SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Susah Bangun Untuk Shalat Shubuh dan Berpuasa Senin Kamis Niatnya Setelah Terbit Fajar


Ikhwan (bogor)
5 years ago

assalamualaikum ustadz ...

saya masih berumur 14 thun jika bangun tidur biasanya jam 6, jarang saya bangun kurang dri jam 6, pdhal sya tidur tdk lebih dri jam 21.30. prtnyaan :
1. apkah setiap saya shalat subuh masih bisa ? tapi jika saya bangun saya langsung berwudhu dan shalat subuh.
2. mulai skrg saya ingin puasa senin kamis, tapi karena saya bangunnya kesiangan dan tidak sempat sahur. apkah boleh puasa senin kamis tanpa sahur ?

terimakasih atas jawabannya
Redaksi salamdakwah.com
5 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

1. Apabila Anda telah baligh maka Anda telah melakukan suatu kesalahan besar, Anda seharusnya menempuh berbagai cara (yang diperbolehkan) supaya bisa melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid pada waktunya. Syaikh Ibnu Baz pernah ditanya:
Alhamdulillah saya melaksanakan seluruh shalat di masjid kecuali shalat shubuh. Saya selalu melaksanakan shalat shubuh setelah matahari terbit sebab saya selalu ketiduran. Apakah saya berdosa? Berilah kami fatwa. Semoga Anda diberi pahala oleh Allah ta'ala.

Beliau menjawab:
Wahai hamba Allah engkau wajib melaksanakan shalat shubuh berjamaah di masjid sebagaimana engkau melaksanakan shalat lain. Engkau tidak boleh menundanya hingga terbit matahari. Bahkan ini (perbuatan penanya.pent) termasuk kemungkaran yang besar. Bahkan termasuk kekufuran yang besar bagi sekumpulan ulama'. Kita meminta kepada Allah...

Kewajiban Anda adalah bertakwa kepada Allah dan melaksanakan shalat berjamaah pada waktunya, baik itu shalat fajar atau yang lainnya. Anda harus bertakwa kepada Allah dengan tidak begadang sehingga Anda bisa melaksanakan shalat fajar pada waktunya. Anda harus memanfaatkan jam untuk membantu Anda melaksanakan shalat shubuh pada waktunya. Atau meminta bantuan sebagian keluarga untuk membangunkan Anda....

Kewajiban Anda adalah menggunakan semua cara yang bisa membantu Anda supaya bisa melaksanakan shalat shubuh dan yang lainnya secara berjamaah. Anda tidak boleh bermudah-mudahan dalam masalah ini. Bahkan sikap ini adalah termasuk sifat orang munafiq, perbuatan ini termasuk sifat orang munafiq. Allah ta'ala berfirman(an-Nisa':142):

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali...

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Andaikan mereka mengetahui keutamaan dalam kedua shalat tersebut, pasti mereka akan melaksanakannya walaupun dengan merangkak'. Fatawa Nur ala ad-Darbi 7/115-117

Dalam riwayat lain disebutkan:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلَاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ، وَصَلَاةُ الْفَجْرِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Andaikan mereka mengetahui keutamaan dalam kedua shalat tersebut, pasti mereka akan melaksanakannya walaupun dengan merangkak." HR. Bukhari no.657 dan Muslim no.651 dan yang lainnya. Lafadz ini adalah lafadz Muslim

2. Puasa Senin dan Kamis termasuk puasa nafilah yang niatnya boleh dilakukan setelah fajar. Jumhur Ulama' berdalil dengan hadits Aisyah berikut dalam pembolehan melakukan niat setelah fajar bila seseorang tidak melakukan pembatal puasa sejak terbit fajar hingga dia berniat.

Berikut ini hadits Aisyah radhiyallahu anha:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَالَ لِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ذَاتَ يَوْمٍ «يَا عَائِشَةُ، هَلْ عِنْدَكُمْ شَيْءٌ؟» قَالَتْ: فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا عِنْدَنَا شَيْءٌ قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ»

Dari Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu anha, Beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari berkata kepadaku: “Apakah engkau memiliki sesuatu (dari makanan)?”, kemudian kami berkata: “tidak”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau begitu saya berpuasa...” HR. Muslim no.1154 dan yang lainnya

Adapun sahur maka itu bukanlah syarat pelaksanaan puasa, sehingga boleh bagi Anda untuk berpuasa meski Anda tidak sahur sebelum terbit fajar.
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com