SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Puasa Rangkap Tarwiyah dan Arafah


Akhwat (Ungaran, kab. semarang)
6 years ago

assalamualaikum ustadz.. saya mau bertanya apakah benar jika kita menjalankan puasa tarwiyah dan arofah pada tanggal 8 dan 9 dzulhijah sedangkan kita belum melunasi hutang puasa ramadhan, bisa mendapat dua pahala sekaligus yaitu pahala melunasi hutang puasa dan juga dapat pahala puasa sunnahnya?
jazakumullahu khoiron katsiroo
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Kami belum mengetahui keutamaan bagi orang yang khusus berpuasa tarwiyah. Ada hadits yang cukup dikenal terkait keutamaan hari tarwiyah namun derajatnya tidak cukup kuat untuk menjadi dasar pengkhususan puasa tarwiyah, yaitu:

صَوْمُ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ كَفَّارَةُ سَنَةٍ وَصَوْمُ يَوْمِ عَرَفَة كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ

Puasa pada hari Tarwiyah sebagai penghapus dosa selama satu tahun dan puasa hari Arafah sebagai penghapus dosa dua tahun.

Riwayat ini dihukumi sebagai hadits palsu oleh syaikh Al-albani. Lih. Dhaif Al-Jami' Ash-Shaghir 1/512

Meski demikian bukan berarti puasa hari tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah) tidak disyariatkan secara mutlak, apabila ada seseorang yang berpuasa dari tanggal satu sampai sembilan Dzulhijjah dengan niat mengamalkan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut:

مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ قيل: ياَ رَسُوْلَ اللهِ وَلاَ الجِهَادُ فيِ سَبِيْلِ اللهَِ؟ قاَلَ: وَلاَ الجِهاَدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ، ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Tidak ada satu hari pun yang amalan shaleh dilaksanakan didalamnya yang lebih baik dan yang lebih dicintai oleh Allah dari sepuluh hari ini (sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah). para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, lebih utama dari jihad fi sabilillah juga?" Nabi Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Lebih utama dibanding jihad fi sabilillah. Kecuali orang yang keluar dengan jiwa dan hartanya (ke medan jihad) dan tidak kembali membawa suatu apapun (dia meninggal dan hartanya diambil musuh)." (HR. Bukhari).

Maka ia telah melakukan hal yang disyariatkan, mengingat adanya hadits tersebut.

Apabila maksud Anda di atas adalah gugurnya kewajiban qadha' dengan pelaksanaan sunnah maka ini perlu diluruskan.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Seorang lelaki atau wanita yang berkewajiban mengganti puasa Ramadhan kemudian dia ingin berpuasa sunnah atau puasa Asyura, yakni berpuasa hari 10 dan 11 dengan niat keduanya dilakukan sebagai puasa qadha' bukan puasa Asyura, bagaimana hukumnya? Apakah puasa Asyura dibolehkan bagi orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan? Apakah orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan dibolehkan berpuasa Asyura dan satu hari sebelum atau sebelumnya dengan niat mengqada?

Mereka menjawab:
Berpuasa sunah tidak dibolehkan bagi orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan satu hari atau lebih. Yang harus dia lakukan adalah mengqada tanggungan puasa Ramadhannya terlebih dahulu kemudian baru melakukan puasa sunah.

Kedua, jika dia berpuasa pada hari kesepuluh dan kesebelas bulan Muharam dengan niat mengqada utang puasa Ramadhannya, berarti dia mengqada dua hari dari utang puasanya. Dalilnya berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan".

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/401-402 Pertanyaan pertama dari fatwa no.6774

Apabila seseorang sengaja melaksanakan puasa qadha' di suatu hari yang disyariatkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari tersebut dengan meniatkan dua puasa sekaligus maka yang dianggap adalah puasa qadha'. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Bolehkah menyertakan niat lain dalam satu amalan? Misalnya seseorang memiliki kewajiban qadha puasa Ramadhan yang ditunaikannya bertepatan dengan hari Arafah, apakah dia boleh berniat puasa qadha dan sunnah Arafah pada hari itu? Jadi niatnya adalah melaksanakan puasa qadha' dan niat lain (puasa sunnah tersebut). Bolehkah berniat haji dan umrah pada saat haji? Mohon beri kami fatwa. Semoga Allah memberi Anda faedah. Semoga Allah membalas Anda dengan balasan terbaik.

Mereka menjawab:
Boleh berpuasa pada hari Arafah dengan niat qadha, dan qadha'nya dianggap sah. namun, keutamaan melaksanakan puasa sunah Arafah tidak diperoleh, karena tidak ada dalil yang menjelaskannya. Adapun menyatukan umrah dengan haji, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah menjelaskan hal ini dalam hadis,

دَخَلَت العُمْرَةُ فِيْ الحَجِّ إِِلىَ يَوْمِ القِياَمَةِ

"Umrah menyatu dengan haji sampai hari kiamat."

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawaal-Lajnah ad-Daimah 10/397 fatwa no.13019
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com