SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Tidak Mengamalkan Apa Yang Didakwahkan


Ikhwan (tangerang)
6 years ago

assalamu'alaykum ustadz, afwan, ana membaca salah satu jawaban di web ini, yaitu di link http://www.salamdakwah.com/baca-forum/keutamaan-berdakwah,-apakah-wajib-melakukan-amalan-yang-akan-didakwahkan-sebelum-mengajak-orang-lain--.html mengatakan bahwa ancaman dalam surat ash-shaf ayat 2 dan 3 adalah dalam perkara wajib, bukan dalam amalan sunnah, pertanyaan ana, apakah ada dalil yang mendukung pernyataan ini? syukron ustadz, jazaakallahu khayran..
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada dua pendapat terkait mengerjakan amalan yang didakwahkan dan menghindari apa yang ia perintahkan untuk dijauhi ada dua pendapat: Syaikh Utsaimin menerangkan:
Syarat memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari yang mungkar:
Keenam: orang yang memerintahkan dan melarang melaksanakan apa yang diperintahkan dan menghindari apa yang ia larang. Ini menurut sebagian Ulama', apabila ia tidak melaksanakan apa yang ia perintahkan dan tidak menghindari apa yang dilarang maka ia tidak boleh memerintahkan yang ma'ruf dan melarang kemungkaran, sebab Allah subhanallahu wa ta'ala telah berfirman kepada Bani Israil:

أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلا تَعْقِلُونَ

Mengapa kalian suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan, sedang kalian melupakan diri (kewajiban) kalian sendiri, Padahal kalian membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir? Al-Baqarah:44
Apabila laki-laki ini tidak shalat maka ia tidak boleh memerintahkan orang lain untuk melaksanakan shalat. Apabila dia meminum khamr maka ia tidak boleh melarang orang lain mengkonsumsinya...mereka berdalil dengan atsar dan logika.

Namun mayoritas Ulama' menyelisihi hal itu. Mereka mengatakan: wajib untuk memerintahkan kebaikan meski ia tidak melaksanakannya. Wajib untuk melarang kemungkaran meski ia sendiri melakukan.

Allah mencela Bani Israil hanya karena mereka mengumpulkan antara perintah kebaikan dan melupakan diri sendiri, bukan karena mereka memerintahkan kebaikan.

Inilah pendapat yang benar. Kami katakan: Anda sekarang diperintahkan dua hal: Pertama: melakukan kebaikan , kedua: Memerintahkan kebaikan.

Anda juga dilarang dua hal: Pertama: berbuat kemungkaran dan tidak melarang perbuatan mungkar. Maka janganlah anda mengumpulkan antara meninggalkan dua hal yang diperintahkan dan melakukan dua hal yang terlarang itu. Meninggalkan salah satunya tidaklah menimbulkan konsekwensi gugurnya yang lain
Majmu' Fatawa wa Rasail al-Utsaimin 8/655-656

Dengan begini diharapkan firman Allah ta'ala di surat al-Baqarah ayat 44 dan ayat-ayat lain tentang perintah berdakwah (memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran) bisa dikompromikan. Meski demikian bukan perlu kita fahami bahwa seseorang yang melaksanakan apa yang dilarang dan menjauhi apa yang dia perintahkan merupakan perbuatan dosa dan perbuatan yang buruk, yang seharusnya dihindari.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com