakainya."( Muslim, bab Pakaian (2077))

Dalam kitab Shahih Muslim juga Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كاَسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلَاتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخت المَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

"Dua golongan manusia termasuk ahli neraka dan aku belum pernah melihat sebelumnya, yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka pukulkan kepada orang-orang serta wanita yang memakai pakaian tapi telanjang yang berjalan lenggak-lenggok serta bergoyang-goyang, kepalanya seperti punuk unta yang besar. Mereka tidak akan masuk surga serta tidak bisa mencium bau harumnya. Sesungguhnya bau harum surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian."( Muslim, bab Pakaian dan bab surga serta kenikmatannya. (2128))

Sedangkan yang dimaksud dengan memakai pakaian tapi telanjang dalam hadits di atas, yakni seorang wanita muslimah memakai pakaian yang tidak menutupi aurat, sehingga ia seakan-akan telanjang, dan pada hakikatnya ia telanjang, seperti memakai pakaian tipis yang memperlihatkan kulitnya atau pakaian ketat yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya dan pakaian pendek (mini) yang tidak menutupi sebagian anggota tubuhnya.

Hal yang patut diperhatikan oleh kaum muslimat adalah mencontoh perbuatan yang dilakukan oleh Ummahatul Mukminin (isteri-isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam), istri-istri para sahabat serta kaum wanita muslimat dari umat ini (umat Islam) yang mengikuti jejak langkah mereka dengan baik. Hendaklah mereka menutup aurat serta memelihara kesopanan; sehingga terhindar dari hal-hal yang menimbulkan fitnah dan sehingga itu memelihara kesucian diri dari desakan hawa nafsu yang akan menjerumuskan kepada kekejian.

Juga diwajibkan kepada kaum muslimat untuk berhati-hati jangan sampai terjatuh pada apa yang diharamkan Allah dan RasulNya dalam hal berpakaian diantaranya menghindari penyerupaan terhadap pakaian kaum wanita yang kafir dan mesum. Ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya serta pengharapan terhadap balasan pahala dari Allah dan rasa takut akan siksaanNya.

Juga diwajibkan kepada seorang muslim untuk bertakwa kepada Allah dalam hal menjaga orang-orang yang berada di bawah perlindungannya (misalnya para wanita yang berada dibawah tanggung jawabnya). Tidak boleh ia membiarkan mereka memakai pakaian yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya seperti pakaian yang sifatnya cabul, pakaian yang mini serta pakaian yang menimbulkan fitnah. Hendaknya ia menyadari bahwa dirinya adalah seorang pemimpin yang kelak pada hari kiamat akan diminta pertanggungan jawab atas kepemimpinannya.

Kita memohon pertolongan kepada Allah ta'ala, semoga Dia memperbaiki keadaan kaum muslimin dan membimbing kita ke jalan yang benar. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Mahadekat dan Maha Mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepadaNya. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, keluarganya dan para sahabatnya.

Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyyah Wal Ifta',
Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh Ketua
Abdullah bin Ghadyan Anggota
Sholeh al-Fauzan Anggota
Bakr Abu Zaid Anggota

Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 17/290-294 no. 21302

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com