SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Bolehkah ayah menawarkan putrinya kepada ikhwan yang bagus agamanya tetapi sudah berkeluarga ?


Akhwat (Batam)
6 years ago

Assalamu'alaikum

Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita

Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)

Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.

Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.

Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:

Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.
Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.
Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.

Pertanyaan :

Ustadz, bolehkah seorang wanita menawarkan diri untuk dinikahi oleh seorang ahli ilmu agama (Ustadz) sedangkan ikhwan yang di maksud sudah ber-istri. JIka boleh apakah ini termasuk menyakiti hati istri ikhwan yang dimaksud atau merusak rumah tangga orang ?

Jazakumullahu khairan

Wa'alaikumsalam
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago

Seorang gadis boleh menawarkan dirinya untuk dinikahi oleh lelaki sholeh, baik dia itu sudah beristri atau belum. Boleh juga seorang wali menawarkan gadis yang berada di bawah perwaliannya kepada laki-laki sholeh. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:
Apakah seorang gadis boleh menawarkan diri untuk dinikahi oleh seorang laki-laki mulia --karena Allah-- yang memiliki kriteria muslim yang konsisten dalam keislamannya, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu `anha? Jika Islam membolehkan, apakah ini tidak merendahkan derajat gadis tersebut? Atau, apa yang syarat yang harus gadis itu penuhi bila ia tertarik kepada laki-laki, karena akhlak, keislaman, dan komitmennya terhadap Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam?

Mereka menjawab: Jika kondisinya demikian, maka wanita itu disyariatkan. untuk menawarkan diri supaya dipersunting laki-laki dengan kriteria tersebut, atau dengan kesalehan yang semisalnya. Ini tidak apa dilakukan. Sebab, ini juga dipraktikkan oleh Khadijah radhiyallahu `anha, dan perempuan yang disebutkan dalam Surah al-Ahzab yang menawarkan dirinya. Ini juga pernah dilakukan oleh Umar radhiyallahu 'anhu dengan menawarkan putrinya yang bernama Hafshah kepada Abu Bakar, kemudian kepada Utsman, radhiyallahu `anhuma.. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 18/48 pertanyaan pertama dari fatwa no.6400

PERTANYAAN TERKAIT

© 2020 - Www.SalamDakwah.Com