SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Pernikahan Orang Yang Lemah Syahwat


Ikhwan (Jakarta)
5 years ago

Assalammualaikum. Saya pria berumur 23 tahun, saya ingin sekali menikah, namun saya memiliki kendala, yaitu lemah syahwat. Jika saya paksakan untuk menikah, saya takut tidak adil nantinya terhadap istri saya karena penyakit saya ini. Ingin juga rasanya membuat orang tua bahagia dengan menggendong cucu-cucunya kelak nanti, tapi saya pesimis terhadap hal ini, bagaimana solusinya Pak Ustad? Terima kasih
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah ta'ala mengkaruniakan kepada anda kesabaran dalam hati sehingga anda memperoleh pahala atas apa yang menimpa anda dan sehingga anda bisa menghadapinya.

Sebagaimana diketahui lemah syahwat bukan hanya satu penyebabnya namun ada beberapa hal yang bisa menjadi pemicu penyakit itu. Ada yang bersifat fisik dan ada yang bersifat psikis. Tidak semua lemah syahwat bersifat permanen. Oleh karena itu kami sarankan di awal supaya anda merujuk ke dokter dan para ahli di bidang ini untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Dalam salah satu riwayat disebutkan:

قَالَتِ الأَعْرَابُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَا نَتَدَاوَى؟ قَالَ: " نَعَمْ، يَا عِبَادَ اللَّهِ تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللَّهَ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلَّا وَضَعَ لَهُ شِفَاءً، أَوْ قَالَ: دَوَاءً إِلَّا دَاءً وَاحِدًا " قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا هُوَ؟ قَالَ: «الهَرَمُ»

Seorang badui berkata,' wahai Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam apakah kita perlu berobat. Beliau menjawab,"Ya. Wahai hamba Allah berobatlah, sebab Allah telah menurunkan obat bagi setiap penyakit yang diturunkan-Nya, ….kecuali satu penyakit. Para sahabat bertanya: "Apa gerangan penyakit itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Penyakit pikun" (H.R Tirmidzi No:2038 dan yang lainnya. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Munajjid menerangkan syaratnya,” Namun obat dan pengobatannya harus memenuhi persyaratan berikut ini:
- Tidak menimbulkan efek samping yang lebih besar bahayanya, seperti menimbulkan penyakit lain yang lebih parah atau kematian. Sebab beberapa obat lemah syahwat dapat menimbulkan efek samping seperti itu.
- Tidak dengan perkara yang diharamkan, seperti khamar, najis dan daging yang tidak halal dimakan.
- Jangan sampai membuka aurat.
- Jangan mempergunakan sebelum konsultasi dengan dokter yang ahli lagi terpercaya. http://islamqa.info/ar/6268

Semoga Allah ta'ala memberikan kesembuhan untuk anda dan kaum muslimin (yang menghadapi masalah yang sama) dari penyakit tersebut dan bisa memperoleh keturunan.

Terkait pernikahan orang yang lemah syahwat, perlu diketahui bahwa hukum asalnya pernikahan orang yang lemah syahwat atau impotensi dibolehkan. Syekh Ibrahim bin Muhammad bin Salim bin Dhuwayyan Al-Hambali, rahimahullah menerangkan, "Dibolehkan menikah bagi orang yang tidak punya syahwat seperti karena impotensi dan usia tua mengingat tidak ada dalil dalam syariat yang melarangnya." Manarus-Sabil, 2/134

Meski demikian impotensi termasuk dalam aib suatu pernikahan yang menjadikan istri boleh meminta perpisahan dari suaminya. Dalam kitab Ensiklopedi Fiqih Kuwait disebutkan:
Impontensi merupakan aib yang membolehkan seorang isteri menuntut berpisah dari suaminya, setelah memberikan tangguh selama setahun, ini menurut mayoritas ulama. Sedangkan pendapat sejumlah ulama dari mazhab Hambali, seperti Abu Bakar, Al-Majd Ibnu Taimiah, mereka menyatakan bahwa wanita tersebut dapat menuntut berpisah saat itu juga.

Mayoritas ulama berpendapat dengan riwayat dari Umar radhiallahu anhuma yang memberi waktu kepada orang yang impoten selama setahun.
Karena maksud dari pernikahan bagi seorang wanita adalah menjaga kehormatannya...al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah 31/16

Namun apabila si wanita mengetahui aib itu ada pada pasangannya saat akad atau setelahnya dan dia ridho dengan itu maka selanjutnya wanita itu tidak memiliki opsi lagi untuk meminta perpisahan dari suaminya yang terkena penyakit tersebut. Ibnu Quddamah menulis:
Dan diantara syarat ditetapkannya opsi (untuk membatalkan atau melanjutkan pernikahan) terkait aib-aib ini: si pasangan tidak mengetahui adanya aib tersebut saat akad dan ia tidak ridho dengan adanya aib tersebut (pada diri pasangannya.pent) setelah akad terjalin. Apabila dia tahu saat akad atau tahu setelahnya dan ia rela dengan itu maka ia tidak memilik hak untuk memilih opsi dan kami tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat terkait itu. Al-Mughni 7/187

Atas dasar ini semua bisa difahami bahwa tidak maslaah bagi anda untuk menikah saat anda masih menderita penyakit ini dengan catatan calon istri tahu keadaan anda dan dia rela menerima anda apa adanya. Dan keberadaan wanita yang demikian tidaklah mustahil adanya.

Kami ingin menekankan sekali lagi perlunya semangat untuk berobat dan tidak berputus asa dari rahmat Allah ta'ala serta terus berdoa. Allah maha kuasa atas segala sesuatu, apabila Dia berkehandak maka penyakit yang anda derita itu akan sembuh seketika baik itu melalui sebab pengobatan dhohir atau tidak.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com