SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kata Ganti Kami Untuk Allah Menunjukan Trinitas?


Akhwat (Citayam)
6 years ago

Assalamu'alaikum Warohmatullah..

Ustadz, dalam firman firman Allah terkadang Allah menyebut "Aku" terkadang Allah menyebut "kami". Mohon penjelasan ustadz dengan dengan perbedaan kedua kalimat tersebut dalam kaedah bahasa arab.. terima kasih banyak atas jawaban ustadz
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Dalam beberapa ayat al-Qur'an Allah berkata tentang dirinya dengan kata نحن (kami), pada ayat lain Allah menggunakan kata هو (Dia), maksudnya Dia kadang menyebut dirinya dalam bentuk jama' (plural) dan kadang dalam bentuk tunggal, apa arti hal ini?

Mereka menjawab:
Di antara uslub (metode) dalam kaidah bahasa Arab adalah bahwa seseorang dapat mengungkapkan dirinya dengan kata ganti 'nahnu' (kami) untuk menunjukkan pengagungan (penghormatan.pent). Atau dia menyebut dirinya dengan dhamir (kata ganti) orang pertama yang menunjukkan tunggal seperti 'أنا' (saya) atau dengan kata ganti orang ketiga seperti هو' (dia). Ketiga metode ini terdapat dalam Al-Quran dan Allah Ta'ala menyampaikan kepada bangsa Arab apa yang dipahami dalam bahasa mereka. Terkait persangkaan orang-orang Nasrani bahwa terhadap firman Allah subahanahu wa ta'ala (al-Hijr:9):

{إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ}

Sesungguhnya kami lah yang menurunkan al-Qur'an

Dan ayat-ayat semacamnya menunjukkan adanya trinitas maka ini adalah persangkaan yang batil. Ayat-ayat al-Qur'an, hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan konsensus Ulama' menunjukkan bahwa itu adalah hal yang batil, seperti firman Allah ta'ala (al-Baqarah:163) :

وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لا إِلَهَ إِلا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

dan Rabb kalian adalah Rabb yang Maha Esa; tidak ada Rabb melainkan Dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Dan firman Allah (surat al-Ikhlas:1-2):

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (١)اللَّهُ الصَّمَدُ ٢)

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Rabb yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dan seterusnya hingga akhir surat. Ayat-ayat yang semakna dengan ini jumlahnya banyak. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah IX/177-178 pertanyaan kedua dari fatwa no.2872


Berikutnya, keterangan Ibnu Taimiyah dalam salah satu kitabnya yang kami terjemahkan:

Allah subhanahu wat’ala terkadang menyebutkan diri-Nya dengan sighoh (bentuk) mufrad (tunggal) secara nampak atau mudhmar (tersembunyi). Terkadang menyebutkan diri-Nya dengan shigoh jama’ (plural). Seperti firman-Nya:

{إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا}

«Sesungguhnya kami telah taklukkan bagi kamu (Muhammad) dengan penaklukan yang nyata.»
dan (ayat.pent) semisal itu.

Dia tidak pernah menyebutkan nama-Nya dengan shighoh tatsniyah (bentuk dua), Dia kadang menggunakan shighoh jamak karena shigoh jama’ mengandung pengagungan yang layak bagi-Nya, terkadang itu menunjukkan makna nama-nama-Nya. Sementara sighoh tatsniyah (bentuk dua) menunjukkan bilangan tertentu yang terbatas, Dan Dia tersucikan dari itu. At-Tadmuriyah Tahqiq al-Itsbat li al-Asma' wa ash-Shifat hal.75

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com