SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Menghilangkan Was Was


Ikhwan
7 years ago

Assalammu'alaikum...Ustadz bagaimana cara menghilangkan was was yang sdh akut??syukron atas jawabannya
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Saya selalu diliputi kebimbangan (waswas), baik dalam salat maupun puasa. Bahkan, saya kadang ragu akan keberadaan Allah, merasakan remehnya perkara shalat, dan lainnya. Apakah waswas merupakan penyakit badan, penyakit jiwa, atau itu sudah dijadikan tabiat? Apakah saya berdosa karenanya? Lalu bagaimana keadaan saya kelak di Hari Kiamat? Apakah dalam Islam terdapat obat untuk keraguan dan waswas?

Mereka menjawab:
Keraguan dan was-was yang menjangkiti Anda berasal dari setan. Anda harus mengabaikan dan tidak memperdulikannya. Berlindunglah kepada Allah dari godaan setan. Perbanyaklah berdzikir "Amantu billahi wa rusulihi (aku beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya)", seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam kepada orang yang terserang waswas seperti ini.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. 2/208. Pertanyaan kedua dari fatwa no.9306

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa juga pernah ditanya:
Saya seorang pemuda Muslim yang baru saja mulai beragama secara konsisten. Saya menghadapi banyak gangguan dari setan. Setiap kali saya bisa mengatasinya maka akan datang lagi yang lain. Setelah saya telah sampai pada fase tekun beribadah,

Ketika saya sudah lebih baik sedikit dari orang-orang sekitar (alhamdulillah itu berkat karunia Allah) saya mulai melihat orang-orang yang dulu saya anggap lebih rendah dalam beribadah sekarang mereka lebih baik dan lebih giat dari saya dalam berbuat ketaatan kepada Allah.

Kemudian saya melihat bahwa diri saya mengalami penurunan drastis dalam beribadah jauh dari iltizam saya sebelumnya. Saya berusaha melawan hawa nafsu dan godaan setan dengan segala cara. Saya tidak mendapati orang yang bisa merasakan sesuatu yang sedang merobek dada dan hati saya dari dalam, atau orang tempat saya mencurahkan seluruh pergolakan jiwa dari keburukan yang diletakkan setan di dalam dada. Perasaan was-was ini tidak pernah hilang dari diri saya sedetik pun dalam setiap gerak dan diam, baik di masjid, jalan, rumah, maupun di sekolah. Adakah seseorang yang bisa membantu saya menghadapi gangguan setan ini? Adakah seseorang yang ditakdirkan oleh Allah untuk membantu saya?

Mereka menjawab:
Kami anjurkan Anda untuk:
- Meninggalkan perasaan was-was
- Berpaling darinya serta
- Banyak membaca Al-Quran
- Melakukan amal-amal saleh
- Kembali kepada Allah
- Bersimpuh kepada Allah
- Memohon kepada-Nya, meminta kepada-Nya agar Anda dibebaskan dari tipu daya setan, meneguhkan Anda dalam jalan kebenaran, meluruskan langkah Anda, karena di tangan Allah-lah ubun-ubun setiap hamba, baik jin maupun manusia, Allah-lah yang kuasa menentukannya sesuai kehendak-Nya.

Jangan sampai Anda merasa ujub (bangga) dengan kesalehan ibadah, terpedaya dengan baiknya akhlak, dan banyaknya amal kesalehan yang Anda lakukan. dalam hal ibadah dan urusan akhirat Anda jangan melihat kepada orang yang lebih rendah daripada Anda, karena hal itu bisa membuat Anda terpedaya, sedikit dan lamban dalam beramal saleh, membuka peluang permainan setan pada seorang Muslim, dan menghambat semangatnya untuk berbuat kebaikan.

Akan tetapi dalam urusan ibadah dan akhirat lihatlah orang yang lebih tinggi dari Anda dalam hal berpegang teguh pada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, serta senantiasa menetapi dan giat menjalankan isi kandungannya karena sesungguhnya hal ini dapat:
- Memotivasi diri untuk menambah amal saleh
- Bersegera menggapai ampunan Allah dan rahmat-Nya
- Mengangkat diri pada derajat yang tinggi
- Memperoleh nikmat yang abadi.

Semoga Allah meneguhkan Anda pada kebenaran dan mengarahkan pada jalan yang benar, dan menghilangkan perasaan was-was dari diri Anda.

Kami menyarankan agar Anda membaca kitab Talbis Iblis karya Abu al-Faraj Ibnu al-Jauzi karena beliau fokus dalam menulis permasalahan yang menjadi tema kita ini, dan kami berharap Allah memberi faedah kepada Anda dengan membacanya. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.
Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 2/194-195. Fatwa no.6506

PERTANYAAN TERKAIT

© 2022 - Www.SalamDakwah.Com