SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Apa Itu Tahnik? Tahnik Dengan Sari Kurma?


Ikhwan (Jakarta)
6 years ago

Assalamu'alaikum,
Ustadz apakah maksud dari tahniq itu sendiri untuk melumatkan?
Dan bolehkah sekarang ini ketika mentahniq bayi yg baru lahir boleh dengan Sari Kurma?
Atau lebih baik dilembutkan oleh orang tua bayi tersebut dengan cara dikunyah?
Jazakumullah khoiron
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Silahkan membuka link kami sebelumnya terkait tahnik di http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/tahnik-untuk-bayi.html

Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ ابْنٌ لِأَبِي طَلْحَةَ يَشْتَكِي، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ، فَقُبِضَ الصَّبِيُّ، فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ، قَالَ: مَا فَعَلَ ابْنِي، قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: هُوَ أَسْكَنُ مَا كَانَ، فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ العَشَاءَ فَتَعَشَّى، ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ: وَارُوا الصَّبِيَّ، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ، فَقَالَ: «أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ؟» قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا» فَوَلَدَتْ غُلاَمًا، قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: احْفَظْهُ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَرْسَلَتْ مَعَهُ بِتَمَرَاتٍ، فَأَخَذَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «أَمَعَهُ شَيْءٌ؟» قَالُوا: نَعَمْ، تَمَرَاتٌ، فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَضَغَهَا، ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ، فَجَعَلَهَا فِي فِي الصَّبِيِّ وَحَنَّكَهُ بِهِ، وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللَّهِ

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata, "Suatu hari, anak Abu Thalhah menderita sakit. Lalu ketika Abu Thalhah pergi keluar, sang anak meninggal dunia. Ketika kembali dari perjalanan, Abu Thalhah bertanya (kepada isterinya), "Pa yang dilakukan oleh anakku sekarang?" Ummu Sulaim (sang isteri) menjawab, "Dia sekarang dalam keadaan paling tenang." Lalu sang isteri menghidangkan makan malam baginya, lalu mereka makan malam bersama, dan kemudian mereka melakukan hubungan badan. Setelah selesai, sang isteri berkata, "Anak tersebut telah dikubur (telah wafat)."Maka dipagi harinya Abu Thalhah mendantangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, lalu dia mengabarkan perkara tersebut kepadanya.  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, "Apakah semalam kalian berhubungan intim?" Dia berkata, "Ya." Beliau berkata, "Ya Allah, berkahilah mereka berdua." Maka kemudian sang isteri melahirkan seorang anak. Lalu Abu Thalhah berkata kepadaku, "Rapihkan anak itu untuk dibawa menghadap Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam." Maka anak itupun dibawah menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan dibawakan pula beberapa butir korma bersamanya. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambil anak tersebut, lalu berkata, "Adakah sesuatu bersama anak ini?" Mereka berkata, "Ya, beberapa butir korma." Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengambilnya, kemudian beliau mengunyahnya lalu diambilnya dari mulutnya dan dimasukkan ke dalam mulut anak itu lalu Beliau mentahniknya. Beliau menamainya Abdullah." HR. Bukhari, no. 5470, Muslim, no. 2144 dan diriwayatkan oleh yang lain

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah menerangkankan makna tahnik dan do'a yang selayaknya dibaca setelahnya:
Maksud mentahnik adalah meletakkan dalam mulut bayi kurma, kemudian menggosok langit-langit mulutnya dengan kurma tersebut... Kemudian Beliau mendoakan keberkahan baginya yaitu berucap:

با ر ك ا لله فيه

(Baarakallahu fihi). Artinya : “Semoga Allah memberikan keberkahan pada dirinya”.atau

ا للهم با ر ك فيه

(Allahumma baarik fihi). Artinya : “Ya Allah berkahilah dia.” Fathul Baari 7/248

Imam An-Nawawi berkata, "Para ulama sepakat disunahkannya melakukan tahnik terhadap bayi yang baru dilahirkan dengan kurma (Jika tidak ada korma maka bisa dilakukan dengan sesuatu yang tujuannya sama atau mendekati, seperti dengan sesuatu yang manis), lalu dikunyahlah kurma itu oleh orang yang akan mentahniknya hingga encer dan mudah ditelan, kemudian mulut sang anak dibuka dan kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya agar ada bagian dari kunyahan tersebut yang masuk ke dalam rongganya. Syarh an-Nawawi Ala Shahih Muslim, 14/122-123

Dari sini bisa difahami bahwa bila seseorang tidak mendapati kurma maka boleh mentahnik dengan sesuatu yang punya khasiat yang sama atau mendekati, dengan begitu dibolehkan menggunakan sari kurma.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com