SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Kenapa Babi Diharamkan


Ikhwan
6 years ago

Kanapa daging babi di haramkan
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

Allah ta'ala telah mengharamkan daging babi pada beberapa ayat al-Alqur'an, diantaranya di surat al-Baqarah ayat 173. Allah ta'ala berfirman:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagi kalian bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. tetapi Barangsiapa dalam Keadaan terpaksa (memakannya) sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ulama' juga bersepakat tentang keharaman daging babi. Ibnu Hazm (meninggal 456 H) menerangkan:
Dan mereka bersepakat bahwa daging babi, gajih, lemak, tulang rawan, otak dan syarafnya haram semuanya dan itu semua najis Maratib al-Ijma' hal.23

Selayaknya kaum muslimin bila mendengar dengan jelas perintah Allah ta'ala dan Rasul-Nya dan yakin bahwa itu dari Allah ta'ala dan Rasul-Nya maka ia bersegera melaksanakannya meski kala itu ia belum mengetahui illat atau hikmah perintah tersebut. Syaikh Utsaimin menerangkan:

Seorang mukmin hanya dengan diberitahu bahwa ini adalah hukum Allah ta'ala dan Rasul-Nya maka ia memiliki hikmah hukum tersebut sebagaimana Firman Allah ta'ala (al-Ahzab:36):

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.

Dan firman Allah ta'ala (an-Nur:51-52)

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ(51

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ (٥٢

51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan Kami patuh". dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung.

52. Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, Maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.

Ketika Aisyah radhiyallahu anha ditanya kenapa wanita haidh wajib mengqadha' puasa dan tidak wajib mengqadha' shalat, dia menyebutkan bahwa illah pada masalah itu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya, dia berkata:
Dahulu kami juga terkena haidh dan kami hanya diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha' shalat.

Cukup dengan keterangan bahwa sebuah hukum dari Allah ta'ala dan Rasul-Nya seorang mukmin akan merasa puas terhadap hukum itu, menerima dan rela.

Akan tetapi bila kita berbicara dengan orang yang lemah iman atau orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya ketika itu kita perlu mencari hikmah dan menjelaskannya. Fatawa Islamiah 3/397-398

Adapun hikmah dari pengharaman babi syaikh Utsaimin berbicara secara umum tentangnya:
Allah ta'ala telah menjelaskan hikmah dari pengharaman babi dalam firmannya (al-An'am:145) :

قُلْ لا أَجِدُ فِي مَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلَى طَاعِمٍ يَطْعَمُهُ إِلا أَنْ يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنْزِيرٍ فَإِنَّهُ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaKu, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi - karena Sesungguhnya semua itu kotor - atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam Keadaan terpaksa, sedang Dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, Maka Sesungguhnya Rabb-mu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Dan Rabb azza wa jalla adalah yang menciptakan, dia mengetahui mudharat dan manfaat yang ada pada makhluq-makhluq-Nya. Apabila Allah Azza wa Jalla berfirman kepada kita bahwa Dia mengharamkan babi dikarenakan babi itu kotor maka kita akan mengetahui bahwa kekotoran ini memberi mudharat bagi agama dan diri kita. Kala itu kita katakan kepada setiap orang yang bertanya tentang hikmah pengharaman daging babi: Itu adalah rijs yakni najis dan membahayakan bagi tubuh dan agama. Fatawa Islamiah 3/397

Untuk lebih detail terkait mudharat dari konsumsi babi silahkan melihat hasil-hasil penelitian ilmiah terkait hal itu.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com