SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Meminta Cerai Karena Nikah Dipelet? Meminta Kembali Apa Yang Telah Diberikan?


Akhwat (tangerang)
6 years ago

Assalamu'alaikum ustadz,mohon pencerahannya adik sy menikah sudah jalan 5bln,selalu ada konflik dengan keluarga barunya terlebih lagi orang tua,setelah sy cari tau dan membawa adik sy tuk diruqiyah,ternyata dia kena pelet,dan pelet itu ternyata dr suaminya sendiri,bolehkan istri minta cerai kepada suaminya itu karena menikahinya dengan cara yang tidak syar'i, karna takut kedepannya menjalankannya juga akan menjadi salah terlebih lagi dosa? Dan bagaimana hukumnya jika suami meminta uang lagi kepada istri padahal uang itu sudah diberikan kepada istri..?
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang wanita yang disihir pelet atau mahabbah namun dia masih memiliki kesadaran ketika akad dilakukan, sedangkan di sisi lain syarat dan rukun pernikahan itu terpenuhi maka pernikahan tersebut sah.

Hukum asalnya seorang istri yang sah dilarang untuk meminta cerai kepada suaminya. Ini didasari sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلَاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ، فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

"Siapapun wanita yang meminta cerai kepada suaminya bukan karena masalah (yang besar yang menuntut terjadinya talak.pen), maka haram baginya bau surga." HR. Abu Daud no.2226 dan Ibnu Majah no.2055. Dishahihkan oleh Al-Albani

Namun apabila ada alasan syar'i maka meminta cerai dibolehkan sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat:

قَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ، مَا أَعْتِبُ عَلَيْهِ فِي خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ، وَلَكِنِّي أَكْرَهُ الكُفْرَ فِي الإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ؟» قَالَتْ: نَعَمْ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اقْبَلِ الحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً»

Istri Tsaabit bin Qais berkata : "Wahai Rasulullah, tidaklah aku mencela Tsaabit bin Qais atas agama atau pun akhlaknya. tapi aku khawatir kekufuran dalam Islam". Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Apakah kamu mau mengembalikan kebun miliknya itu?". Ia menjawab : "Ya". Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda (kepada Tsaabit) : "Terimalah kebun itu, dan ceraikanlah ia dengan talak satu". HR. Bukhari 5273

Contoh alasan syar'i untuk meminta cerai:
- suami tidak memberi nafkah lahir atau batin.
- suami selalu melakukan penyiksaan kepada istri sehingga membahayakan diri istri (ini semua bila nasehat telah diberikan kepada suami namun ia tetap melakukan perbuatan buruk itu)

Apabila yang dikhawatirkan oleh penanya adalah masa depan jalannya pernikahan maka itu bukanlah alasan yang tepat untuk meminta cerai mengingat masa depan hanya Allah ta'ala yang tahu, bisa jadi yang dikhawatirkan itu tidak terjadi.

Apabila memang sudah diketahui dengan pasti (misalnya berdasarkan bukti yang ada) bahwa suami dari adik penanya melakukan pelet maka bersegeralah untuk menasehatinya supaya dia bertaubat dari sihir tersebut, berilah dia pengarahan supaya menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi suami yang tahu hak dan kewajibannya. Dengan begini diharapkan apa yang dikhawatirkan oleh penanya tidak terjadi.

Untuk pertanyaan kedua, bila yang dimaksud oleh penanya adalah mengambil kembali pemberian hadiah atau sedekah maka perbuatan itu tidaklah halal untuk dilakukan. Imam al-Bukhari menulis satu bab dalam kitab shahih beliau:bab tidak halal bagi seseorang untuk rujuk dari pemberian hibah dan sedekahnya. Pada bab itu beliau membawakan hadits:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «العَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالعَائِدِ فِي قَيْئِهِ

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ta'ala anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yg menarik kembali pemberiannya, seperti orang yg memakan lagi muntahannya. HR. Bukhari no.2621 dan Muslim no. 1622

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com