SALWA RADIO - Menebar Salam, Menyebar Dakwah
Stay in touch with us:

Penyelanggaraan Mayit


Ikhwan (solok (sumatera barat))
6 years ago

Assalamualaikum ustad, ana mau tanya tentang penyelenggaraan sampai penguburan mayit setelah dia meninggal. 1. Ada ndak ketentuan waktu dlm pelaksanaannya (setelah meninggal sampai penguburan) sesuai dgn syariat menurut sunnah?. 2. Apakah boleh pelaksanaannya pd malam hari, apabila meninggalnya mayit pd sore hari?Jazakallahu khair
Redaksi salamdakwah.com
6 years ago


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

1. Berikut ini ada jawaban syaikh Ibnu Baz yang mencakup jawaban untuk pertanyaan ini, ada pertanyaan yang ditujukan kepada syaikh Ibnu Baz:
Apa hukum menunda penguburan jenazah selama 1 atau 2 hari untuk menunggu kehadiran kerabat mayit?

Beliau menjawab:
Sunnahnya adalah mempercepat dan bersegera dalam penguburan jenazah. Boleh menunda penguburan untuk waktu yang singkat (sejam atau dua jam) untuk menunggu kehadiran kerabat bila mereka berada tidak jauh, adapun sehari atau dua hari maka tidak, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

أَسْرِعُوا بِالجَنَازَةِ

Percepatlah pengurusan jenazah

Sunnahnya adalah mempercepat dan bersegera mengurus jenazah, jangan ditunda pengurusan jenazahnya selama sehari atau dua hari dalam rangka menunggu kerabat yang berada di tempat yang jauh. Apabila kerabat jauh itu datang mereka bisa menshalatinya di kuburan...Fatawa Nur ala ad-Darb 14/113

2. Ada pertanyaan yang ditujukan kepada Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa:
Apabila seseorang meninggal sebelum atau setelah tengah malam, bolehkah menguburkannya di malam hari, ataukah tidak boleh menguburkannya kecuali setelah terbit fajar?

Mereka menjawab:
Menguburkan mayat di malam hari boleh berdasarkan riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu `anhuma, dia berkata,

مَاتَ إِنْسَانٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَمَاتَ بِاللَّيْلِ، فَدَفَنُوهُ لَيْلًا، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَخْبَرُوهُ، فَقَالَ: «مَا مَنَعَكُمْ أَنْ تُعْلِمُونِي؟» قَالُوا: كَانَ اللَّيْلُ فَكَرِهْنَا، وَكَانَتْ ظُلْمَةٌ أَنْ نَشُقَّ عَلَيْكَ فَأَتَى قَبْرَهُ فَصَلَّى عَلَيْهِ

"Seseorang yang dijenguk oleh Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam meninggal dunia. Orang ini meninggal di malam hari dan dikuburkan malam itu juga. Keesokan harinya, para sahabat mengabari beliau. Beliau bertanya, 'Mengapa kalian tidak mengabariku?' Mereka menjawab, 'Waktunya telah larut malam dan keadaan sangat gelap, sehingga kami tidak ingin menyulitkan Anda.' Rasul pun mendatangi kuburannya dan menyalatkannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasul shallallahu alaihi wa sallam tidak mengingkari penguburannya di malam hari. Beliau hanya mengingkari para sahabat karena mereka baru mengabari beliau keesokan harinya. Tatkala mereka mengemukakan alasannya kepada beliau, beliau pun memaklumi mereka. Abu Dawud meriwayatkan dari Jabir, dia berkata,

رَأَى نَاسٌ نَارًا فِي الْمَقْبَرَةِ، فَأَتَوْهَا فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْقَبْرِ، وَإِذَا هُوَ يَقُولُ: «نَاوِلُونِي صَاحِبَكُمْ» فَإِذَا هُوَ الرَّجُلُ الَّذِي كَانَ يَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالذِّكْرِ

Orang-orang melihat api di kuburan, lalu mereka mendatanginya. Ternyata Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam sedang di kuburan. Beliau bersabda, "Tolong berikan jenazah teman kalian kepadaku!" Ternyata jenazah itu adalah orang yang mengeraskan suara zikirnya (tempo hari).

Kejadian ini di malam hari sebagaimana ditunjukkan perkataan Jabir,
"Orang-orang melihat api di kuburan ... dan seterusnya."

Nabi Shalallahu `Alaihi wa Sallam dikuburkan di malam hari. Imam Ahmad meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu `anha, dia berkata,

مَا عَلِمْنَا بِدَفْنِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى سَمِعْنَا صَوْتَ الْمَسَاحِي مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ، لَيْلَةَ الْأَرْبِعَاءِ

"Kami tidak mengetahui kapan jenazah Rasulullah Shallallahu `alaihi wa Sallam hendak dimakamkan sehingga kami mendengar suara sekop di akhir suatu malam, yaitu malam Rabu."

Sekop (al-masahi) adalah alat untuk mengeruk tanah. Abu Bakar, Utsman, Aisyah dan Ibnu Mas`ud dikuburkan di malam hari. Riwayat yang menunjukkan kemakruhan mengubur di malam hari dipahami jika mempercepat penguburan di malam hari menyebabkan shalat jenazah dilalaikan, seperti yang dinyatakan dalam hadis shahih, atau agar tidak asal-asalan mengkafaninya. Alasan lainnya, karena mengubur di siang hari itu lebih memberi kemudahan bagi orang yang mengiringkan jenazahnya dan lebih memberikan keleluasaan untuk memperbagus penguburannya, serta untuk mengikuti sunah dalam tata cara penguburannya. Tentu ini kalau tidak dalam kondisi darurat perlu mempercepat penguburannya. Namun jika dalam kondisi darurat, wajib hukumnya mempercepat penguburan sekalipun di malam hari.

Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Fatawa al-Lajnah ad-Daimah 8/397-398 pertanyaan kedua dari fatwa no.349
© 2020 - Www.SalamDakwah.Com