SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Warisan Untuk Anak Adopsi


Akhwat
7 years ago

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu
ustad ada temen ana yang bertanya tentang hukum warisan bagi anak angkat yang telah di urus dari bayi baru lahir...... singkat cerita pasutri mengadopsi anak dr bayi baru lahir qadarullah pasutri ini bercerai dan membagi harta gono gini si istri memberikan sebagian uang rumah kpd mantam suami dan rumahpun menjadi atas nama istri dan anak diurus sama ibunya sampai ibunya meninggal ....setelah ibunya meninggal dari pihak ibunya (kakak- kakaknya) meminta hak rumah tersebut dari anaknya dengan alasan anak tersebut bukanlah anak kandung jadi tdk berhak atas rumah itu sedangkan adik dr ibunya menginginkan rumah itu d tempati oleh anaknya krn kl keluar dari rumah itu dia mau kemana ...pertanyaan temen ana apakah hukum waris untuk anak tersebut dan bagaimankah cara yg adil dlm menyelesaikan hal tersebut mengingat anak tersebut tdk diketahui sanak keluarga kandungnya anaknya perempuan.. syukron
Redaksi salamdakwah.com
7 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa, isinya adalah tentang seseorang yang merawat seorang anak dan mendidiknya, kemudian ia memasukkan anak tersebut dalam data keluarganya dan menerbitkan akte berdasar data itu serta menjadikannya termasuk ahli waris. Ini dilakukan karena ia mandul..

Komite menjawab:
Apa yang Anda lakukan (dengan mengadopsi anak kecil yang Anda isyaratkan sebelumnya serta mendaftarkannya dalam data pribadi Anda dengan keterangan bahwa ia adalah anak Anda serta memperkuatnya dengan akte kelahiran supaya ia bisa mewarisi Anda kelak sebagai seorang anak adalah murni kesalahan, dan melampaui batas, serta kebohongan terhadap aparat pemerintahan dengan memberikan info yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Adopsi tidak diperbolehkan dalam Islam ini berdasarkan firman Allah ta'ala (al-Ahzab:4-5):

{مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ذَلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ}

Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istri kalian yang kalian zhihar itu sebagai ibu kalian, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkat kalian sebagai anak kandung kalian (sendiri). yang demikian itu hanyalah perkataan kalian di mulut kalian saja. dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).

{ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ}

Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; Itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kalian tidak mengetahui bapak-bapak mereka, Maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudara kalian seagama dan maula-maula kalian

Memberikan info menyelisihi kenyataan tidak diperbolehkan, karena itu adalah pemalsuan dan kebohongan murni, itu semua diharamkan berdasarkan banyak dalil (yang disebutkan dalam pembahasannya masing-masهng).

Perbuatan Anda tidak menjadikan nasab anak tersebut bersambung kepada Anda dan itu tidak pula menjadikannya sebagai pewaris Anda (Dalam hukum syar'i). Anda wajib bertaubat kepada Allah ta'ala dan mengkoreksi data resmi terkait anak tersebut di pihak yang berwenang, semoga Allah ta'ala mengampuni kami dan Anda... dan semoga Allah membalas Anda atas usaha Anda mendidik anak tersebut dan berinfaq kepadanya dengan sebaik-baik balasan. Apabila Anda memberinya wasiat berupa harta (dari 1/3 bagian yang diperbolehkan) maka perbuatan Anda ini adalah perbuatan yang baik. Apabila Anda memberinya hadiah secara langsung maka ini lebih baik. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 20/351-352 fatwa no.3000

Dengan demikian, bila memang anak itu asalnya adalah orang luar yang tidak memiliki hubungan apapun dengan orang yang merawatnya maka ketika orang yang merawatnya meninggal ia tidak berhak atas warisan orang yang merawatnya.

Meski demikian, apabila ada salah satu keluarga dari yang meninggal tersebut berkenan merawat anak tersebut hingga ia bisa mandiri maka itu adalah suatu perbuatan baik, apabila semuanya enggan merawatnya, seharusnya mereka mengurus birokrasi perawatan anak tersebut ke dinas sosial sehingga anak tersebut tidak terlantar di jalanan dan hidup terlunta-lunta. Semoga Allah ta'ala memberi jalan keluar yang terbaik dan mengaruniai anak tersebut dengan penghidupan yang layak serta pendidikan yang baik.
© 2021 - Www.SalamDakwah.Com