SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sampai Umur Berapa Bekas Air Seni Anak Tidak Dicuci?


Ikhwan
6 years ago

Assalamualaikum ustad..

Sebelumnya saya mengucapkan selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin.

Saya ingin menanyakan apakah benar mengenai air seni anak kecil yg belum makan nasi/makanan manusia umumnya tidak najis ? mohon penjelasannya dan adakah batasan umur si anak mengenai hal tsb.
terima kasih.
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Selamat hari raya Idul Fitri, Taqabbalallahu minna wa minkum.

Bekas kencing anak kecil laki-laki yang masih menyusu dan belum memakan makanan adalah cukup dipeciki air. Bila anak kecil laki-laki telah mengkonsumsi makanan maka bekas kencingnya harus dicuci. Adapun anak kecil perempuan maka bekas kencingnya dicuci baik ia hanya menyusu atau sudah memakan makanan. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Arab Saudi pernah ditanya:
Saya seorang laki-laki yang memiliki beberapa orang anak. Kebiasaan anak kecil adalah kencing dan itu mengenai pakaian ibu dan ayahnya, khususnya pada masa kanak-kanak. Misalnya saya ingin melaksanakan ibadah haji atau umrah dan saya hanya memiliki sehelai kain ihram yang terkena kencing anak kecil. Bagaimana hukum hal ini? mengingat, sebagaimana dimaklumi bahwa air kencing itu najis. Saya tidak bisa mencuci pakaian ihram ketika sedang berihram, terlebih ibunya yang sering terkena kencing anaknya...sebagaimana saya, sedang melaksanakan haji dan saya merasa sulit untuk mencuci pakaian ihram tersebut. Oleh sebab itu, apa yang mesti saya lakukan? Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada Anda sekalian.

Mereka menjawab:
Segala puji hanya bagi Allah. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasul-Nya, keluarga, dan sahabat beliau. Amma ba'du,

Dalam hadits terdapat keterangan tentang hukum kencing anak kecil laki-laki dan perempuan,

فعن أم قيس بنت محصن أنها أتت بابن لها صغير لم يأكل الطعام إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم: فبال على ثوبه فدعا بماء فنضحه عليه ولم يغسله

Dari Ummu Qais binti Mihshan diceritakan bahwa dia pernah datang kepada Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam dengan membawa anak laki-lakinya yang masih kecil dan belum makan makanan. Kemudian anak itu kencing di bajunya. Nabi pun meminta air lalu memercikinya dan tidak mencucinya. (HR. Jamaah)

وعن علي بن أبي طالب رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «بول الغلام الرضيع ينضح، وبول الجارية يغسل (1) » . قال قتادة: وهذا ما لم يطعما، فإذا طعما غسلا جميعا

Dan dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu `anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda Kencing anak laki-laki yang masih menyusu cukup di perciki (air) dan kencing anak perempuan harus dicuci.

Qatadah berkata: (Hukum ini berlaku selama mereka belum makan makanan. Jika mereka sudah makan, kencing mereka dicuci semuanya).

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi (ia mengatakan bahwa hadis ini statusnya hasan)

Berdasarkan hal ini, maka kalian wajib membasuh bagian tubuh kalian yang terkena percikan kencing jika itu adalah kencing anak perempuan (yang hanya menyusu.pent) dan laki-laki yang sudah memakan makanan. Jika anak kecil laki-laki itu belum makan makanan, maka kalian cukup memercikkan air ke bekas kencingnya, tanpa perlu membasuh atau memerasnya.

Begitu pula pakaian ihram juga harus dibasuh akibat terkena kencing anak kecil perempuan dan kencing anak kecil laki-laki yang sudah makan makanan. Serta cukup dipercikkan air pada bekas kencing anak kecil laki-laki yang belum makan makanan.

Jika Anda hanya memiliki satu pakaian ihram, maka Anda cukup memercikinya dengan air apabila yang kencing itu bayi laki-laki yang belum makan makanan; dan anda mencucinya akibat terkena kencing anak kecil perempuan dan kencing anak kecil laki-laki yang sudah makan makanan di tempat yang aurat Anda hanya bisa dilihat oleh istri Anda sendiri. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 5/404-405. Fatwa no.2536

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com