SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Imam Shalat Ashar Tiga Rakaat Dan Makmum Langsung Pergi, Apa Yang Harus Dilakukan Makmum


Ikhwan (Sumbawa Besar)
6 years ago

Assalamualaikum Ustadz...
Saya pernah sholat Ashar di masjid dan jumlah rakaatnya 3, mungkin karena imamnya lupa.Setelah itu beberapa saat saya langsung keluar karena ada kegiatan di sekolah.Nah, Saya mau tanya bagaimanakah hukumnya. kejadian ini terjadi sehari sebelum saya mengajukan pertanyaan ini.
Jazakumullah khàir Ustadz.
Wassalamualaikum...
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila anda tahu betul bahwa imam meninggalkan satu rakaat dengan sengaja maka seharusnya anda (atau makmum lain yang tahu) mengingatkannya sehingga bisa menambah satu rakaat lagi secara berjamaah. Apabila imam tidak mau menyempurnakan karena dia merasa sudah sempurna empat rakaat maka makmum yang tahu imam kurang dalam rakaatnya berdiri sendiri untuk menyempurnakan rakaat ke empat. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Seorang imam masjid melaksanakan shalat jamaah yang jumlah rakaatnya empat, kami shalat dibelakangnya. Ketika dia duduk tasyahhud awal kemudian menambah satu rakaat lagi dia duduk (untuk tasyahhud akhir.pent) dan sontak para makmum membaca subahanallah (untuk mengingatkan.pent)namun ia belum sadar, kemudian dia mengucapkan salam. Apakah jamaah tersebut wajib menambah satu rakaat lagi setelahnya untuk menyempurnakan ataukah mereka boleh mengikuti shalatnya imam kemudian mengulang shalat mereka?

Mereka menjawab:
Imam dan makmum sama-sama wajib menambah rakaat keempat sebagai penyempurna shalat. Imam wajib berdiri untuk melakukan rakaat keempat, caranya ketika duduk (menghadap kiblat) dia berdiri untuk melaksanakan satu rakaat dan para makmum wajib mengikutinya serta tidak boleh menyendiri. Kemudian ia melaksanakan sujud sahwi bersama makmum.

Apabila imam tidak berdiri untuk menyempurnakan rakaat keempat padahal dia sudah diingatkan maka para makmum berdiri dan menyempurnakan shalat mereka kemudian mereka mengucap salam. Dengan begitu mereka tidak dikenakan apapun.

Fatwa ini ditandatangani oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Syaikh Abdurrazzaq Afifi selaku wakil ketua
Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh selaku anggota
Syaikh Bakr Abu Zaid selaku anggota
Syaikh Sholeh al-Fauzan selaku anggota
Syaikh Abdullah bin Ghudayyan
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/43 fatwa no.16203

Kejadian kekurangan rakaat shalat berjamaah pernah terjadi di zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ صَلَّى بِنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى خَشَبَةٍ فِي مُقَدَّمِ الْمَسْجِدِ وَوَضَعَ يَدَهُ (يَدَيْهِ) عَلَيْهَا وَفِي الْقَوْمِ يَوْمَئِذٍ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ فَقَالُوا قَصُرَتِ الصَّلَاةُ وَفِي الْقَوْمِ رَجُلٌ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُوهُ ذَا الْيَدَيْنِ فَقَالَ يَا نَبِيَّ اللهِ أَنَسِيتَ أَمْ قَصُرَتْ فَقَالَ لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تَقْصُرْ قَالُوا بَلْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ صَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَامَ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ ثُمَّ وَضَعَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, “Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah sholat Zhuhur mengimami kami sebanyak dua rakaat, lalu salam. Kemudian beliau bangkit menuju batang kayu di depan masjid seraya meletakkan tangannya pada kayu itu. Sementara itu di tengah kaum pada hari itu, ada Abu Bakar dan Umar. Tapi mereka berdua segan untuk memberitahu beliau dan keluarlah orang-orang dengan bergegas (dari masjid) mereka berkata shalat diqashar. Di antara orang-orang terdapat seorang lelaki yang dinamai oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dengan “Dzul Yadain”. Lelaki itu berkata, “Wahai Nabiyyullah, apakah anda lupa ataukah memang sholat di-qoshor (dikurangi)”. Beliau menjawab, “Aku tak lupa dan sholat tak di-qoshor!!”. Mereka berkata, “anda memang lupa, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Dzul Yadain benar”. Beliau pun bangkit seraya sholat dua rakaat, lalu salam, lalu bertakbir seraya bersujud seperti sujud (sebelumnya)nya atau lebih panjang lagi. Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil bertakbir, lalu beliau melakukan seperti sujudnya tadi atau lebih panjang lagi. Kemudian beliau mengangkat kepalanya sambil bertakbir”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (no. 6051) dan Muslim no.573. Lafadz di atas adalah lafadz Bukhari]



Apabila jeda pelaksanaan antara penyempurnaan rakaat yang tertinggal atau rakaat tidak sah dengan pelaksanaan shalat itu panjang maka shalatnya perlu diulangi kembali. Ulama' Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Seorang laki-laki melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah, pada salah satu raka'at imam lupa melakukan sujud, ia pun diingatkan oleh makmum di belakangnya, setelah tasyahhud akhir imam itu melaksanakan dua sujud sahwi (seharusnya dia menambah rakaat yang baru sebab rakaat yang ditinggalkan sujudnya itu tidak dihitung.pent) dan tidak ada seorangpun yang mengingkari yang demikian. Apakah makmum mengikuti imam untuk mengucap salam untuk selanjutnya menambah satu rakaat sendiri kemudian melakukan sujud sahwi ataukah makmum tidak ikut salam dengan imam namun ia langsung menambah rakaat sendiri kemudian melakukan sujud sahwi?...

Mereka menjawab:
Makmum yang mengetahui sujud yang ditinggalkan wajib untuk tidak melakukan salam bersama imam tersebut. Dia wajib untuk menambah satu raka'at sebagai ganti raka'at yang kurang sujudnya (ini bila sujud yang ditinggalkan tersebut bukan di rakaat terakhir) kemudian ia melakukan tasyahhud dan selanjutnya salam.

Apabila sujud yang ditinggalkan itu berada di rakaat terakhir maka ia melaksanakan sendiri sujud yang ditinggalkan oleh imam tersebut sebelum salam kemudian dia melakukan tasyahhud, selanjutnya ia mengucapkan salam. Apabila jedanya panjang (antara shalatnya dengan imam dan pelaksanaan rakaat tambahan.pent) maka dia wajib mengulangi shalat tersebut.

Fatwa ini ditandatangani oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz selaku ketua
Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh selaku anggota
Syaikh Bakr Abu Zaid selaku anggota
Syaikh Sholeh al-Fauzan selaku anggota
Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 6/29 fatwa no.17456

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com