SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Sudah Menyertakan Niat Puasa Sunnah Saat Melaksanakan Puasa Qadha, Bagaimana Hukumnya?


Akhwat (pelalawan,riau)
5 years ago

Assalamualaikum ustadz
Sy mw tanya....apakah niat puasa qadha bs d bareng kn dg niat puasa sunnah..
Bgmn hukum ny niat puasa yg tersebut d atas sdh d lakukan selama ini?? Tertolak kah atau bgmn?
Terima kasih....
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila seseorang berkewajiban untuk melaksanakan puasa qadha' dan ia ingin melaksanakan puasa sunnah maka seharusnya ia melaksanakan puasa qadha' terlebih dahulu dan tidak menyatukan niat puasa qadha' dengan niat puasa sunnah.

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Seorang lelaki atau wanita yang berkewajiban mengganti puasa Ramadhan kemudian dia ingin berpuasa sunnah atau puasa Asyura, yakni berpuasa hari 10 dan 11 dengan niat keduanya dilakukan sebagai puasa qadha' bukan puasa Asyura, bagaimana hukumnya? Apakah puasa Asyura dibolehkan bagi orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan? Apakah orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan dibolehkan berpuasa Asyura dan satu hari sebelum atau sebelumnya dengan niat mengqada?

Mereka menjawab:
Berpuasa sunah tidak dibolehkan bagi orang yang mempunyai tanggungan puasa Ramadhan satu hari atau lebih. Yang harus dia lakukan adalah mengqada tanggungan puasa Ramadhannya terlebih dahulu kemudian baru melakukan puasa sunah.

Kedua, jika dia berpuasa pada hari kesepuluh dan kesebelas bulan Muharam dengan niat mengqada utang puasa Ramadhannya, berarti dia mengqada dua hari dari utang puasanya. Dalilnya berdasarkan sabda Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam,

إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

"Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan".

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 10/401-402 Pertanyaan pertama dari fatwa no.6774

Apabila seseorang sengaja melaksanakan puasa qadha' di suatu hari yang disyariatkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari tersebut dengan meniatkan dua puasa sekaligus maka yang dianggap adalah puasa qadha'. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Bolehkah menyertakan niat lain dalam satu amalan? Misalnya seseorang memiliki kewajiban qadha puasa Ramadhan yang ditunaikannya bertepatan dengan hari Arafah, apakah dia boleh berniat puasa qadha dan sunnah Arafah pada hari itu? Jadi niatnya adalah melaksanakan puasa qadha' dan niat lain (puasa sunnah tersebut). Bolehkah berniat haji dan umrah pada saat haji? Mohon beri kami fatwa. Semoga Allah memberi Anda faedah. Semoga Allah membalas Anda dengan balasan terbaik.

Mereka menjawab:
Boleh berpuasa pada hari Arafah dengan niat qadha, dan qadha'nya dianggap sah. namun, keutamaan melaksanakan puasa sunah Arafah tidak diperoleh, karena tidak ada dalil yang menjelaskannya. Adapun menyatukan umrah dengan haji, Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam telah menjelaskan hal ini dalam hadis,

دخلت العمرة في الحج إلى يوم القيامة

"Umrah menyatu dengan haji sampai hari kiamat."

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawaal-Lajnah ad-Daimah 10/397 fatwa no.13019

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com