SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bagaimana Bila Saudara Memutus Tali Silaturrahim


Akhwat (Samarinda - Kalimantan Timur)
6 years ago

Assalamualaikum wr.wb
Perkenalkan nama sya Rina. Sya ingin bertanya Ustadz/Ustadzah.
sya udh tdk bertegur sapa dgn adik ipar say sekitar 5 bln. Awal mulax melalui media sosial ( grup bbm ) kami membahas masalah Asi, sbtlnya apa yg sya tulis digrup trsbt tdk brmksd menyinnggung, akan tetapi adik ipar sya ini tersinggung. Melalui media sosial ( fb ) dan ( bbm ) dia dan suaminya sdh menghapus sya dri kontak mereka. Adik ipar sya berkata pda suami sya, sya ini wanita maaf ustadz/ustadzah "pembualan". ketemu sya pun adik ipar sya buang muka, pdhl sblmnya sya sdh berbesar hati dtg ke acara yg mereka adakan. Sya pun jd segan utk menegur dan sdkit jengkel. Bs diblg sya pun udh tdk respect lagi. Apakah yg hrus sya perbuat ? mohon pencerahannya Ustadz?Ustadzah.
wassalamualaikum wr.wb
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Selayaknya Anda bersabar dan tetap berusaha untuk menyambung silaturrahim dengan saudara Anda, adapun ipar Anda maka ia bukanlah termasuk yang wajib disambung tali silaturrahimnya, meski demikian Anda tetap harus berbuat baik kepadanya. Silahkan melihat pembahasan kami sebelumnya terkait siapa yang wajib disambung tali silaturrahimnya di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/siapakah-yang-perlu-dijaga-silaturahimnya.html

Jangan membicarakan atau memposting sesuatu di sebuah perkumpulan yang menyinggung perasaan mereka (bila mereka ada di perkumpulan tersebut).

Ada beberapa riwayat yang menyebutkan keutamaan menyambung silaturrahim ke keluarga yang enggan menyambung silaturrahim:
1. Abu Hurairah radhiyallahu anhu menceritakan kisah yang mirip dengan kisah yang Anda ceritakan:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّ لِي قَرَابَةً أَصِلُهُمْ وَيَقْطَعُونِي، وَأُحْسِنُ إِلَيْهِمْ وَيُسِيئُونَ إِلَيَّ، وَأَحْلُمُ عَنْهُمْ وَيَجْهَلُونَ عَلَيَّ، فَقَالَ: «لَئِنْ كُنْتَ كَمَا قُلْتَ، فَكَأَنَّمَا تُسِفُّهُمُ الْمَلَّ وَلَا يَزَالُ مَعَكَ مِنَ اللهِ ظَهِيرٌ عَلَيْهِمْ مَا دُمْتَ عَلَى ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang laki-laki berkata:“Wahai Rasulullah aku mempunyai kerabat, aku menyambung tali silaturrahim ke mereka namun mereka memutuskan tali silaturrahim kepadaku, aku berbuat baik kepada mereka namun mereka berbuat jahat kepadaku, aku lemah lembut kepada mereka namun mereka berbuat kasar kepadaku. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika keadaanmu seperti yg engkau katakan, seakan-akan engkau menutupi mereka dengan rasa jenuh dan senantiasa akan ada bersamamu penolong dari Allah selama engkau demikian.” HR. Muslim. no. 2558 dan yang lainnya.

2. Menyambung silaturrahim yang sesungguhnya adalah menyambung silaturrahim kepada keluarga yang memutus silaturrahim kepada kita. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لَيْسَ الوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ، وَلَكِنِ الوَاصِلُ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

"Orang yang menyambung silaturrahim bukanlah orang yang menyepadani (dalam silaturrahim) akan tetapi orang yang menyambung silaturrahim adalah orang yang menyambungnya kembali ketika tali silaturrahmi itu sempat terputus. HR. Bukhari no. 5991:

Janganlah Anda menjadi orang yang memutus tali silaturrahim sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan:

لاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidaklah masuk Surga orang yang memutus tali silaturrahim. HR. Bukhari no.5984 dan Muslim no.2556

Apabila ingin menasehati mereka maka nasehatilah dengan bijak, pilihlah waktu dan moment yang tepat.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com