SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Wanita Tua Berhaji Tanpa Mahram


Akhwat
6 years ago

Assalamu'alaikum warohmatullah...
Ustadz apakah larangan bersafar bagi wanita tanpa mahrom (mis: menunaikan ibadah haji) juga berlaku bagi yg sudah berusia lanjut?
Terima kasih banyak ustadz atas jawabannya..
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ya. Berdasarkan keumuman dalil. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Ada seorang wanita dari Saba' yang terkenal kesalehannya. Dia telah paruh baya, atau sudah masuk usia tua. Dia ingin menunaikan haji, namun ia kurang mahram saja. Di lain sisi, ada seorang tokoh yang dikenal saleh ingin menunaikan haji bersama beberapa wanita mahramnya. Apakah sah bagi wanita tersebut untuk menunaikan haji bersama pria saleh tersebut yang disertai wanita-wanita mahramnya; si wanita nanti akan bersama dengan para wanita mahram lelaki tersebut dan lelaki tersebut akan menjaganya, ataukah kewajiban haji gugur darinya karena dia tidak memiliki mahram, padahal dia mampu secara finansial? Mohon fatwa Anda dalam masalah ini, semoga Allah memberkahi Anda; karena kami berbeda pendapat dengan beberapa saudara kami.

Mereka menjawab:
Wanita yang tidak memiliki mahram tidak wajib menunaikan haji. Karena baginya, mahram merupakan salah satu syarat melakukan perjalanan, dan kemampuan dalam perjalanan merupakan salah satu syarat wajibnya haji. Allah Ta`ala berfirman,

{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا}

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.

Dia tidak boleh bersafar untuk menunaikan haji atau untuk keperluan lainnya, kecuali ditemani suami atau mahramnya, berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma, bahwasanya dia mendengar Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرُ امْرَأَةٌ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ، فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَةً، وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا، قَالَ: انْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ

Janganlah sekali-kali seorang lelaki bersendirian dengan seorang wanita kecuali bila ia disertai mahram dan jangan pula seorang wanita bersafar kecuali bersama mahramnya. Seorang lelaki berdiri seraya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya istriku pergi berhaji sementara aku tercatat harus ikut berjihad." Beliau bersabda, "Pergilah engkau untuk berhaji bersama istrimu."

Pendapat inilah yang dikatakan oleh Hasan, An-Nakha`i, Ahmad, Ishaq dan Ibnul Mundzir, serta ulama mazhab Hanafi (ashhabur ra'yi).

Inilah pendapat yang benar berdasarkan ayat tadi, serta keumuman hadis-hadis yang melarang wanita melakukan perjalanan tanpa suami atau mahram. Namun Malik, Syafi'i dan Al-Auza`i mempunyai pendapat yang berbeda. Masing-masing dari ketiga imam ini menetapkan syarat yang tidak ada dasarnya. Ibnul Mundzir berkata, "Mereka meninggalkan pendapat yang sesuai dzahir hadis dan masing-masing menetapkan syarat yang tidak ada dasarnya."
Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 11/90-91 fatwa no.1173

PERTANYAAN TERKAIT

© 2021 - Www.SalamDakwah.Com