SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Hukum Liwath?Apakah Itu Termasuk Dosa Besar?Bagaimana Cara Bertaubat?


Ikhwan
6 years ago

Assalamu'alaikum...
pak ustadz ana mau bertanya, apa hukum manusia laki-laki yang melakukan perbuatan liwath?

apakah perbuatan itu termasuk dosa besar?

dan bagai mana cara bertaubat nya? apakah akan di terima taubat nya?

Jazaakallahu khoiron.
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Homoseksual atau Luthiyah merupakan perbuatan keji dipandang dari sisi agama Islam dan dari sisi fithrah manusia. Dalam Islam perbuatan ini adalah dosa besar. Perbuatan ini lebih buruk dari pada zina. Liwath adalah perbuatan yang melampaui batas yang belum pernah dilakukan oleh kaum sebelum kaum nabi Luth. Allah ta'ala berfirman dalam surat al-A'raf ayat 80-81:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (٨٠)إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ (٨١

80. Dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu[homoseksual], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?"
81. Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.

Perbuatan mereka yang keji itu menjadikan Allah ta'ala murka kepada mereka dan mengadzab mereka dengan adzab yang pedih. Allah ta'ala berfirman dalam surat Hud ayat 82 dan 83:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ (٨٢)مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ (٨٣

82. Maka tatkala datang adzab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
83. Yang diberi tanda oleh Rabbmu, dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang dholim.

Dalam Islam pelaku homoseksual ini hukumannya adalah dibunuh, akan tetapi hukuman ini tidak dilakukan oleh sembarang orang, akan tetapi hukuman ini ditegakkan oleh pemimpin atau yang mendapat mandat untuk itu (lih. Keterangan syaikh Utsaimin dalam kitab Syarh al-Arbain an-Nawawiah 171). Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ، فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ، وَالْمَفْعُولَ بِهِ»

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang kalian dapati sedang melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah; pelaku dan objeknya." HR. Abu Daud no.4462 dan Tirmidzi no.1456 dan Ibnu Majah 2561 dan Ahmad. Syaikh al-Albani menerangkan bahwa hadits itu Hasan Shahih


Ibnu Taimiyyah rahimahullah ta'ala menerangkan:
Sebagaimana mayoritas Ulama' berpendapat bahwa hukuman bagi pelaku homoseksual lebih berat dibanding hukuman berzina dengan wanita ajnabi. Wajib menghukum mati pelaku dan pasangannya, baik itu salah satunya merupakan orang yang telah menikah atau belum. Baik salah satu dari mereka merupakan hamba sahaya dari yang lain atau tidak, sebagaimana disebutkan dalam kitab sunan dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan diamalkan oleh para sahabat Beliau tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan mereka tentang masalah itu.
Majmu' al-Fatawa 21/245


Ini semua menunjukkan betapa buruk dan jeleknya perbuatan itu, oleh karena itu sungguh celaka orang-orang yang mendukung dan memperjuangkan pernikahan kaum penyuka sejenis dengan mengatasnamakan pembelaan terhadap HAM. Apa yang mereka bela hanyalah perbuatan yang keji dan menyalahi fithrah manusia.

ِApabila seorang pelaku ingin bertaubat dari perbuatan hina ini dengan taubat nasuha maka biidznillah Allah ta'ala akan mengampuninya. Orang yang ingin bertaubat dari dosa harus memenuhi syarat taubat:
1. Ikhlas bertaubat karena Allah ta'ala
2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
3. Segera meninggalkan perbuatan tersebut.
4. Bertekad untuk tidak kembali ke perbuatan dosa tersebut
5. Taubat tersebut dilaksanakan pada saat Taubat masih diterima. lih. Asy-Syarh Al-Mumti' 'ala Zad Al-Mustaqni' oleh syaikh Utsaimin 14/380

Semoga Allah ta'ala selalu memberi kita pengetahuan tentang Islam dan semoga Allah ta'ala juga mengkaruniakan kepada kita kekuatan dan kemampuan untuk mengamalkannya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com