SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

TAREKAT


Ikhwan (Pinrang sul sel)
5 years ago

ASSALAMU ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATU
BARAKALLAHU FIIK
1. bolehkah belajar terekat?
2. seperti apakah tarekat
3. tolong sebutkan dan jelaskan tarekat tarekat yang dilarang?
jazakullah khairan
syukran
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa pernah ditanya:
Sepanjang pengetahuan Anda, apa hukum Islam mengenai tarekat-tarekat sufi secara umum dan tarekat Naqsyabandiyah secara khusus?

Mereka menjawab:
Banyak bid'ah yang terjadi pada jamaah tarekat-tarekat sufi secara umum, seperti:
- Zikir berjamaah dalam beberapa saf atau lingkaran dengan dipimpin oleh satu orang,
- Dan zikir mereka dengan kata tunggal dengan satu suara seperti: Allah Allah, Hayyun Hayyun, Qayyuum Qayyuum,
- Dan zikir mereka dengan kata ganti orang ketiga, seperti: Huwa (dia) Huwa (dia), dan zikir mereka dengan kata "Ah".

Ada banyak keburukan pada zikir-zikir yang mereka senandungkan, seperti:
1. Istighatsah (minta pertolongan) kepada selain Allah
2. Dan meminta pertolongan kepada orang-orang mati, seperti al-Badawi, asy-Syadzili, al-Jilani, dan selain mereka. Di dalam kitab-kitab mereka terdapat banyak bid'ah dan keburukan, khususnya tarekat Naqsyabandiyyah
3. Dan zikir mereka kepada Allah dengan nama Allah dalam wirid harian dengan gerakan hati dengan nafas yang menyerupai gerakan lisan yang berbicara tanpa menggerakkan lisan.
4. Dan seorang murid (pengikut tarekat) menghadirkan sosok gurunya di dalam alam pikirannya,
5. Dan menjadikannya sebagai wirid harian dengan berkeyakinan bahwa gurunya tersebut adalah perantarannya untuk selamat kelak di hari kiamat.

Seluruh perkara ini merupakan bid'ah yang mungkar, karena zikir-zikir tersebut tidak ada sedikit pun yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam dari wahyu yang telah diwahyukan kepada beliau berupa Al-Quran dan Sunnah. Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bersabda:

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

Barangsiapa melakukan suatu perbuatan yang tidak berdasarkan urusan (agama) kami, maka perbuatan tersebut tertolak.

Dan Beliau bersabda :

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari urusan agama kami, maka perkara itu tertolak.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 2/361-362 no. fatwa 3934

Berikut ini terjemahan jawaban syaikh Ibnu Baz dalam masalah yang mirip:

Pertanyaan tentang Tahariqat-Thariqat ini global, jika yang dimaksudkan oleh penanya adalah Thariqat-thariqat Shufiyah maka hukumnya adalah mungkar, sebagian lagi Kufur dan sebagian lagi Bid'ah.

Karena thariq (jalan.pent) yang wajib dilalui adalah jalannya Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (al-An'am:153) :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.

...Maka wajib atas kaum Muslimin untuk berjalan di atas jalan terangnya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, kemudian Istiqamah diatas jalan dan agamanya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman (Ali Imron:31):

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Fatawa Nur 'ala Ad-Darbi oleh syaikh Ibnu Baz hal.25-26
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com