SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hadiah dari Wali Murid?


Ikhwan
6 years ago

Assalaamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.. Ustadz istri ana seorang guru TK, jika tiba hari kelulusan para wali murid selalu memberikan hadiah baik berupa makanan, tas dll, yang ingin ana tanyakan apakah ini termasuk hadayal ummal ???? dilarang Rasulullah ??? ???? ???? ????
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Apabila murid tersebut memberikan hadiah kepada gurunya setelah ia lulus dan menerima nilai serta ijazah (dan ketika itu nilai serta ijazah sudah tidak bisa diutak-atik lagi oleh si guru) maka guru itu boleh menerima hadiah dari si murid atau orang tuanya sebab tidak ada kecrigaan yang akan timbul dengan pemberian hadiah tersebut (kecuali bila hadiah itu sebagai bentuk timbal balik atas sikap khusus si guru kepada murid tersebut ketika masih ada kegiatan belajar mengajar, maka ini termasuk pembahasan lain)

Syaikh Ibu Baz rahimahullah pernah ditanya:
Saya mengajar al-Qur'an al-Karim di suatu organisasi sosial. Setelah ijazah para murid diberikan, mereka memberikan hadiah bersama. Hadiah ini tidak mempengaruhi nilai seorang murid. Apakah saya boleh menerima hadiah mereka?

Beliau menjawab:
Apabila hadiah diberikan setelah selesai proses pemberian nilai para murid dan setelah ijazah dibagikan serta setelah selesai masa kerja di organisasi tersebut maka tidak apa-apa menerima hadiah tersebut. Ini berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan disyariatkannya menerima hadiah. Wallahu waliyyuttaufiq.
Majmu' Fatawa Ibnu Baz 20/64

Dalam kesempatan lain Beliau menegaskan:
Seorang pengajar wanita tidak boleh menerima hadiah dari siswi secara mutlak sebab itu bisa menimbulkan efek yang tidak baik. Seorang mukmin dan mukminah harus berhati-hati dalam agamanya dan menjauhi jalan yang mengantarkan kepada sesuatu yang dicurigai dan bahaya. Apabila siswi telah pindah ke sekolah lain maka hadiah itu tidak bermasalah sebab tidak ada yang perlu dicurigai ketika itu dan telah aman dari bahaya, begitu pula bila ia (guru perempuan) itu telah keluar dari tempat mengajarnya tersebut atau ia telah pensiun (ketika itu bila para siswi menghadiahkan sesuatu kepadanya maka itu tidak apa-apa pent) lih. Majmu' Fatawa Ibnu Baz 20/63-64
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com