SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Saya Mahasiswa LIPIA, Bolehkah Meminta Sumbangan Bulanan Ke Muhsinin?


Ikhwan (Bogor)
7 years ago

Bismillaah. Baarakallaahu fiika yaa ustaadz. Ana seorang thaalib di LIPIA yg sdh menikah & sdg mempersiapkan kelahiran anak saya. Saya sdh berusaha bekerja mengajar & berdagang, namun pendapatan yg saya terima setiap bulannya belum mencukupi kebutuhan rumah tangga saya. Apakah boleh bagi saya utk mengajukan bantuan tambahan uang saku setiap bulannya ke muhsinin?

Mohon penjelasannya ustadz, jazaakallaahu khairan.
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago

Dalam salah satu riwayat disebutkan:

عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ مُخَارِقٍ الْهِلَالِيِّ، قَالَ: تَحَمَّلْتُ حَمَالَةً، فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْأَلُهُ فِيهَا، فَقَالَ: أَقِمْ حَتَّى تَأْتِيَنَا الصَّدَقَةُ، فَنَأْمُرَ لَكَ بِهَا، قَالَ: ثُمَّ قَالَ: " يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِأَحَدِ ثَلَاثَةٍ رَجُلٍ، تَحَمَّلَ حَمَالَةً، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا، ثُمَّ يُمْسِكُ، وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ - أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ - وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ، فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ - أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ - فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا

Dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali ia berkata; Aku pernah menanggung hutang (untuk mendamaikan dua kabilah yang bersengketa). Lalu aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, meminta bantuan beliau untuk membayarnya. Beliau menjawab: "Tunggulah sampai orang datang mengantarkan zakat, nanti kusuruh menyerahkannya kepadamu." Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Hai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak boleh (tidak halal) kecuali untuk tiga golongan. (Satu) orang yang menanggung hutang (gharim, untuk mendamaikan dua pihak yang saling bersengketa ). Maka orang itu boleh meminta-minta, sehingga hutangnya lunas. Bila hutangnya telah lunas, maka tidak boleh lagi ia meminta-meminta.

(Dua) orang yang terkena bencana, sehingga harta bendanya musnah. Orang itu boleh meminta-minta sampai dia memperoleh sumber kehidupan yang layak baginya.

(Tiga) orang yang ditimpa kemiskinan, (disaksikan atau diketahui oleh tiga orang yang dipercayai bahwa dia memang miskin). Orang itu boleh meminta-minta, sampai dia memperoleh sumber penghidupan yang layak. Selain tiga golongan itu, haram baginya untuk meminta-minta, dan haram pula baginya memakan hasil meminta-minta itu." HR. Muslim no.1044 dan diriwayatkan oleh yang lainnya.

Berikut ini petikan syarh dari Syaikh Athiyyah Muhammad Salim:
Orang ini pengeluarannya lebih besar dari pada pemasukannya dan ia dalam keadaan kekurangan, oleh karena itu ia diberi dari zakat sebab definisi miskin menurut Ulama' adalah orang yang pemasukannya lebih sedikit dibanding pengeluarannya.

Apapun itu, orang ini memerlukan 3 orang yang paling pintar (dalam masyarakat) yang bersaksi demi Allah bahwa gajinya sebesar ini...... Mereka bersaksi bahwa mereka mengetahui pemasukannya, pengeluaran dan besarnya pembelanjaan yang ia lakukan. Dia tidak memiliki sesuatu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu dan ia tidak mempunyai harta untuk memenuhi keperluan anak serta keluarganya. Orang semacam ini dalam keadaan kekurangan.

Apabila ketika itu ia memiliki hutang maka tuntutan untuk membayar dihentikan, inilah yang dinamakan itsbat al-I'sar. Apabila ia telah berhutang dan orang-orang yang menghutangi datang untuk menuntut pembayaran darinya kemudian ia mengemukakan alasan tidak bisa membayar: Saya tidak memiliki harta untuk melunasi kalian. Saya delam keadaan kekurangan. Pemasukan saya tidak bisa memenuhi pengeluaran saya. Jika 3 orang yang memiliki akal pemikiran paling baik pada masayarakat itu bersaksi menetapkan keadaan itu maka dihentikanlah penagihan hutang darinya, dan ia diberi tangguh hingga ia memiliki kelapangan rizki. Allah ta'ala telah berfirman (al-Baqarah:280)

َإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan.

Inilah jenis ketiga yang berhak untuk meminta bantuan kepada masyarakat. Masyarakat berkewajiban memberi mereka dan mereka berhak mendapatkan bantuan itu. http://audio.islamweb.net/audio/Fulltxt.php?audioid=134700

Anda perlu mendapatkan dukungan persaksian dari 3 orang yang memiliki pemikiran paling bagus dan bijak di masyarakat Anda. Apabila mereka bersaksi bahwa Anda dalam keadaan kekurangan padahal Anda sudah berusaha keras maka Anda diperbolehkan meminta bantuan financial ke masyarakat.

والله تعالى أعلم بالحق والصواب
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com