SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Shalat Sambil Memegang Tangan Anak Yang Suka Mondar-Mandir


Akhwat (jakarta)
6 years ago

Bismillah. Apakah ada keringanan buat ibu yg punya anak balita lbh dr 1 yg diantaranya msh belajar berjalan,shg besar kemungkinan terjatuh krn terpeleset sajadah,atau saat dikejar kakaknya krn bergurau,untuk shalat sambil memegang tangan anaknya,atau menangkapnya saat akan terjatuh karena bayi tersebut tdk mau digendong saat shalat,maunya jalan mondar mandir.apakah harus mengulang shalatnya stlah mereka tertidur?
kondisi merantau,dan suaminya yg kerjanya sering keluar kota atau pun dr subuh sampe maghrib
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

Usahkanlah untuk menitipkannya dulu ke keluarga yang bisa diberi amanah itu, apabila memang tidak ada yang bisa dititipi kala shalat maka tidak mengapa melakukan shalat sambil memegang tangannya supaya dia tidak berjalan menuju tempat yang membahayakan dirinya. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya:
Apa hukum Syariat Islam terkait seorang wanita yang melaksanakan shalat sedangkan anaknya memegang tangannya. Wanita itu melaksanakan shalat sedangkan anaknya duduk di tempat sujud. Ketika wanita itu sujud dia dia memegang lengan anak kecil itu supaya dia bisa melaksanakan sujud apakah shalatnya sah?

Beliau menjawab:
Ya, tidak apa-apa... wanita itu memegang tangannya hingga ia tidak terkena sesuatu dan supaya dia tidak pergi ke apa yang memberinya mudharat, apabila dia duduk di tempat sujud wanita itu boleh mendorongnya dan melakukan sujud, ini tidak apa-apa selama tidak ada najis di tangannya dan di tempat dia tidak ada najis basah yang menyebabkan tempat sujud najis, (selama itu kering) maka itu tidak apa-apa, Nabi - semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau – membawa Umamah binti Zainab, putri dari putri Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Rasul kala itu melaksanakan shalat sambil membawa Umamah sedangkan para sahabat melaksanakan shalat di belakang beliau. Apabila beliau sujud maka beliau meletakkannya di tanah, apabila beliau berdiri beliau menggendongnya di bahu beliau - semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau – ini untuk menjelaskan kepada orang-orang bahwa ada keleluasaan dalam perkara ini-alhamdulillah- dan ada keleluasaan dalam Islam. http://www.binbaz.org.sa/mat/14780

Berikut ini salah satu nash hadits Umamah:

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الأَنْصَارِيِّ، «أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي وَهُوَ حَامِلٌ أُمَامَةَ بِنْتَ زَيْنَبَ بِنْتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلِأَبِي العَاصِ بْنِ رَبِيعَةَ بْنِ عَبْدِ شَمْسٍ فَإِذَا سَجَدَ وَضَعَهَا، وَإِذَا قَامَ حَمَلَهَا

Dari Abu Qatadah al-Anshari:“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sambil menggendong Umamah binti Zainab binti Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam, putri dari Abul ‘Ash bin Rabi’ah. Apabila beliau sujud, beliau letakkan Umamah dan jika beliau berdiri, beliau menggendongnya.”HR. Bukhari no.516 dan Muslim no.543. Lafadz ini adalah lafadz Bukhari.

Ibnu Rajab menerangkan:
Kumpulan riwayat ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam memulai shalat sebagai imam untuk orang-orang pada shalat fardhu, kala itu dia membawa Umamah, apabila beliau ruku' dan sujud beliau meletakkan Umamah di tanah, apabila dia berdiri ke raka'at kedua beliau kembali menggendongnya hingga beliau selesai melaksanakan shalat. Hadits ini adalah nash yang tegas terkait bolehnya perbuatan itu di shalat fardhu. Itu tidak dimakruhkan apalagi membatalkan shalat. Fathul Bari Ibnu Rajab al-Hanbali 4/144

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com