SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Suami Tidak Mengizinkan Istri Berhenti Bekerja


Akhwat (Jakarta)
5 years ago

Assalamualikum ustad,

saya ingin bertanya, jika saya sbg istri ingin berhenti bekerja karena alasan ingin fokus mengurus dan mendidik anak, mengurus suami, menjaga harta suami namun suami tdk memberikan ijin dengan alasan takut kekurangan jika hanya dari satu pintu saja.
namun yg saya rasakan kehidupan kami sdh lebih dari cukup. alhamdulillah. tidak kekurangan dgn penghasilan suami yg sudah cukup. mungkin karena beliau merasa ada saja beban hutang dll, sehingga rasanya takut jika tdk ada backup dari istri.
namun saya sbg istri bekerja trs trg sdh lelah. merasa mengabaikan anak, dan memberikan perhatian sisa untuk keluarga karena sdh terlanjur lelah. say juga sdh sering berkomunikasi dg suami mengenai hal ini, namun belum merubah keputusannya. Saya ingin mendapat ridha allah swt dengan menjadi muslimah atau istri dan ibu yg baik dijalan allah. namun saya juga tdk mau menjadi istri durhaka yg tidak menurut akan perkataan suami. mohon ustad dpt memberikan solusinya. terima kasih. wassalamualaikum wr wb.
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Seorang laki-laki wajib untuk menafkahi istri dan anak-anaknya selama tidak ada halangan syar'i yang menahannya melakukan kewajiban itu. Dia tidak berhak memaksa istrinya untuk bekerja meski pekerjaan itu dzatnya tidak menyelisihi syariat dan tidak menuntutnya berbuat yang menyelisihi syariat.

Ibnu al-Qaththan menerangkan:
Ulama' sepakat tentang wajibnya nafkah bagi istri atas suaminya bila mereka sudah mencapai baligh kecuali bagi wanita yang durhaka dan tidak memenuhi keinginan suaminya. Al-Iqna' fi Masail al-Ijma' 2/55

Apabila seorang wanita berkehendak untuk membantu keadaan keuangan keluarganya dengan bekerja di bidang yang memang sesuai dengan kodratnya (misalnya sebagai penulis) dan pekerjaan itu tidak menuntutnya berbuat penyelisihan syariat (seperti khalwat dengan laki-laki yang bukan mahram) serta kesibukannya ketika kerja tidak menjadikannya lalai untuk melaksanakan kewajiban dalam rumah tangganya maka ia telah berbuat baik.

Jika suami meminta istrinya bekerja dalam suatu pekerjaan yang karakteristik pekerjaan itu menyelisihi syariat (misalnya tidak sesuai dengan kodratnya sebagai seorang wanita atau menuntutnya untuk berkhalwat atau semacamnya) maka tidak boleh secara mutlaq mentaatinya mengingat ketaatan kepada makhluq tidak diperkenankan bila itu menyelisihi aturan Allah ta'ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّمَا الطَّاعَةُ فيِ المَعْرُوفُ

Sesungguhnya ketaatan hanya pada perkara yang baik. HR. Bukhari. No 7145 dan Muslim no.1840

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com