SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Batasan Keuntungan Perdagangan? Berdo'a Dengan Lafadz Dari Al-Qur'an Sebelum Salam?


Ikhwan (Lombok)
6 years ago

Assalamual'alaikum ustadz...

ustadz apakah ada takaran dalam mengambil untung apabila kita berbisnis?misalkan ana beli barang dengan harga 30.000 apakah ana boleh menjual ke orang lain dengan harga yang mahal agar ana mendapat untung banyak?atau kah ada batasan dalam mengambil untung?

yang kedua ustadz apakah boleh berdoa dengan ayat di dalam al-Qur'an pada saat sebelum salam?misalkan ana baca doa nabi Yunus alaihisalam?

barakallah fikum
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Jawaban pertama:
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Apakah dalam berdagang ada batasan tertentu untuk mengambil untung, atau keuntungan itu sifatnya tidak terbatas? Mohon jawaban atas pertanyaan ini beserta dalilnya, dan mohon diingat besarnya pajak yang harus dibayar oleh pedagang setiap tahun.

Mereka menjawab:
Diperbolehkan bagi seorang reseller (pembeli barang dagangan untuk dijual kembali) atau orang yang membeli untuk dimiliki untuk menjual kembali dengan harga lebih tinggi dari harga belinya, baik secara tunai maupun kredit. Kami tidak mengetahui batas maksimum penentuan keuntungan, tetapi semestinya seorang penjual tetap meringankan dan memudahkan pembeli karena ada anjuran untuk itu.

Namun jika barang itu sudah dikenal dengan harga tertentu di suatu daerah, tidak semestinya seorang muslim menjual lebih mahal kepada orang yang tidak tahu harga, kecuali jika dia sudah memberitahukan kondisi sebenarnya. Sebab, menjual barang seperti itu dengan harga yang lebih mahal adalah termasuk penipuan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Dia tidak boleh menzalimi, menelantarkan, menipu, dan mengkhianatinya. Dia harus selalu memberikan nasihat atau saran di mana pun. Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,

الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ

"Agama adalah nasihat." Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya.

Dalam kitab Shahihain (Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) disebutkan riwayat dari Jarir bin Abdillah al-Yamani yang berkata,

«بَايَعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى إِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ

"Aku berbaiat kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk mendirikan salat, menunaikan zakat, dan memberi nasihat kepada setiap muslim."

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi
Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku Ketua Komite
Abdurrazzaq `Afifi selaku Wakil Ketua
Abdullah bin Qu'ud selaku Anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 13/89-90 pertanyaan pertama dari fatwa no.4552

Jawaban kedua:
Salah seorang Ulama' madzhab Hanbali yang bernama Manshur al-Buhuti menerangkan:
Apabila seseorang berdoa di tasyahhud akhirnya dengan apa yang disebutkan dalam al-Qur'an seperti (al-Baqarah:201):

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Ya Rabb Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka".

Maka itu tidak apa-apa. Daqaiq Uli an-Nuha yang dikenal dengan Syarh Muntaha al-Iradat 1/203

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com